Satu tahun terakhir saya mengalami peningkatan yang signifikan mengenai dunia sepak bola. Ya sebenarnya, dunia sepakbola bukan barang baru bagi saya, sejak SD saya terbiasa menemani Papa menonton bola. Papa yang juga aktif bermain sepakbola (bahkan pernah mengalami patah tangan saat bermain bola), menanamkan secara tidak langsung kepada kami tiga orang putrinya untuk menyukai bola.
Ya, waktu itu dipicu oleh Piala Dunia 1998. Kala ronaldo (bukan CR7) dengan kepala botaknya menjadi primadona bola. Saya ingat, pertandingan pertama bola tengah malam yang saya tonton ya final piala dunia waktu itu, Prancis vs Brazil, skor 3-1, untuk kemenangan ayam jantan.
Setelah itu, fanatik bola tetap berlanjut, ya masih hanya seputar serie A (Liga Itali), zaman-zamannya masa emas del piero, montela, totti, chievo, inzaghi, batistuta, crespo, vieri, dan teman-temannya. Bahakn kami ingat waktu itu, betapa sengsaranya mami yang minggu malam itu menyetrika tanpa bisa menonton sinetron, karena kami sibuk dengan pertandingan liga italia.
Saya sekamar bertiga dengan dua kakak saya. Dan juga terdapat tiga atribut klub sepakbola di kamar kami. Kakak tertua saya, Nana, ngefans abis sama batistuta, memasang lambang Fiorentina. Kakak kedua saya, Riri, pemain idolanya Inzaghi, memasang atribut juventus. Saya yang masih tidak mengerti, akhirnya disuruh papa saja untuk ngefans sama Vieri, dan dibekali satu poster (bonus majalah liga itali) di sebelah meja belajar saya.
Ada cerita lucu waktu itu, ketika majalah liga itali terbit setiap bulan tapi tidak sampai di bukittinggi ataupun padang. Maka, kami memesan langsung dari Pekan Baru melalui teman Papa yang berdomisili disana. Pernah waktu itu majalah tersebut kita titip dari saudara di Jakarta yang pulang ke bukittinggi. Perjuangan yang dapat diperhitungkan.
Yang paling fanatik bola dianatara kami bertiga adalah riri. Kakak saya itu, saking ngefans sama inzaghi, dia membuat tiga jilid makalah megenai inzaghi. Sepulang sekolah, singgah ke tukang loak koran, mencari-cari potongan foto-foto atau cerita sang "pippo" tercinta. Setiap jam 6 pagi selalu menyetel CNN untuk melihat hasil pertandingan tengah malam. Ia juga akrab dengan pak dang (Suami kakak Mami) mengobrol membahas perkembangan serie A. Salut...saaluutt..
Namun setelah kakak saya Riri kuliah ke Unpad tahun 2000, kami jarang berkumpul bertiga. Riri hanya pulang sekali 6 bulan ke rumah. Pada tahun 2001, Papa meninggal dan tahun 2002 saya pindah rumah ke pintu kabun. Keadaan-keadaan ini membuat kami tidak lagi mengikuti perkembangan bola. Ya, hanya sekedar mengikuti piala dunia atau euro saja. Tidak ada lagi menonton bersama minggu malam dan mengumpulkan aksesoris-aksesoris klub. Bisa dibilang pada saat itu, sudah habis kecintaan kami akan bola.
Nah, semenjak berpacaran dengan pacar yang sekarang ini, ya sekitar 1.5 tahun yang lalu, sepakbola mulai menyeruak lagi dalam hidup saya. Si pacar yang notabenenya juga aktif bermain futsal dan sepak bola, sering mengajak nonton bola bersama sebagai salah satu bentuk kencan kami. Saya pun sedikit banyak jadi mengetahui kembali perkembangan dunia bola saat ini. Pacar seorang juventini dan gunners sejati secara tidak langsung mendoktrin saya dengan kehebatan tim-timnya. Saya yang sebelumnya telah menjadi barcelonista pun tak mau kalah. (Meskipun, tidak jelas juga apa sejarahnya saya ngefans sm barcelona, ya waktu itu iseng saja pada liga champion 2010-2011 mencari2 tim mana yang akan dijagokan, dan jreng jreng pilihan saya jatuh di barcelona).
Akhirnya saya menyadari betapa serunya menonton pertandingan sepak bola, bahkan saya juga spontan teriak-teriak, walaupun nonton sendiri di kosan. hihihihihihii. Pada akhirnya, karena jam tayang liga inggris masih terasa normal, (jam 7,9,11 malam), jadi saya banyak ikut menontonnya bersama pacar. Padahal dulu, saya heran, mengapa orang bisa betah menonton bola, sungguh membosankan. Saya yang awam dengan liga inggris, dari dulu tidak pernah tau tentang liga ini menjadi lugu dan polos saja. Si pacar yang Arsenal sejati sering menceritakan kehebatan timnya dan akhirnya pun saya menyadari, meskipun telah berusaha menjadi fans United (karena ada persie ganteng), tapi suara hati tak dapat dielakkan. Selalu saya ingin membela arsenal dan ingin Arsenal menang. Yaapp, sekarang saya menjadi bagian fans Arsenal.
Perjalanan kehidupan mengantarkan saya untuk S2 di kota pelajar Yogyakarta. Karena tidak punya kendaraan pribadi dan aktfiitas kuliah yang tidak terlalu padat, membuat saya butuh melakukan sesuatu untuk menghabiskan waktu. Dan saya pun menghabiskannya dengan membaca artikel-artikel bola dan mengikuti perjalanan tidak hanya liga inggris saja, tapi juga liga itali, liga spanyol, liga champion, capital one cup, copa del ray dan lain-lain. Yaa, jobless ini telah menjadikan saya seorang penyuka bola. Fanatik pun tidak, saya juga tidak akan menonton pertandingan bola tengah malam, tapi pasti besoknya saya akan baca semua artikel terkait pertandingan semalam. Mengikuti gosip-gosip atau perbincangan hangat mengenai sepakbola saat ini.
Pacar pun sekarang pusing dengan kesibukan baru saya. Terkadang pertanyaan-pertanyaan saya seputar bola dia menjadi malas menjawabnya. Bahkan sekarang, hasil dan jadwal pertandingan lebih update an saya ketimbang dia. Dia stres melihat perubahan saya ini. Hahahhaa. Tapi harusnya dia mesti bertanggung jawab juga, karena salah satu penyebab hal ini terjadi ya faktor dia.
Begitulah, terserah semua mau bilang saya fans karbitan, lha emang bener saya karbitan, baru ngefans nya juga musim ini, hihihihihii. Saya adalah seorang pecinta Arsenal dan barcelonista sejati. Dan inilah daftar pacar-pacar saya saat ini.
Neymar (gosipnya mau jadi pemain barca),
*langsung galau liat foto cakep cakep*
i love uuu aaaallllllllllll :* :* :* :*