Halo, kembali hadir di bulan November untuk platform tumblr aku yang sudah mengkhawatirkan.
Jangan lupa sholat 5 waktu dan jangan lupa minum. 😘
h

tannertan36
KIROKAZE
DEAR READER
Sade Olutola

❣ Chile in a Photography ❣
Three Goblin Art
almost home
Monterey Bay Aquarium
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

Origami Around
One Nice Bug Per Day
trying on a metaphor
No title available
dirt enthusiast
taylor price

Kiana Khansmith
Jules of Nature

⁂

if i look back, i am lost
seen from Qatar
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Congo - Brazzaville

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Türkiye

seen from Malaysia
@amerumel
Halo, kembali hadir di bulan November untuk platform tumblr aku yang sudah mengkhawatirkan.
Jangan lupa sholat 5 waktu dan jangan lupa minum. 😘
minta maaf
hari ini, qadarullah baba ketinggalan laptop. melihat di ujung tanah ini sedang ada bakaran sampah.
lingkungan rumah kami masih membakar sampah. bagaimana agar tidak membakar sampah? ya mencontohkan. huhu, sudah berkali-kali bilang bahwa asapnya mengenai bju yg sedang dijemur, tetapi berkali-kali dijawab, asapnya tidak mengarah ke baju yang sedang dijemur.
baiklah, ayo kencangkan doa supaya punya rumah sendiri dan keluar dari area ini, berdikari, aamiin.
hilang
katanya yang hilang kembali. tapi memang bener yang hilang bagi kita akan kembali kepada-Nya.
sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nya lah kami kembali. kalimat sebelumnya adalah kalimat untuk arti dari innalillahi wa inna ilaihi rooji'uun.
dari sekian momen yang menegangkan dalam hidup, kayanya momen di akhir bulan Mei kemarin adalah salah satu daftar momen yang paling menegangkan.
ponakan aku kecelakaan di hari Jumat dan meninggal di hari ahad. di ruang ICU. sebelumnya mau kasih rating 1 RSI dulu, karena pelayanannya lama banget. kayanya kalo kakakknya ga debat sama petugas rs, ponakan aku ngga akan pindah ke rs yang lain. bye, rsi.
ksekian kalinya
telingaku sudah tebal sekali. menghadapi kalimat kalimat menyakitkan, meski aku tau itu adalah kalimat membangun.
setiap ibu ad di rumahku pasti dateng ngomongin ini itu. terus ibu bilang: itu tandanya sayang mel.
aku bilang, kalo sayang mah dikasih duit atau tanah atau ngebiarin anak sama kelurganya merantau lagi.
sedih banget, hancur kayak dikoyak koyak.(?)
ya allah, izinkan kami punya rumah sendiri, rumah yang kami inginkan, aamiin.
mudik 2024
hah, ternyata mudik itu cukup lelah ahahhaa.
mengikuti trend mudik tahun ini, yang sudah kami rencanakan sedemikian rupa. ternyata arus balik sungguh di luar dugaan.
jadi lebaran tahun ini berbeda denga tahun lalu, kami sengaja ke rumah nenek kakek di Jatilawang naik bis dengan dua seats. it's okay, semua aman terkendali, berangkat malam dan alta tertidur di jalan. Perjalanan kurang lebih satu jam, arus jalan lancar alhamdulillah.
dua hari kemudian, kami mudik dengan bis yang berbeda menuju Magelang, perjalanan kurang lebih 5 jam. Macet. Daerah Gombong, selebihnya ramai lancar. 2 seats, alta bosan dan cukup terbantu karena kami duduk di nomor 1 2.
maa syaa allah, alta bosan di bis. lihat kendaraan, makan cemilan, mainan mobil mobilan dan main di kursi yang masih kosong. Kasihan tapi mau bagaimana.
alhamdulillah, semua lancar dan alta cukup kooperatif sih, beribu makasih untuk alta karena kami cukup bisa bernegosiasi dengan toddler.
