People will do you dirty then stalk you for the rest of their lives. 🧿
AnasAbdin
styofa doing anything
KIROKAZE
I'd rather be in outer space 🛸

PR's Tumblrdome
trying on a metaphor

titsay

JBB: An Artblog!
RMH
noise dept.
Today's Document
i don't do bad sauce passes
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Keni

oozey mess
Lint Roller? I Barely Know Her
Sweet Seals For You, Always

Andulka
Misplaced Lens Cap

Product Placement

seen from Indonesia

seen from Canada
seen from United States

seen from T1
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Germany

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Australia
seen from United States

seen from Australia

seen from Argentina

seen from Netherlands

seen from United States
seen from United States

seen from Brazil

seen from United States
@aloeferra
People will do you dirty then stalk you for the rest of their lives. 🧿
Dari semua hal lucu yang terjadi dihidup aku, dibenci sama istri orang adalah hal yang paling lucu.
Almost everyone respects me because who truly I’m. What Im doing in real life. Those CEOs calls me “Ibu Fera.” And that bitch call me, “Penggemar suamiku.” padahal dia-pun ikut menjadi penggemarku. Lucu. Lucu banget.
The fact that…
I don’t need darkness to keep shining,
I don’t need disappointment to stay grateful,
I don’t need sadness to feel happiness,
I don’t need to compete to be a winner.
I don’t need to lose myself to be found,
I don’t need noise to know my voice,
and…
I don’t need approval to know my worth,
Because I already am.
Ternyata, aku lah orang yang apa-apa nanya, “daijobu?” ke pasangan setiap saat.
Kalo dipikir-pikir, Islam tuh seru ya. Bayangin kamu ga kenal tetangga kiri kananmu tapi pas lebaran, kamu maaf-maafan.
Apalagi kalo kamu saling kenal. SERUUUU BGGGTTT KAN?!
I’m thankful for him, who always wakes up first to prepare everything I need.
I’m thankful for him, who always tells me about his future plans.
I’m thankful for him, for making me feel safe every day.
I’m thankful for him, for cleaning up and never pretending that he can’t.
I’m thankful for him, for always listening to my stories.
I’m thankful for him, for always speaking softly to me.
👧: menurutmu besok aku ikutan bukber ga ya?
🧔♂️: ga suka makanannya ya kamu?
👧: hehe
🧔♂️: hehe
Dan akhirnya besok tetap ikutan bukber.
When the snows fall and the white winds blow, the lone wolf dies but the pack survives.
Kemarin (5/2), setelah hampir 6 bulan tidak mendapatkan petuah Bang Mando, akhirnya kami bertemu kembali dengan kondisi mental yang jauh lebih baik.
Disclaimer terlebih dahulu, Armando adalah sosok pembimbing sekaligus manager yang mengajariku banyak hal. Untuk hal sepeleh entah itu soal public speaking ataupun sharing soal kerjaan.
Singkatnya, Armando ke kantor lamanya (sekarang Beliau sudah di kantor yang berbeda) untuk kepentingan soal laptop. Hanya beberapa menit namun aku “culik” ke restoran di kantor bersama seorang lagi temanku.
First impression bertemu Armando, jujur, masih kagum dengan pemikirannya yang tetap bijak. Dia bercerita bagaimana culture di kantornya membentuknya kembali. Sederhana saja, dimanapun kita, level apapun kita, ketika datang ke kantor baru, kita pasti akan belajar hal-hal baru lainnya.
Kali ini, dengan khasnya Armando, dia bawa ilmu baru diobrolan kami. Dia ngasih tau tentang grafik posisi kita sebagai karyawan berdasarkan produktivitas dan kebahagian. Hal yang dia dapatkan di kantor barunya dan dibagikan ke kami.
Untuk sumbu X bisa diganti dengan happiness dan sumbu Y diganti dengan Performance. Sebelumnya, berdasarkan grafik gambar di atas, kami selalu berada diposisi survival dan burnout. Kami ga mungkin bisa berada dilevel performance jika belum recovery.
Dari Armando juga aku membuat highlight tentang apa yang aku pelajari selama tidak bekerja dengannya;
1. Set boundaries. Sepeleh tapi ternyata impactnya besar sekali ke diri sendiri. Sebelumnya, orang bisa menghubungi aku kapan saja diluar jam kerja. Sekarang, jangan berharap banyak. Membuka Slack atau WhatsApp saat libur sudah Alhamdulillah. Kerja di hari kerja, libur di hari libur. Jangan dibalik!
2. Aku ga perlu tau banyak hal. Benar. Too much information can overwhelm us. We don’t need to dwell on things that aren’t relevant to our lives.
3. Ga semua issue kerjaan harus aku handle. This is important. Selama 2026 aku berfikir, jangan-jangan teamku tidak berkembang karena porsi informasi dan case yang ada aku hadapi semua. Bisa jadi bukan mereka yang lack of information, tapi, mungkin, aku yang memang tidak ‘berbagi kue’ dengan mereka.
