Life is short.
Pilihannya hanya ada dua,
kamu suka denganku
atau
tidak.
Hidupku terlalu singkat
jika dihabiskan hanya untuk
mengemis cintamu.
lalu apa lagi? cepat pilih.
Sade Olutola
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

No title available

No title available

tannertan36
untitled

titsay
Claire Keane
Game of Thrones Daily
The Bowery Presents

pixel skylines

gracie abrams
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

@theartofmadeline
Cookie Run:Kingdom Official!
Misplaced Lens Cap
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
One Nice Bug Per Day
occasionally subtle
No title available
seen from Netherlands
seen from Ukraine
seen from Mexico
seen from United States
seen from Austria
seen from Singapore

seen from Brazil
seen from Argentina
seen from Germany

seen from United States

seen from United States
seen from Australia
seen from Bolivia

seen from Russia
seen from Colombia

seen from Mexico
seen from Netherlands
seen from Saudi Arabia

seen from Malaysia
seen from Ukraine
@aliviakrachel
Life is short.
Pilihannya hanya ada dua,
kamu suka denganku
atau
tidak.
Hidupku terlalu singkat
jika dihabiskan hanya untuk
mengemis cintamu.
lalu apa lagi? cepat pilih.
Hati yang dulu sempat menghangat akhir akhir ini mulai kembali membeku. Ia tak membiarkan sesuatu menghentikan proses membekunya.
Bukankah saat hati ini menghangat kau berusaha mendinginkannya? lalu sekarang saat perlahan-lahan mendingin kau seperti ingin menghangatkannya lagi.
Ya meskipun sebagaimana besar usahamu ia tak akan menghangat kembali untukmu, masih banyak hati yang mungkin bisa dihangatkannya lebih, lebih dari apa yang dia lakukan dulu terhadapmu.
"I swear, I would never trade you to the world. I love u so much."
....he said, but actually you trade me for the world now. you throw me so far from u, like u dont need me beside u, like u dont wanna make a new journey with me, its okay, im fine with that.
I Let You Go Because I Love You
“Jika kau mencintaiku, lepaskanlah aku.” Itu pintamu saat itu.
Aku pun terpaksa benar-benar melakukannya
karena aku mencintaimu.
Namun, kamu malah mengira bahwa aku tidak mencintaimu.
Karena aku melepaskanmu tanpa ada perlawanan.
Aku tidak mengerti.
Bukankah sudah jelas jika aku mencintaimu dengan menuruti keinginanmu?
Kamu sendiri yang memintaku untuk melepasmu
di saat yang aku inginkan hanyalah berada di sampingmu.
A. W.
Jakarta, 24 Agustus 2018.
Hai.
Sudah lama sekali ya sejak terakhir kali kita saling bertukar kabar. Masihkah kamu mengingatku? Ataukah kamu sudah berhasil melupakanku?
Masihkah kamu simpan semua fotoku dan puisi yang pernah aku berikan padamu? Atau sudah kamu buang semua kenangan tentang diriku, kita?
Pernahkah sesekali kamu membicarakanku dengan teman-temanmu? Atau kamu simpan rapat-rapat semua kenangan yang terkait denganku seakan aku adalah rahasia yang paling memalukan dalam hidupmu?
Apakah kamu menganggapku sebagai pelajaran yang tidak ingin kamu ulang ataukah masih ada harapan di dirimu untuk bertemu denganku sekali lagi?
Kalau aku boleh jujur, aku masih memikirkanmu sampai sekarang. Mungkin kamu akan berpikir kalau aku adalah orang yang sangat menyedihkan. Orang waras mana yang masih merindukan seseorang yang sudah jelas-jelas tidak membalas perasaannya? Barangkali benar, kalau aku sudah kehilangan akal sehatku.
Aku harap kamu baik-baik saja di sana, aku harap kamu benar-benar bahagia dalam hidupmu.
Bolehkah aku bertanya satu hal lagi?
Kamu dulu memang pernah mengatakan bahwa kamu belum bisa membalas perasaanku.
Apakah sekarang…
kamu sudah bisa membalasnya?
Andira W.
Jakarta, 4 Januari 2019.
Seharusnya,
Memang seharusnya sudah tidak ada kita setelah kata 'mari kita berpisah' itu terucap kala itu.
Bandung, 22 April 2020 — 00.30
Learn to Let Go
Bisa jadi apa yang masih begitu kamu pegang erat-erat hari ini justru menjadi hal yang menghambatmu untuk mendapatkan yang lebih baik.
Karena yang menahanmu untuk melepaskannya adalah ketakutanmu. Karena kamu berpikir kebahagiaan yang kamu rasakan dengannya tidak akan terulang dua kali. Jika kamu melepasnya, kamu takut kamu tidak akan pernah merasakan kebahagiaan itu lagi. Itulah sebabnya kamu berjuang mati-matian untuk mempertahankannya. Padahal seharusnya dia sudah kamu lepaskan sedari dulu.
Hargailah dirimu sendiri. Tahu diri kapan harus tetap berjuang atau berhenti.
Andira W.
Bandung, 10 Januari 2019.
entah kenapa setelah hari itu, jika aku bermimpi itu selalu tentangmu. atau bahkan saat aku memimpikan hal lain, kamu pasti selalu terselip dalam kejadian dimimpi ku entah itu seperti kebetulan atau tidak.