cukup kewalahan juga karena sempit dua seats, jadi balik pulang kami book 3 seats.
lalu apa yang terjadi? capek. ahahaha, tapi cukup menyenangkan. kami sudah sedia jajan sedemikian rupa, nonton video, lihat kendaraan, main gunting, makan berat, makan ringan, dan tidur.
perjalanan pulang ini sangat berkesan sih, kami posisi 21 22 23, sampai bapak keneknya ngga percaya kalo kami pesankan satu seat unutk dia sendiri sampai kami bilang, "ini ada bukti tiketnya, mas"
ya sudah, tidak semua orang harus percaya dengan apa yang terjadi di kenyataan.
sesampainya di Kebumen, mulai macet. jalan sudah seperti siput. kata sopir dan kenek, biasanya jam 3 / 4 sore bis sudah harus masuk untuk dimandikan. Kemarin, jam setengah 10 malam, bis baru masuk dan harus jalan lagi jam satu. maa syaa allah, semoga bapak sopir dan kenek allah berikan kesehatan yang cukup dan dimudahkan segala urusannya aamiin.
sekitar jam 6 sore, orang-orang sudah mulai panik, sudah mulai menelpon sanak sodara, sudah mulai gelisah yang pastinya. aku dan suami gantian jaga alta, sebisa mungkin supaya alta tidak bosan.
allahumma baarik.
kami baru sampai rumah sekitar jam 10 kurang dari pool bus.
bis kami sengaja diputarkan jalannya lewat Kroya Adipala, karena menurut sopir dan kenek, lewat Buntu Sampang sangat sangat sangat macet sekali.
perjalanan tahun ini sungguh menjadi sebuah pelajaran baru aku dan suami. Bagaimana cara menghadapi anak yang sedang aktif-aktifnya, bagaimana cara menghadapi anak yang kebosanan. semoga di tahun depan, kita dipertemukan kembali oleh bulan ramadhan, dan semoga kita diberi kesempatan untuk berlebaran bersama orang-orang yang kita sayangi, aamiin.
pada dasarnya memang bahagia, akhirnya suami dapat kembali pulang ke kampung halaman ibunya dan aku jadi tahu daerah di sana. ahehe.
tidak kapok dan aku sadar tidak semua orang mau melakukan perjalanan seperti kami. tapi kami berusaha sebaik mungkin untuk pejalanan yang lebih baik kelak. aamiin.
halo oktober, assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.
rasa seperti sudak dekade aku melewatkan membagi tulisan di sini. aku akhir-akhir ini sedang rajin menulis perkembangan anak aku, calon pemimpin kelak. aamiin.
seru, jadi ibu sungguh seru. banyak hahaha nya dan banyak hiks hiks nya.
bersyukur sekali dihadirkan dua orang yang Allah izinkan mereka menempati ruang di kehidupanku.
semoga Allah memberikan kami rasa istiqomah agar tetap bersyukur atas segala hal yang telah ditakdirkan dalam kehidupan kami. aamiin.
menjadi dewasa dan menjadi tahu
ada dua hal yang aku soroti, menjadi dewasa dan menjadi tahu.
karena jarak kelahiranku dengan saudara saudaraku yang lain terpaut jauh, jadi saat kecil aku tidak tahu menahu tentang kejadian kejadian apa saja yang telah terjadi oleh mereka.
semakin dewasa aku menjadi semakin tahu, bahwa ternyata serumit ini. bahwa ternyata semakin dewasa aku menjadi tahu karakter asli mereka.
dulu aku menghindari hal-hal yang membuatku tidak nyaman, tapi sekarang karena semakin dewasa dan aku menjadi tahu, aku harus tidak nyaman.
menyampaikan perasaan, informasi, dan saling menegur untuk kebaikan, aku tahu ini hal yang sangat tabu di keluargaku, namun, ini adalah hal yang sangat biasa di keluarga orang lain.
semenjak menikah, aku mempelajari budaya keluarga di keluarga pasanganku. sangat berbeda, namun menjadi tahu, dan menjadi saling menjaga.
bismillah, ya Allah, semoga amel bisa menyampaikan ke saudara saudara amel demi kebaikan dan kesehatan bapak dan ibu. aamiin.
