Mencintai itu seharusnya setara, aku berprasangka kita tidak. Bukan, bukan aku, tapi nyatanya engkau. Bagaimana bisa kita mengukur kedalaman hati seseorang yang pintunya selalu tertutup. Bagaimana bisa kita menghadang badai bersama, sementara kita terpisah. Kau masih terkunci di dalam sana sementara aku di luar sendirian. Ternyata badai itu hanya untukku, aku yang harus melewatinya sendirian.









