Ternyata aku rindu menulis. Seperti kumerindu pada pelangi selepas hujan, sudah lama (:
art blog(derogatory)

祝日 / Permanent Vacation
wallacepolsom
Mike Driver
d e v o n
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
Xuebing Du

Product Placement

Kaledo Art
noise dept.

No title available
Alisa U Zemlji Chuda
Cosimo Galluzzi

⁂
h
YOU ARE THE REASON
ojovivo
Show & Tell

roma★

JBB: An Artblog!
seen from Algeria
seen from Algeria
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Thailand
seen from United States
seen from Morocco

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Canada

seen from United States

seen from Malaysia

seen from India
seen from Singapore
seen from Türkiye

seen from United States
@aliyanurarifa
Ternyata aku rindu menulis. Seperti kumerindu pada pelangi selepas hujan, sudah lama (:
Aku suka bepergian sendiri, menjadi orang asing, keluar dari zona nyaman, agar kuterus ingat hanya padaNya kupinta perlindungan.
Satu dari empat cara umat manusia menjadi sosial adalah; sebagai aktor sosial, yang secara konstan berlakon bagi sesamanya, berkomunikasi, memengaruhi, dan memberi kesan pada individu lain (Charon 1980). . . Oke ujian sosum besok udah teraplikasikan hari ini, mereka secara ga sadar bikin aku mikir ulang, mikir lagi, mikir terus, harus nerusin atau ngelepasin "itu". Aah aku terlalu tergantung pada orang lain, sosialis sekali. #UTSkuA #BesokSosum #AnakGiziBelajarSosiologi #CumaIPB
Buat apa kau berdiri tinggi membanggakan diri tapi tak ada kerindangan daun dan nikmatnya buah yang kau beri?
Ingat
Tak usahlah kau umbar kata cintamu itu, toh untuk peduli saja ada beton gengsi membatasi Kau tahu, tapi tak sadar Ada rintihan kelaparan saat kau hamburkan uang Ada tangis kesepian saat kau terbahak-bahak bersama teman Kau tahu, tapi lupa Diberi nasi mintanya roti tambah susu Padahal dekat dari tempatmu Ada yang sampai malam mengumpul sampah demi sebungkus nasi, ada. Menunggui tong sampah penuh dengan botol dan kardus, ada. Tak usahlah berbangga bangga, Berlomba punya handphone mutakhir Pikirmu bahagia? Toh yang tak punya saja masih bersyukur, bahagia juga. Lantas apalah kita, Diberi lebih malah lupa terima kasih Pikirnya cinta Sebatas aku dan kamu Ingat, ada mereka yang butuh kamu Mereka butuh kamu.
Tidak ada yang memaksamu berubah, tapi ada banyak orang yang mengharapkanmu jadi lebih baik.
ESFJ adalah practical, suka berbagi, dan bersahabat. ESFJ merupakan sosok pengikut yang sangat mendukung keputusan pimpinannya, melayani dengan tulus sebaik mungkin. Mereka tidak terlalu menghiraukan peran atau tugas apa yang mereka jalani, selama itu memberikan kesempatan bagi mereka untuk bersosialisasi dengan banyak orang dan merasa dihargai. ESFJ memiliki perasaan yang peka, hangat, dan penuh pengertian. . #butuhpemimpin #pimpinakubang #thecaregiver #theprovider #ESFJ
Jangan salahkan jarak, bahkan dalam waktu berbeda pun kita dapat terhubung. . . Jangan salahkan waktu, jika saling peduli, akan selalu ada waktu yang diluangkan, karena kita tak pernah benar-benar punya waktu luang. . . Bukan masalah siapa yang memulai duluan, tapi adakah dari kita yang selalu mendoakan? (at Art of Living Universe)
Curhat
Ada yang membuatku sedih pada diriku sendiri minggu ini. Minggu-minggu UAS, saat banyak pelajar lebih getol berdoa untuk menggenapkan usaha. Aku justru tak bangun di sepertiga malam, belajarku juga bukan setipe para pekerja rodi jaman Belanda. Tapi kuakui aku jadi tidur lebih larut, dan terbangun saat azan atau karena teriakan teman-teman di lorong yang membangunkan, padahal biasanya aku yang begitu. Lalu aku menghukum diri, katanya, agar sujudku di sepertiga malam itu dapat terganti. Mempercepat target lapor tilawah yang biasanya mepet waktu rekap terakhir. Tapi sepertinya bukan itu, bukan itu yang hilang. Jika seseorang dapat menyelesaikan satu juz dalam 2 jam, sedangkan seorang lain hanya menyelesaikan setengah juz dalam 2 jam namun ia membaca artinya, mentadabburinya, sungguh beda apa yang didapatnya. Hari kelima aku tidak mau lagi hal ini terulang, saat jam di layar HP sudah menampilkan 22:25 aku bergegas naik kasur, aku harus tidur, tak boleh larut. Paksa. Aku tak ingin membuat kecewa diri sendiri. 