Sudahlah, perempuan itu memang takdirnya di rumah saja.
mengukur sendiri.
Jadi, tadi malem aku tidak tidur sama sekali karena aku tidak mengantuk. Aku rasa ini karena teh yang aku buat haha. Aku semalam membuat teh jahe + sereh + mint. Dan tidak ngantuk sama sekali. Baru ngantuk itu setelah subuh, itu aja jam set. 6 an baru ngantuk.
Nah, paginya ngantuk berat nih. Suami aku yang hebat ini pengertian banget maa syaa Allah. Alhamdulillah, dia take over ngurus Alta selama aku tepar.
Ada masa di mana tadi suami aku mau pergi, aku kira dia bawa Alta ternyata tidak. Aku bilang: baba belum pernah bareng sama alta 24 jam sih soalnya amel ngerasa bingung kegiatan buat alta apa, aktivitasnya apa aja. kasian alta punya bubu kayak amel.
Saat itu posisi aku baru bangun dan aku langsung mandi. Dia mengajakku pergi tapi aku menolak.
Lalu lanjut, siang hari, dia membawa Alta pergi dan niatnya menjemputku kembali untuk kami membeli sesuatu.
Ternyata suami aku ngantuk berat. Ya sudah, kami berdua tidur, sedang Alta masih segar bugar, belum ngantuk.
Sebelum kami tidur, sengaja aku menaruh makanan Alta di depan lemari tidur di dalam kamar. Aku tau, akhir-akhir ini Alta lagi dijaga ketat banget menu makan karena alerginya.
Jadi, aku ngga mau dia melewati sesuap nasi itu sendiri.
Aku sempat terbangun, tapi dia tidak sadar, aku lihat dia menyantap makanan yang aku siapkan. Dia makan sendiri, maa syaa Allah. Aku lanjut tidur lagi, Alta masih ngoprek ngoprek sana sini dengan tangan bekas pegang ayam. Gapapa.
Setelah itu dia diam diam mengambil gelas yang berisi air. Dia minum sendiri, dan lanjut main lagi. Ya Allah, anak aku sudah besar.
Aku ngga minta Alta saat itu juga. Aku ngga tau Alta sudah laar atau belum. Tapi ternyata ketika rasa lapar itu datang ternyata dia makan sendiri.
Dia mengukur sendiri takaran porsi makannya dia seberapa. Aku terharu hehe. Soalnya pas aku cek, ternyata ayamnya tidak sedikit dan nasinya juga! Alhamdulillah.
Sehat-sehat terus Alta sayang. Maafin baba sama bubu belum maksimal jadi orang tua alta, tapi kami berusaha buat jadi baba sama bubu alta yang lebih baik lagi besok dari hari ini. aamiin!
@amerumel | Cilacap, 17 April 2023. Sudah setahun sudah kami meninggalkan Bintan. Tempat di mana semua tempaan terjadi, tapi kami cukup merindukan tempat itu. Hihi, in syaa Allah suatu saat kami kembali main ke sana. aamiin.
hari ini si anak makannya lagi sedikit. aku masak, anak gamau makan. aku baper, ya kesel, ya sedih.
tiba-tiba di sore tadi, suami bilang: coba dipikir-pikir, dalam sehari berapa kali kita nyakitin hati alta?
jeder!
aku nangis. jadi, semua itu bukan salah si anak. tapi salah aku. aku ngga bisa masak enak. sedih banget. rasanya patah hati banget.
tapi, ngga apa-apa. berani ngelahirin si anak, berani dengan semua kondisi. salah satunya, si ibu harus terus menerus belajar.
belajar masak, belajar buat mainan sama si anak, belajar ina ini inu.
bismillah!
amerumel | Cilacap, 25 Maret 2023. tadi sore, aku nangis, liat aku nangis, si anak ikut nangis. kita berdua nangis pelukan. aku minta maaf sambil pelukan sama alta bikin aku makin sayang banget sama alta. doain bubu ya, sayang. bubu harus terus berusaha bikin alta mau makan banyak. aamiin.
tantangan demi tantangan
Bagi aku, memiliki keluarga sendiri adalah sebuah tantangan yang rentan waktunya seumur hidup.