Dari ketiga point, aku mulai membatasi diri untuk hal-hal yang memang tidak relevan. Dan aku jadi merasa tidak productive namun aku happy karena porsi kerjaku sesuai dengan apa yang memang seharusnya aku lakukan. That’s why aku bilang jika aku berada di level recovery. Tentu aku ada rasa tidak productive karena porsi pekerjaan yang sebelumnya aku lakukan sebanyak 150% berubah menjadi 90% karena ‘bagi-bagi kue.’
Selain itu, kami juga ngobrol tentang sosok. Betul, di kantor, banyak orang resign bukan karena perusahaannya tapi karena bos. Selaras dengan postingan di LinkedIn (https://www.linkedin.com/posts/vicarioreinaldo_kabur-dari-bos-ugcPost-7425350056398163968-zZiC?utm_source=share&utm_medium=member_ios&rcm=ACoAADiKnOYBKabN2Nv3qA9QGTz0hR4klMvlSyw), semenjak Armando resign, aku kehilangan sosok figur untuk brainstorming. Aku juga kehilangan sosok guru yang akan mengajariku banyak hal tentang apapun itu.
Figur bos hanya sebatas bos tanpa ada peran sebagai pemimpin yang mengarahkan apa yang harus aku lakukan ketika aku black out karena kerjaan.
Pernah aku ingat ketika pertama kalinya aku lead meeting dan presentasi dihadapan banyak C level, Armando selalu mengajak “meeting-meetingan” sampai aku terbiasa.
Sekarang? Tidak ada sosok yang akan mengajariku “first time” di dunia kerja. Bukan mendiskreditkan leadku yang sekarang, tapi jujur, dia mungkin akan berpikir hal yang sama karena sosok Armando memang seberbekas itu untuk kami yang bekerja dengannya.
One thing that I’ve learned about working with Armando. Kalau kamu baik dan something, mau diletakkan dimanapun, kamu tetap baik dan tetap menjadi something. Big or small depends on your environment.
Another happiness about meeting good people. Pembelajaran dari Armando akan tetap aku ambil yang baiknya dan buang yang buruknya. Walau buruknya sangat-sangat sedikit.
6/2
Baru selesai membaca buku Catatan Seorang Demonstran. Rasanya aneh membaca diary dari orang yang beberapa pola pikirnya berbeda dengan kita.
Tapi buku ini rasanya spesial karena beberapa hal.
Pertama, aku tau tentang Soe Hok Gie karena filmnya dengan judul GIE diperankan oleh Nicholas Saputra. Waktu itu aku menontonnya dengan Bapakku. Kesanku tidak banyak selain tentang demonstrasi dan ketampanan Nicholas Saputra. Umumnya orang mengenal Nicsap dari AADC, namun aku mengetahuinya dari GIE.
Kedua, kemarin (5/2), aku meninggalkan ruanganku untuk meeting. Ternyata aku meninggalkan tasku dengan keadaan terbuka. Salah seorang temanku, Jusac, melihat buku Catatan Seorang Demonstran dan dia kaget. Dia menungguku cukup lama sampai aku selesai meeting dan setelah aku kembali ke ruanganku, dia langsung menodongku dengan pertanyaan, “Menurutmu Soe Hok Gi seperti apa?”
Aku jawab dengan pandanganku sendiri seperti yang aku tuliskan di sini.
Soe Hok Gie adalah manusia yang menarik. Diumurnya yang masih sangat muda, melalui buku diarynya, dia menuliskan keresahannya tentang hidupnya sebagai minoritas. Dia sudah keminggiris sedari kecil. Tapi… pola pikirku dengan Hok Gie sangat berbeda. Dia seorang yang anti PKI dan anti Soekarno. Dia menaruh harapan kepada pemerintahan Soeharto dengan harapan Soeharto lebih baik.
Kita semua tau, harapan Hok Gie salah. Sebelum kematian Hok Gie, dituliskan beberapa penyesalannya terhadap rezim. Dia juga sempat membela beberapa tahanan PKI sampai ia dicap sebagai orang “PKI malam”.
Namun yang pasti, Hok Gie sangat berpihak dengan rakyat. Moralnya untuk rakyat.
Jusac setuju walau dia memang sangat kesal dengan sosok Soe Hok Gie. Selebihnya kami sepakat kalau Hok Gie adalah seorang minoritas yang bermoral dengan pemikirannya.
Catatan Seorang Demostran: bukan sebuah panduan untuk revolusi. Bukan juga sebuah bentuk kita suci untuk bermoral.
Buku yang melelahkan namun wajib untuk dibaca.
Mau seluruh dunia jahat, yang penting aku tetap aku.
In English, we say: "Overthinking." But in poetry, we say: "The storms in my head ruined the garden that my soul holds."
Kerja di kantor busuk itu ga sampe setahun. Udah 5 tahun yang lalu dan ketempelan sialnya sampe sekarang.
Kebahagiaan yang lo kasih ga seberapa. Ngasih beban batin dan mentalnya sampai sekarang.
いいことをリポストしたからって、いい人になるわけじゃない。
いつか一緒に行こう。青の絵の具も忘れるな。
Once I asked him how he was feeling. Was he happy?
He said, “I don’t really feel anything lately. Not happy, not sad, just flat. But today I’m happy because we’re going to PIK.”
And I just wish… she makes you happy on your flat days.
I hope you’re always happy, wherever you are.
Aku selalu berharap, apapun yang kamu lakukan, kamu tetap cemerlang. Disekelilingi orang-orang yang tak kalah cemerlang. ✨