02:15 Aku membuka mata, dua teman sekamarku berdiri menungguiku yang di kasur atas, masih linglung. Mereka bernyanyi lagu ulang tahun, sedangkan aku bergumam "mati lampu?" padahal lampu lorong jelas menyala terlihat dari ventilasi pintu, efek baru bangun tidur. Aku (sudah lama) tak merayakan ulang tahun, walau aku punya sisi melankolis untuk mengkhususkannya. Lapis talas dan kado dari teman sekamar saja sudah mengkhususkanku pagi ini. Dan ternyata mereka, yang dibangunkan Allah untuk membangunkanku. "Aku kira kalian ga tau" "Ya taulah, Al. 19 tahun kan?" "Huhu iya, aku udah tua ya" Ah tahun ini aku banyak sedihnya, hal ini yang kuratapi beberapa hari lalu; kau habiskan apa masa mudamu. Sudah 19 tahun, dan aku sudah berbuat apa? Bogor, 09 Januari 2016 Rusunawa IPB Dramaga
Tadi sekitar pukul setengah 6 pagi. Kami hendak menuju rumah tanteku. Kakekku sengaja menyetir mobil lewat arah memutar, menghindari pasar pagi yang sering menghalangi jalan. Katanya pasar itu sudah ada sejak tengah malam, pasar untuk para penjual sebelum mereka berjualan. Memang lokasinya di pinggir jalan, sampai menghalangi kami untuk lewat ke jalan masuk. Nenekku bahkan sempat menegur salah satu penjual, namun yang kuperhatikan justru anak lelaki kecil yang tertidur pulas. Seolah-olah sudah terbiasa dengan bau jengkol di sebrangnya, hidungku saja sudah kembang kempis berkali-kali, bawwuu 👃 . . Rasanya 31 ayat "Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan?" harus selalu digantung depan mata. (at Jl. Merdeka, Garut)
Hai Semut, Kenapa kalian suka yang manis? Aku kan jadi takut🙈🙈💩 🐜🐜🐜 Doa Nabi Sulaiman as. “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri ni’mat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. (QS. An-Naml : 19) *abaikan caption teratas*
"Kamu ngga kangen ortu, Al. Sekolahnya kok jauh jauh mulu?" :) "My mom hold my hand for a while, but she hold my heart forever" 💘💘💘 Nancep banget, Berapa jaminan kuantitas akan meningkatkan kualitas baktimu? Terus berbakti padanya, Yang dirinya sederajat di bawah Allah dan Rasullah. Yang namanya diulang tiga kali sebelum "Ayah" disebut. Orang Jepang berkata, Ada tiga macam manusia di dunia ini; laki-laki, perempuan, dan ibu. Karena bakti tak mengenal hari. Semoga sampai ia tiada pun bakti ini terus tertanam.
Merantaulah! Orang berilmu dan beradab tidak diam beristirahat di kampung halaman. Tinggalkan negerimu dan hidup asing (di negeri orang). -Imam Syafi'i Dapat salam dari rantauan Mesir, tunggu ya Bil aku bakal nyusul. Kaki ini udah ga betah berdiam diri. 👣Teruslah berjalan di jalan kebaikan, karena Allah berada pada jalan orang-orang yang berbuat baik👣 📷 : @nabiilahannisa
Jauh Lebih Bermakna
Saya tidak pernah merayakan ulang tahun seumur hidup saya. Serius. Tidak pernah satu kali pun saya secara sadar membuat pesta yang judulnya perayaan ulang tahun dan datangnya dari saya. Alasannya ada dua, dan sederhana saja. Pertama, karena memang tidak ada budaya merayakan ulang tahun di keluarga saya. Kedua, yang juga menjadi alasan untuk alasan pertama, karena ulang tahun bagi saya tidak penting-penting amat.
Apa sih pentingnya ulang tahun? Alibi beberapa orang, ulang tahun penting dirayakan untuk bersyukur. Evaluasi. Muhasabah.
Sayangnya (atau syukurnya) saya diajarkan untuk melakukannya setiap hari, minggu, dan bulan. Saya tidak merasa butuh momen khusus yang sifatnya tahunan untuk melakukannya.
Sebenarnya ada alasan lain. Tapi ini lebih pada bentuk penolakan pada kesalahan yang saya lihat di sekitar saya. Saya tidak suka melihat perayaan ulang tahun yang cuma pesta pora. Apalagi budaya ceplok telor, buang-buang terigu, atau lempar teman ke kolam. Lebih banyak sia-sia daripada manfaatnya. Seringkali tidak masuk akal di benak saya. Terlebih kalo isinya cuma buang-buang makanan, tawa-tiwi sana-sini, dan hura-hura haha-hihi. Bagi saya ulang tahun memang tidak sepenting itu. Sampai saya sadar satu hal. Semakin luas pergaulan, semakin banyak pula saya bertemu orang-orang. Dan diantara mereka, ada orang-orang yang punya ikatan emosional dengan ulang tahun. Bagi orang-orang