Latihan menembak sebelum pulang ke bandung. @KJP Sukanegara (at Sukanagara Cianjur Selatan)
𓃗
sheepfilms
Sade Olutola

@theartofmadeline
The Bright Sessions
Fieri Frames
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

if i look back, i am lost
No title available
🩵 avery cochrane 🩵
No title available
todays bird
art blog(derogatory)
Cosimo Galluzzi
occasionally subtle

Jimmy Eat World
Mike Driver
EXPECTATIONS
Interview Vampire Daily
Cookie Run:Kingdom Official!
seen from Colombia

seen from Italy
seen from Venezuela
seen from United States

seen from Türkiye

seen from Nepal

seen from United States
seen from Philippines
seen from United States

seen from Russia
seen from United States

seen from Türkiye

seen from United Kingdom
seen from India

seen from Senegal
seen from Türkiye
seen from Serbia

seen from Vietnam
seen from United States
seen from Indonesia
@andikusnawan-blog
Latihan menembak sebelum pulang ke bandung. @KJP Sukanegara (at Sukanagara Cianjur Selatan)
Bungkus dan Isi
Oleh Ustadz Dr. Amir Faishol Fath
Hidup akan sangat melelahkan, sia-sia dan menjemukan bila pikiran hanya digunakan untuk mencari dan mengurus BUNGKUS-nya saja dan mengabaikan serta mengacuhkan ISI-nya.
Apa itu “BUNGKUS”-nya dan apa itu “ISI”-nya?
“Rumah yang indah” hanya bungkusnya. “Keluarga bahagia” itu isinya.
“Pesta pernikahan” hanya bungkusnya. “Sakinah, mawadah, warahmah” itu isinya.
“Ranjang mewah” hanya bungkusnya. “Tidur nyenyak” itu isinya.
“Kekayaan” itu hanya bungkusnya. “Hati yang bahagia” itu isinya.
“Makan enak” hanya bungkusnya. “Gizi, energi, dan sehat” itu isinya.
“Kecantikan dan Ketampanan” hanya bungkusnya. “Kepribadian dan hati” itu isinya.
“Bicara” itu hanya bungkusnya. “Amal nyata” itu isinya.
"Buku” hanya bungkusnya. “Pengetahuan” itu isinya.
"Jabatan” hanya bungkusnya. “Pengabdian dan pelayanan” itu isinya.
"Kharisma” hanya bungkusnya. “Ahlaqul karimah” itu isinya.
"Hidup di dunia” itu bungkusnya. “Hidup sesudah mati” itu isinya.
Utamakanlah ISI-nya. Namun rawatlah BUNGKUS-nya.
Jangan memandang rendah dan hina setiap BUNGKUS yang kita terima, karena berkah tak selalu datang dari BUNGKUS kain sutera, melainkan juga datang dari BUNGKUS koran bekas.
Janganlah setengah mati mengejar apa yang tak bisa kita bawa mati………
Semoga menjadikan muhasabah diri kita semua.
Dialog Profesor dan Ruang untuk Kopi
Seorang profesor berdiri di depan kelas filsafat. Saat kelas dimulai, dia mengambil toples kosong dan mengisi dengan bola-bola golf. Kemudian, ia berkata kepada murid-muridnya :
“Apakah toples sudah penuh?”
“Ya,” sahut mereka ramai.
Sang profesor menuangkan batu koral ke dalam toples dan mengguncang-guncangkannya dengan ringan. Batu-batu koral itu lalu mengisi tempat yang kosong di antara bola-bola golf. Kemudian, dia bertanya lagi kepada murid-muridnya :
“Apakah toples sudah penuh?”
Mereka setuju, “Ya.”
Dia menabur pasir ke dalam toples. Pasir pun kemudian menutup semuanya. Profesor sekali lagi bertanya apakah toples sdh penuh.
Para murid berkata, “Yes!”
Kemudian, dia menuangkan dua cangkir kopi ke dalam toples dan secara efektif mengisi ruangan kosong di antara pasir. Para murid tertawa dan menganggap itu lelucon belaka.
“Saya ingin kalian memahami bahwa toples ini mewakili kehidupanmu. Bola-bola golf mewakili hal yang penting, seperti Tuhan, keluarga, anak-anak, dan kesehatan. Jika yang lain hilang dan hanya tinggal mereka maka hidupmu masih tetap penuh.”
Ia lalu diam sejenak.
“Batu-batu koral adalah hal-hal lain seperti pekerjaan, rumah, dan mobil. Pasir adalah hal-hal yang sepele.”
Sang profesor memandang murid-muridnya yang terdiam. Sunyi.