mungkin hatiku sedikit demi sedikit melupakanmu, tapi alam bawah sadarku masih menyimpan ruang tersendiri untukmu, mungkin?
“Aku rasa kita adalah kombinasi yang sempurna untuk sebuah kata bahagia. Hanya saja sayang, mungkin dulu cara kita yang salah. Kembalilah lagi nanti. Kita perbaiki lebih baik lagi. Lebih dewasa. Bersama-sama.”
— (via mbeeer)
pertanyaan yang aku ingin tanyakan padamu.
apa aku sejahat itu dimatamu?
apa aku terlihat semenyedihkan itu?
apa aku mudah untuk dilupakan secepat itu?
dan apa boleh aku merindu padamu?
dibenci tanpa tahu alasannya dalam jangka waktu tak diketahui itu menyakitkan. kata maaf sudah terlontar, tapi responnya masih sama. ia tak peduli.
Seberapa keras aku berusaha ia tetap akan terus membenci, apa mungkin lebih baik aku pergi saja dari hidupnya? apa itu cukup?
dibenak ku selalu terpikir pertanyaan, mengapa ia sampai sangat membenciku, bahkan menghindariku di setiap kesempatan.
aku tak tahu lagi, jika ditanya hatiku sangat sakit. tapi tak apa jika memang itu mau mu. aku akan pergi.
127.
Jika kau sudah pernah jatuh dengan sangat dalam, maka kau pun pernah terlukai sangat dalam.
Pengalaman pahit itulah yang justru membentuk dan menguatkanmu.
Jika kau tidak sepakat, mungkin hanya belum. Sebab sekarang kau masih dalam proses melewati kesakitan itu.
Sakit yang kau rasa akan membawahmu berproses dan menyadari bahwa jatuh cinta ternyata tidak boleh semudah itu.
Semudah:
Hanya karena dia baik, hanya karena dia intens menghubungimu, hanya karena dia sering memberi like pada postingan, hanya karena dia "selalu" menjadi penonton pertama pada setiap unggahanmu.
Tidak boleh.
Jatuh cinta tidak boleh semudah itu.
Kembangkan definisi jatuh cintamu, jangan terlalu mudah dan bermudah-mudahan.
Dia baik, karena dia memang baik. Dia intens menghubungi karena memang sedang tidak ada kerjaan, dia menekan tombol love karena memang dia suka pada hal-hal yang kau bagikan, dia menjadi penonton pertama karena memang setiap membuka kanal itu namamu muncul diurutan teratas, selalu.
Come on!
Jangan selalu menggunakan perasaan. Jangan. Sesekali jadilah tegas dan jutek. Jadilah yang susah ditaklukan.
Jika hanya dengan sapa "hi, apa kabar?" move on-mu hancur lebur. Lantas bagaimana jika menggunakan modus "maukah kau menjadi bidadari syurgaku?".
Mungkin wajahmu akan memerah layaknya kepiting rebus, atau kau justru berguling-guling dan terjun bebas.
Baik semua selesai, tamat. Kau mengulang yang seharusnya tidak terulang.
***
Dan, harusnya tidak. Jangan, ya.
Sudut sepi, 20.52 | 17 April 2020.
sikapnya sudah mendingin, tetapi kamu masih menghangat.
dirinya sudah ingin menjauh, kamu malah ingin mendekat.
rasanya sudah mati padamu, rasamu malah tumbuh untuknya.
hey, bisakah kamu menyerah saja?
“Perempuan itu ketika marah justru ia akan diam. Semakin dalam lukanya ia akan dingin, kaku dan semakin membisu. Bukan karena tak memaafkan. Tapi lebih kepada ia takut menyakiti lebih dalam. Ia memeluk luka dan kesakitannya sendiri, ia telan sendiri semua rasa pilunya.”
— kata Bapak, dibalik diamnya seorang perempuan, ia hanya ingin waktumu yang lebih lama dari biasanya; hanya ingin perhatianmu yang lebih hangat dari sebelumnya. Jangan malah didiemin-apalagi dicuekin, dia pasti tidak akan suka, dia pasti akan sangat membeku, dia pasti akan sangat terluka.
Pernah
Pernah sedekat nadi hingga akhirnya sejauh matahari, begitu gambaran kita saat ini. Kini aku harus bisa memaklumi segala hal yang terjadi, mau sesulit apapun kondisi aku harus bisa kembali pulih.
Entah siapa yang bersalah dalam kisah perpisahan ini aku tak peduli, yang aku tahu kita sama-sama terluka. Tak perlu ada kata egois lagi, karena memang kita sudah tak berdampingan lagi.
Kini yang aku harapkan, kita bahagia tanpa ada kata kita lagi dalam kisah ini.
jam jam seperti ini terkadang membuatku kembali memikirkanmu, aku ingin melupakanmu. sangat. Tapi hatiku berkata lain, selalu berpikir bahwa akan ada kesempatan lain yang membuatku kembali memulai kisah baru denganmu. aku terkadang seperti orang bodoh jika mengingatnya. hatiku blm terbiasa dengan hilangnya dirimu pada hari-hari ku, bisakah aku kembali pada saat sebelum mengenalmu dan tak akan aku ulangi lagi melabuhkan hatiku padamu.
Terkadang aku merasa masih memilikimu selama ini. Selalu saja merasa kau hilang di telan oleh kesibukanmu, padahal sebenarnya memang kau telah hilang dariku. entah berapa kali rindu yang aku tanggung sendirian, entah juga seberapa banyak air mata yang aku tumpahkan bila mengingatmu. entahlah, aku yg terlalu mencintaimu atau memang aku yang bodoh. Malam ini, aku ingin ucapkan sekali lagi, "aku rindu kamu."