Ketika aku membuka album foto keluarga. Aku mengingat akan sesuatu yang menjadi begitu berharga.
Keluarga yang utuh di dalam satu atap. Canda ria kita keluarkan, tapi ada saja perselisihan antara kakak adik. Sebagai adik aku mengalah. Kaka selalu saja benar dan ingin menang.
Meskipun begitu aku kangen akan hal itu.
Satu persatu kakakku sudah berumah tangga. Kini hanya tinggal bertiga. Aku, ibu, dan ayah dalam rumah 2 lantai.
Sepi, itulah yang ku rasakan. Tak ada lagi merebutkan remote tv atau pun perbedaan pendapar yang membuatku kesal.
Tiap tahun kalian pulang ke rumah dengan membawa keponakan yang lucu. Tapi tak bertahan lama, hanya beberapa saat saja.
Saat kalian pergi, rumah ini kembali sepi.
Jujur aku rindu. Merindukan suasana yang pernah terjadi dan ingin sekali bisa mengulangnya.
Aku ingin kalian bisa tinggal disini kembali bersama ibu dan ayah. Tapi apakah mungkin? Sedangkan keadaan lah yang merubah segalanya.
Aku juga pasti akan meninggalkan rumah. Meninggalkan ayah dan ibu
Takkan pernah, sebab aku anak bungsu. Aku takkan pernah meninggalkan orang tuaku.
Aku bisa merasakan rasanya kesepian dalam jangka yang lama.
Tunggu waktunya akan tiba. Aku akan mengembalikan keRINDUan kepada kalian (ayah, ibu), dengan hadirnya kelurga baru dariku.
@pinulervina , 11.54 am | 27 agustus 2017