tertentu, ulang tahun sangat penting. Bukan karena mereka ingin merayakannya, tapi karena setiap waktu yang mereka lewatkan benar benar tidak tergantikan nilainya. Mereka yang bahkan tak pernah yakin jika besok masih ada. Mereka yang setiap detiknya harus berjuang melawan penyakitnya. Karenanya ketika sampai di hari kelahiran mereka, tak ada yang pantas diucapkan selain syukur dan bergembira atas karunia-Nya. 18 November 2015 ini, saya ingin merayakan ulang tahun untuk pertama kalinya. Bukan dengan pesta, dan bukan untuk saya. Tapi untuk pahlawan kecil yang setiap detik hidupnya begitu berharga. Saya tidak butuh hadiah, tapi bantu saya memberi hadiah untuk dia. Saya ingin ulang tahun saya bisa membuatnya bahagia dan kuat melawan penyakitnya.
Namanya Siti. Umurnya 3 tahun, dan sejak usia 3 bulan, bola mata Siti berkilau dan membengkak. Saat diperiksakan ke rumah sakit, diagnosa dokter bilang Retinoblastoma.
Saat pertama diceritakan Mas Bowo dari Komunitas Taufan, saya sendiri yang anak biologi tidak tahu apa itu retinoblastoma. Bahasa simpelnya, Siti terkena kanker mata. Satu tahun lamanya Siti tak mampu berobat karena tidak punya kelengkapan administrasi sebagai pelengkap untuk mendapatkan kartu gratis pengobatan. Orangtua Siti bekerja sebagai pemulung.
Bola mata Siti semakin membesar dan pecah tanpa perawatan medis, hingga dengan getirnya kedua orang tua Siti menyaksikan kesakitan pada buah hatinya. Lalu dengan segala kemampuan, akhirnya Siti bisa menikmati layanan pengobatan gratis dari pemerintah hingga hari ini.
Siti sudah melakukan perawatan dengan kemoterapi hampir 2 tahun dan sudah melakukan operasi. Kini tinggal melakukan 1 kali lagi rangkaian kemoterapi untuk selanjutkan akan di lakukan evaluasi.
Saya tidak pernah ketemu Siti, tapi saya kenal mas Bowo dari Komunitas Taufan. Komunitas Taufan adalah Yayasan yang melakukan pendampingan untuk anak-anak penderita kanker, dan salah satu pasien dampingannya adalah Siti.
Komunitas Taufan mendampingi anak-anak ini untuk kebutuhan non-medis seperti memberikan supply makanan, biaya transportasi ke dan dari rumah sakit, boneka, buku cerita, dan apapun yang bisa membuat mereka bahagia.
Saya ingin ulang tahun kali ini saya rayakan untuk kebahagiaan Siti dan keluarganya.
Untuk membuat Siti kuat dan tidak takluk dengan penyakitnya.
Klik kitabisa.com/ulangtahuniqbal, klik tombol donasi dan bantu saya membuat ulang tahun kali ini jauh lebih bermakna.
Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu Siti dan keluarga dalam biaya transportasi dari dan ke rumah sakit untuk kemoterapi, susu kotak untuk kesehatan Siti, dan kebutuhan diaper. Target saya 1.500.000, tapi semakin banyak uang yang terkumpul maka semakin besar pula bantuan yang bisa kita berikan untuk Siti. Plus sebagai bagian dari gerakan Movember, I will grow my stache during November. Semoga bisa menjadi tren baru dalam merayakan ulang tahun.
Bantu dengan donasi dengan klik kitabisa.com/ulangtahuniqbal atau bantu Reblog untuk lebih banyak orang membantu.
"Piala bukan simbol kemenangan, ia hanya pemanis dalam perjuangan." Dramaga Sabtu, 31 Oktober 2015 (at Lapangan Rektorat Andi Hakim Nasution IPB Dramaga)
How the MBTI types will die
ENFP: Gets stabbed with the real knife instead of the prop knife
ESTP: Dies while attempting to jump over a shark's mouth on a motorbike
ENTJ: Assassinated by henchman
INTJ: Testing one of their inventions on self
INFJ: Empathically absorbs their friends' wounds
ENFJ: Heroic sacrifice to save humanity
ESFJ: House fire
ISFJ: Smothered by kittens
ISFP: Got a little too close to a bear on that nature hike :(
INFP: Pines away for their true love
ENTP: Sentenced to fight the slime creature for backsassing the evil overlord
INTP: Executed by the totalitarian government for intellectual crimes
ISTP: A duel. To the death. At dawn.
ISTJ: On the front lines defending their homeland
ESFP: Parties too hard
ESTJ: Old age.
"Udah mematikan, dibuang sembarangan lagi." Selamat Hari Libur🙋 Jangan lupa buang sampah pada tempatnya, everything has its home. Let me go home. Eh UTS dulu😎😎 #AforAliya #NoSmoking #RokokGakBikinHebat #BakarDuit #MelawanAsap