Kupu Kupu Indah🦋
Mungkin memang belum punya pencapaian yang menyilaukan mata, tapi ia bersyukur karena perlahan dimampukan untuk berusaha membahagiakan dirinya sedikit demi sedikit. Menyusun kembali sparks yang kemarin sempat kehilangan maknanya.
Perlahan berupaya menjadi kupu kupu indah dengan kepakan sayapnya, melintasi taman cantik setelah berjuang dan bertahan dalam kepompong sebagai ulat kecil yang menapaki jalannya seorang diri, ia bangga—katakan itu sebagai prosesnya bertumbuh.
Terbiasa ia berada pada mode fight yang ngga hanya cukup mikirin diri sendiri tapi kebutuhan orang banyak, yang ngga cuma harus kuat, tapi menguatkan orang lain menjadi kewajiban yang tak absen ia lakukan. Ia kadang tak hidup untuk dirinya sendiri.
Kini, perlahan ia sedang menikmati hidupnya, diberi ruang untuk benar benar hadir secara utuh untuk dirinya sendiri.
Membahagiakan dan meratukan dirinya dengan membeli makanan yang dari dulu ingin ia makan, padahal dulu ia cuma bisa melihatnya tersusun rapi di etalase toko. Membeli hal hal lucu yang sedari dulu ia lihat, namun tak pernah benar benar sampai karena ia tahu ada skala prioritas kebutuhan yang harus didahulukan. Membeli buku buku yang ingin terus ia reguk ilmunya, namun seringkali saat membalik buku, ia sadar dan kembali berjalan lagi.
Sebagaimana ia selalu membawa teduhnya pada sesiapa yang bernaung dibawah rindang hangat peluknya, kini ia hadirkan itu untuk dirinya sendiri. Pada tiap ketidaksempurnaan yang menandakan ia masih manusia. Pada tiap ketertundaan yang mungkin bagian dari penyempurnaan takdir-Nya. Pada tiap air mata yang berusaha ia tenangkan badainya. Ia percaya bahwa Allah selalu membersamainya.
Dengan hasil kerja kerasnya yang mungkin masih tak seberapa, tapi maha baik IA, selalu menghadirkan rasa cukup dan memberi kebahagiaan pada tiap satuannya. Besar-kecilnya semoga syukur selalu membersamai titipan nikmat yang telah diberikan-Nya pada kita..
Tuhanmu tidak meninggalkan dan tidak (pula) membencimu. Sungguh, akhirat itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan (dunia). Sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu sehingga engkau ridha. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu; mendapatimu sebagai seorang yang tidak tahu lalu Dia memberimu petunjuk; dan mendapatimu sebagai seorang yang fakir, lalu Dia memberimu kecukupan?
(QS. Ad Dhuha: 3-8)












