#KoneksiSelarasHati Part 1
Bismillah,
tiba-tiba inget temen-teman fasilitor BLFIM supeeer random ingetnya disaat lagi break makan siang. Kayanya saya mulai kangen sama SAKATO masakan padang paporit selama pelatihan FIM, di Balikpapan gak ada yang seenak itu nasi padangnya. Apa sebenarnya bukan nasi padang yang ngangenin tapi yang nemenin makan kali yaaaa? hahaha!
Super kangen banget sama fasil dan panitia laiiiiiiin, kebangetan deeeeh!
--------
Tapi sebenarnya yang lebih ngangenin dari makan barang dan kumpulnya itu nasehatnya temen-temen sih yang kadang disampein dengan cara yang me-nye-bal-kan hahaha ya tapi emang beneran ketampar dan bikin sadar masya Allah.
Terima kasih sudah jadi perantara Allah untuk mengingatkan saya dengan banyak hal yang harus disyukuri dan terus diperjuangkan.
Inget banget hari pertama kumpul fasil sebelum pelatihan ditampar dengan satu kata sedernaha yaituuu... KOMITMEN! gak paham lagi deh, itu kata-kata nyeplos aja padahal dipancing tipis-tipis doang. Fasil mah bisa banget ya bikin sesama temen fasilnya nyaman untuk membuka mata, fikiran dan hati #Eaaaaa #NdaUsahBaper
Pembekalan panitia syuper banget bisa charging semangat dan upgrade pengetahuan. Akhirnya diriku tahu bahwa ada jenis manusia yang pasif-agresif hmm memang kok ya ada-ada aja. wk!
--------
Lain lagi cerita di kamar ciwik-ciwik fasil yang isinya lima orang fasil super-random, tiap malemnya ada sesi halaqoh pra nikah yang dibimbing oleh Kak Tria yang waktu baru nikah kayanya belum sampe sebulan yaaa. Tiap malem kelar evaluasi udah cuapek banget tapi masih nyempetin cerita-cerita sampe lewat dini hari bangun subuh dan harus ngefasil lagi, 5 hari itu mungkin ceritanya bisa dibikin buku hahaha!
Materinya itu nano-nano dimulai dari curhatan kelompok fasil hingga hmmm masalah hati, bagaimana mempersiapkan diri untuk menjadi sebaik-baiknya penggenap sampe bagaimana cara meyakinkan hati bahwa he is the one haha menarik kan? ayeey!
Seneng bangetlah, disaat lagi galau-galaunya terhadap hidup ini diketemukan dengan teman-teman yang menguatkan dan mengingatkan kembali makna hidup. Nasehat itu sungguh kena di hati mungkin karena mereka juga udah mempraktekannya dalam hidup. Saya jadi inget di buku yang pernah saya baca bahwa sering kita memberi nasehat yang baik kepada orang lain tapi dia kok malah gak ngikutin apa yang kita udah kasih tahu, jawabannya adalah karena (mungkin) kita belum melakukan nasehat itu untuk diri kita sendiri sehingga nasehat itu menjadi tumpul.
Adakah yang lebih membahagiakan daripada diri yang sudah berpaling kemudian Allah berikan perantara untuk kamu kembali ke jalan-Nya yang lurus?
Kalau ada kata yang lebih istimewa dari terima kasih sudah pasti akan saya berikan kepada mereka. Semoga apa yang kalian sampaikan dan ingatkan kelak menjadi pemberat amalan baik di hari akhir yaaa keluarga kunang-kunang.
--------
Gara-gara FIM tahun kemaren akhirnya memutuskan memulai komitmen pada diri sendiri untuk punya kontribusi lebih saat masih sendiri, mulai dengan proyek #BerbagiBacaan dan #MYStories bareng Cima.
Pertanyaan selanjutnya apa udah jalan dengan okey? Belum se-ideal yang diharapkan, saat ini pun masih berusaha terus meluruskan niat mengkoneksikan apa-apa yang ada fikiran dengan eksekusi di lapangan. Doakan semoga Allah selalu mudahkan jalan ini dan selalu ingatkan saya kalau mulai lupa dan menunda-nunda pekerjaan.
#KoneksiSelarasHati ini emang bener-bener jadi jargon penyemangat sepanjang tahun kok ya alhamdulillah jadi semangat berakselarasi biar bener-bener bisa beraksi dengan hati.
--------
Postingan random kali ini sampai disini dulu, nanti saya sambung lagi karena banyak banget cerita yang pengen saya bagikan disini yang insya Allah juga jadi pengingat untuk diri saya pribadi.









