(16:22)
Di mulai dari mana, ya? Yang terpenting ayas (bahasa Malang dari saya) tidak pandai membuat judul dari sebuah tulisan bahkan ilmu matematika sekalipun. Sebenarnya, kenapa hal yang dirasa baik-baik saja menjadi sebuah masalah besar di matamu dan menguasai isi kepalamu? Padahal jika ditelisik lebih dalam tingkat IQ maupun EQ seseorang bisa saja saling bertolak belakang. Dalam hal itu, jangan tanya ayas!
Sekarang ayas berada dalam rangka usaha menyelesaikan skripsi. Jangan tanya semester berapa, yang jelas jika dilihat dari usia sudah termasuk luar bi(n)asa. Semakin tua, semakin kecil lingkup pertemanan. Hal yang sempat ayas permasalahkan karena memang dalam lingkup pertemanan tertentu ada harapan-harapan ayas yang tidak kunjung terpenuhi. Ayas pernah mendengar cerita dari salah satu teman ayas yang memang memiliki banyak teman. Boleh dikatakan sepadan dengan ayas, hanya saja ada beberapa hal yang membedakan. Sebut saja, Tuan Kumis, ia berkata, “Aku sering berpindah lingkar pertemanan karena memang dibutuhkan untuk menunjang bisnis yang sedang kulakukan. Di samping itu, alasan lain karena aku merasa tidak bisa berkembang dan aku tidak bisa membuat mereka berkembang juga dalam beberapa lingkar pertemanan. Kamu tahu, ‘kan?”. Ya, ayas sangat tahu tentang hal itu karena kami berada dalam beberapa lingkup pertemanan yang sama dan beberapa hobi kami juga sama. Mungkin, atau entah, pasti dia sudah melewati masa yang sedang ayas rasakan sekarang dan dari kalimatnya tersebut sepertinya dia sudah membuat kesimpulan akan hal itu. Sedangkan ayas masih meraba dan berusaha legowo. Sejujurnya, mengenai ide-ide gila yang ayas utarakan dalam lingkup pertemanan kami, hanya dia dan sahabatku, Kemo, yang lebih sering mendukung meskipun ujung-ujungnya berakhir urung. Mau bagaimana lagi, kami kalah suara. Kemo juga pernah berkata, “Umak baru sadar?”. Memang asu. Ya, ayas sadar meskipun telat! Maksud ayas, paling tidak ada hal-hal yang perlu kita eratkan setiap tahunnya bukan hanya nongkrong hahahihi kita perlu evaluasi. Akan tetapi, beda pendapat perlu dan selalu.
Sekarang ayas berada dalam rangka usaha menyelesaikan skripsi. Jangan tanya semester berapa, yang jelas jika dilihat dari usia sudah termasuk luar bi(n)asa. Semakin ke sini, tidak semua dari mereka menanyakan perihal perkembangan skripsi ayas. Bisa dihitung dengan jari, Kemo dan Tuan Kumis termasuk di dalamnya. Semakin ke sini, semakin harus dipahami bahwa orang-orang yang peduli pantas diberi tempat yang lebih baik. Bisa saja ayas salah, karena selain mereka hanya memberi ruang agar ayas tidak terbebani akan hal itu. Hematnya, ayas datang ke mereka untuk senang-senang saja. Menurut ayas, antara benar atau salah bahkan tidak tahu-menahu apa jawabannya. Yang jelas ayas kecewa, entah dari sudah mananya dan semoga tidak berlanjut karena ayas merasa tidak tenang dan memang mereka pantas mendapatkannya wkwkwk













