Rumah Pena, adalah salah satu dari ribuan angan-anganku. Tempat atau kelompok belajar yang aku wujudkan untuk anak-anak di desaku. Hmm, agak susah sebenarnya mengajak mereka untuk belajar apalagi kegiatan ini dilaksanakan di Hari Minggu yang seharusnya mereka berdiam diri di depan televisi atau sekedar bermain bersama teman sebayanya.
Tak jarang juga dari mereka yang menghabiskan waktu liburnya untuk hal yang menurutku “waste time”. Menghabiskan uang orangtua mereka hanya untuk menikmati game online di warnet, terlebih apa saja yang mereka akses tidak diketahui oleh orang tua mereka.
Atas dasar itulah, aku dan sahabatku membuat Rumah Pena. Bukan asal-asalan kami memilih nama ini. Ya, ada cerita filosofisnya. Pena, sebuah benda yang kita gunakan untuk menulis di selembar kertas, berisi tinta yang jika tidak ada maka Pena tersebut juga tidak akan berfungsi. Harapannya, dengan adanya Rumah Pena, anak-anak bisa “mengisi” waktu liburnya dengan kegiatan yang positif dan enerjik (tanpa meninggalkan keceriaan anak-anak).
Selain itu, masing-masing huruf pada kata PENA juga memiliki arti bagi masa depan anak-anak Rumah Pena.
Passion, anak-anak yang belajar di Rumah Pena diharapkan memiliki Passion yang bisa memotivasi mereka tumbuh dan berkembang menjadi orang yang selalu Positif.
Enthusiasm, memiliki antusiasme yang tinggi dalam belajar. Berapapun usia manusia, mau anak-anak, remaja, bahkan dewasa sejatinya tak akan pernah berhenti belajar. Ya, ini harapanku, mereka selalu antusias dalam belajar, tak pernah menyerah terhadap keadaan dan kesulitan.
Nimbleness, yang berarti cekatan. Anak-anak dan dunianya tak pernah terlepas dari unsur kreatif. Namun, tak banyak dari mereka yang bisa mengembangkannya menjadi sesuatu nilai. Anak-anak Rumah Pena nantinya akan memiliki unsur ini, cepat dan mahir dalam mengembangkan potensi yang mereka miliki.
Dan yang terakhir adalah Aspiration. Mereka harus memiliki harapan dan tujuan untuk keberhasilan pada masa yang akan datang. Karena harapan dan mimpi adalah motivasi hidup untuk selalu berjalan melangkah ke depan bukan malah jalan di tempat atau bahkan berjalan mundur.
Sekali lagi, Rumah Pena adalah salah satu mimpiku yang saat ini akan terwujud. Harapanku, setiap cerita dari Rumah Pena dapat aku jadikan cerita yang dapat terus mengalir hingga aku tutup usia.