Bagi orang lain, mungkin bisa dikatakan rejeki, keberuntungan, dan takdir yang harus selalu disyukuri.
Kalimat barusan, iya, aku setuju.
Tantangan memiliki keluarga sendiri adalah manajemen emosi yang setiap harinya berkembang. Setiap harinya ada saja kejutan yang membuatku emosi.
Harus dimaklumi, mel.
Iya, aku si pembelajar ulung, memaklumi apapun tantangannya. Levelnya pun berganti-ganti. Tapi justru itulah nikmatnya.
Doa demi doa berhamburan keluar dari mulut mengiringi tantangan demi tantangan.
Aku bersyukur, alhamdulillah. Apalagi menjadi seorang ibu banyak sekali yang harus dibahas kalau sudah emosi.
@amerumel | Cilacap, 2 Maret 2023.
everyday i wake up and plan on doing Things but then i just
belum siap
aku belum siap dengan diriku sendiri menghadapi orang lain yang membuat pikiranku kacau balau.
aku belum siap dengan diriku sendiri menghadapi perkataan orang lain yang membuatku gelisah tidak karuan.
aku belum siap dengan diriku sendiri bertemu langsung dan bertemu sendirian dengan orang lain yang sering membuatku sangat merasa bersalah.
aku mengerti, aku harus siap dan aku harus belajar.
aku mengerti, aku harus menjawab semua pertanyaan-pertanyaan mengganjal yang membuat orang lain semakin bertanya-tanya atas perilakuku.
jika sudah begini, sepertinya yang harus diperbaiki adalah aku.
aku sering membuat kesalahan, jadi aku yang harus berubah.
aku sering membuat orang lain kecewa atas perilakuku, jadi aku yang harus berubah.
segampang itu aku harus mengubah sifatku. apakah bisa?
keluar dari zona yang aku suka, sungguh sangat terpukul banget sih. kayak, aku gamau kehilangan sesuatu yang aku suka, aku gamau kehilangan semua rasa percaya orang lain ke aku di saat bersamaan.
aku seneng kok dengan apa yang aku lakukan, tapi di saat bersamaan ada orang lain yang aku sayangi yang dia ga suka aku kerjakan sesuatu yang menurutnya ga ada manfaatnya.
aku pikir ada, karena aku bisa asah kemampuan aku.
kecewa banget, aku kecewa berat. tapi aku harus lakukan, ngerjain sesuatu yang dia ga suka juga bikin aku ga nyaman. jadi, aku mending yang ngalah.
tapi, tetep, aku sayang temen-temenku di sana. makasih banyak atas ilmu-ilmunya.
suami aku masih menjadi prioritas utama.
dia tahu kalau aku adalah orang yang ekstrovert, sedang pada kenyataannya aku menjadi cukup introvert. aku tidak bisa bebas ke manapun aku mau pergi. aku tidak dapat menyalurkan energi dengan bertemu dengan teman-teman.
apa? apakah kamu masih memiliki teman, mel?
sepertinya tidak. mereka hanya menjadi pelengkap di linimasa media sosial. mungkin aku akan menyalahkan diri sendiri dengan pertanyaan: mengapa tidak kamu saja yang menyapa mereka?
jawabanku: aku takut.
aku takut, aku menjadi orang yang berubah. aku takut mereka justru menghindariku hanya karena aku sudah bersuami dan beranak. aku taku, aku dianggap tidak asik hanya ibu-ibu yang butuh hiburan.
