Chiel adalah kucing yang ketika aku menulis ini, baru berusia 4,5 bulan, he was born on August 22. Nama Chiel ini sebenarnya random banget aku kasih, karena dia anak kucing berjenis kelamin laki-laki satu-satunya dari lima bersaudara, dan paling aktif. Tadinya aku panggil bocil, tapi karena biar keren aja, akhirnya aku panggil Chiel.
Chiel bermotif Tabby sebenernya, kaya ibunya. Tapi, aku lebih ingin mengakui Chiel motif Calico, dan itu pun dijadikan nama lengkap; Calico Chiel.
Tanggal 01-02 Desember 2020, Chiel hilang. Dia gak pulang, gak tau ke mana. Sampai akhirnya, aku memutuskan untuk mengikuti yang jadi ‘mitos’ : “ngasih makan kucing jalanan, dan kasih tau ke kucing itu “kalau ketemu kucing aku, namanya (.......), ciri-cirinya (.......), suruh pulang, ya” Aku ga tau lagi, tapi berharap banget itu berhasil.
Ternyata, cara itu bener-bener bukan mitos, dan Chiel pulang! Kamis, 03 Desember aku lihat Chiel pulang, dan dia lagi tiduran di motor aku seperti biasanya, tapi aku langsung kaget lihat keadaan dia berlumur darah yang hampir kering. Mulut dan hidungnya luka. Badan belakangnya bau kotoran.
Aku seka Chiel pelan-pelan, bersihin Chiel pelan-pelan. Aku ajak ngobrol dia walaupun aku panik dan nangis. Posisi ini, udah ga mau makan, tapi masih mau minum susu dan juga air. Akhirnya, aku semangatin Chiel untuk bertahan dan lekas sembuh.
Singkat cerita, 06 Desember 2020 Aku lihat kondisi Chiel yang udah lemes banget. Minum masih mau, tapi makan gak bisa masuk. Aku udah coba bikin bubur dari wet food-nya, dan masih gak mau masuk.
Akhirnya, aku panggil: Chiel, dan dia terbangun. Dia noleh ke aku, dan aku bisikin: Sayang, kalau mau pergi, pergi aja ya. Mami ikhlas, daripada lihat Chiel kesakitan, nahan sakit terus. Aku nangis, dan Chiel masih nyaut “meow”
Malam itu, aku gak bisa tidur sampai kira-kira jam 02:00, dan akhirnya 07 Desember 2020, jam 05:00 usai Subuh, Chiel pergi beneran. Aku balut Chiel dengan kain, dan nangis depan mama, papa.
“Chiel, apa chiel perginya beneran nungguin mami ikhlas, sayang? Mami seneng chiel pulang waktu Chiel hilang dua hari, walau keadaannya bikin mami kaget. Tapi, Mami bahagia udah sempet urus Chiel dulu sampai akhir hari ini.”
Chiel, mami masih inget banget waktu Chiel belajar buka mata, jalan, makan, pip/pup di pasir, sakit mata, demam, sampe godain mami lagi belajar.
“Rest well now, Chiel. Love you and thank you for being a good Chiel for us. You will be missed.”