hari ini aku diajak main, tapi ternyata yang mengajak dia kira aku akan menyusul. entah, dia memang benar-benar mengajak atau hanya berbasa-basi agar aku tidak kesepian?
aku iri melihat beberapa teman-temanku yang pergi teman-temannya yang lain tanpa membawa anak atau suami.
aku ingin pergi tanpa anak aku, ucapku. tapi suami berkata-kata yang membuatku semakin berpikir: egois banget lau, mel.
aku rindu diajak bermain oleh teman-temanku. aku sangat sangat sangat rindu. karena sejak menikah, temanku ya suamiku.
aku bisa diajak pergi, lho. anak aku alhamdulillah ikut bapaknya, kalem.
menunggu momen itu memang langka, ya. apalagi menjadi orang yang terlupakan sepertiku, ah sudah tidak ada harapan.
jadi, apa itu teman?
mendewakan circle memang salah, tapi lebih salah lagi, aku yang jarang menyapa.
“Realita kehidupan di usia dewasa ini sering membuat diri tertampar, bahwa apa yang kita kira akan mudah, ternyata sesulit itu. Apa yang kita kira akan berujung baik, ternyata kita lupa bersiap menghadapi yang hasil terburuk.”
—
Kurniawan Gunadi
Seiring berjalannya waktu, semakin banyak kejutan dari yang tidak disangka-sangka.
Baru saja aku menonton "Kau, Rabu, dan Perkara Perkara Sepintas Lalu".
Tiba-tiba aku teringat saat aku SD. Iya, kalau kita bicara tentang SD rasanya itu sudah bertahun-tahun yang lalu.
Aku lupa tepatnya kelas berapa, yang aku ingat, aku sangat suka hari Rabu. Itu berlanjut hingga aku SMA.
Berawal dari aku suka dengan seseorang teman di SD. Kami satu angkatan, berbeda kelas.
Aku menyukainya. Tapi aku tidak tahu dia menyukaiku atau tidak.
Dulu, kami sering bertemu di hari Rabu. Di tempat parkir sepeda, di jalan menuju masjid saat akan sholat dhuhur, dan di kantin belakang kelas.
Tidak spesifik kami bertemu secara berdua saja, ia sering bersama teman temannya dan aku sering bersama teman temanku.
Aku menuangkan memori ini hanya untuk dikenang, betapa dulu, aku suka hari Rabu.
Hari Rabu bagiku adalah hari keberuntungan. Walaupun di dalam islam, semua hari sama. Tapi, salah satu yang membuatku bersemangat untuk sekolah adalah hari Rabu, bertemu orang yang aku suka.
Lanjut saat di SMP, kami satu sekolah, satu kelas. Tidak ada lagi hari keberuntungan tapi aku tetap suka hari Rabu. Menyukai hari tidak perlu alasan kan?
Lanjut hingga SMA, kami satu sekolah, berbeda kelas. Dia kelas IPA, aku kelas BAHASA.
Aku tetap suka hari Rabu. Tapi saat di SMA, orang yang aku suka, ternyata menyukai orang lain. Patah hati. Seperti ada yang runtuh di dalam hati. Namun, kenyataan itu tidak menguburku untuk tetap suka hari Rabu.
Rabu bagiku menjadi daya tarik sendiri. Saat SMA, hari Rabu sore adalah hariku untuk berlatih di ekstrakulikuler pecinta alam. Aku suka. Aku teringat semua rasa patah hatiku, kutumpahkan ke dalam latihan itu.
Dari mulai berlari, push up, sit up, hingga berlatih memanjat wall climb.
Kuliah membuatku lupa, bahwa aku suka hari Rabu. Haha. Bagiku semua hari sama saja.
Tidak ada lagi aku suka dengan seseorang yang sama kala itu, tidak ada lagi hari keberuntungan, tidak ada lagi.
Magnet dari hari Rabu semakin sirna.
Hari Rabu, aku selalu suka dengan memori bahwa aku pernah sesuka itu dengan hari Rabu.
💞