“Jika kalian pertama kali memasukkan pasir ke dalam toples maka tidak akan tersisa ruangan untuk batu-batu koral ataupun untuk bola-bola golf. Hal yang sama akan terjadi dalam hidupmu. Jika kalian menghabiskan energi untuk hal-hal yang sepele, kalian tidak akan mempunyai ruang untuk hal-hal yang penting buat kalian.”
“Jadi, beri perhatian pada hal-hal penting untuk kebahagiaanmu. Bermainlah dengan anak-anakmu. Luangkan waktu untuk check up kesehatan. Ajak pasanganmu untuk keluar makan malam. Berikan perhatian terlebih dahulu kepada bola-bola golf. Hal-hal yang benar-benar penting. Atur prioritasmu. Baru yang terakhir, urus pasirnya.”
Salah satu murid mengangkat tangan dan bertanya :
“Kopi mewakili apa, Prof?”
Profesor tersenyum, “Saya senang kamu bertanya. Itu untuk menunjukkan kepada kalian bahwa sekalipun hidupmu tampak sudah sangat penuh, tetap selalu tersedia tempat untuk secangkir kopi bersama sahabat.”
Profesor dan kopi. Awal baca judulnya dikira ini kisah Prof fenomenal Unpad.
keren :D
Secangkir kopi bersama sahabat 😊
Jadii kapan terakhir baca??
O Allah, the turner of the heart, keep our heart firm to You
see more posts at muslimagnet!
Merelakan segala yang hilang dan pergi… Berarti membuka pintu bagi yang lebih baik dan baru… Dunia ialah aliran ujian; jangan henti memaknainya… (Salim A. Fillah)
Russian Photographer Captures The Cutest Squirrel Photo Session Ever
Photos by ©Vadim Trunov - Via Bored Panda
Weekend inspiration. -Emily
Squirrel know how to snu
ga kuat lucunya’‘
Lucuamattt
ALASAN KEBANYAKAN ORANG TIDAK MENCAPAI PUNCAK ADALAH KARENA MEREKA BERHENTI TERLALU CEPAT WALAU PUNCAKNYA TERBUKA LEBAR ~ Robert T. Kiyosaki
sumber gambar : hdrphotos.com
musliMagnet tumblr | @musliMagnet | Facebook
tempat paling jauh adalah masa lalu, tempat paling dekat adalah masa depan mengapa paling jauh masa lalu? karena tidak ada kendaraan untuk mencapainya
~ Imam Ghazali
musliMagnet tumblr | @musliMagnet | Facebook
Good things are worth striving for
Perjuangan.
Cinta itu memberi, bukan meminta. Kau tak perlu meminta, karena orang yang kau cintai—jika ia mencintaimu—akan memberi secara alami. Begitu pula dengan dirimu; tanpa diminta kau pun akan memberi. Cinta itu saling memberi, bukan saling meminta.
(via tumbr1)
kebaikan itu kebaikan, walau kecil mestilah didukung dan didoakan | yang baru mulai berhijab, disemangati agar syar’i, yang belum dibantu :)karena bisa jadi senyuman kita, pujian kita, dukungan kita...
Perbanyaklah kebaikan dalam setiap waktu yang berharga dalam kehidupan ini karena bila tidak, maka banyak keburukan yang akan mengisinya dengan atau tanpa disadari.
Sumber : Postingan kawan di grup WhatsApp, Sabtu, 24 Januari 2015.
Semoga bermanfaat dan ada hikmahnya. :-)
It’s nice to see you in happiness. Good luck!
Fear kills more dreams than failure ever will.
TheDailyPositive.com (via thedailypozitive)
Noted!
(via spektrumcahaya)
Sebelum Anda Mengeluh
Hari ini, sebelum Anda berniat untuk mengucapkan perkataan buruk Pikirkanlah seseorang yang ditakdirkan tidak bisa berbicara Sebelum Anda mengeluhkan rasa makanan pikirkanlah seseorang yang tidak punya makananan sama sekali Sebelum anda mengeluh tidak cukup akan sesuatu Pikirkanlah seseorang yang harus mengemis di pinggir jalan Sebelum anda mengeluh tentang perkara yang buruk Pikirkanlah seseorang yang sekarang dalam keadaan terburuk dalam hidupnya Sebelum anda mengeluh tentang suami/istri anda Pikirkanlah tentang seseorang yang menagis sedih, memohon pasangan hidup kepada Allah Hari ini, sebelum Anda mengeluh tentang kehidupan Pikirkanlah orang yang telah meninggal dunia Sebelum Anda mengeluh tentang putra-putri anda Pikirkanlah tentang seseorang yang ditakdirkan untuk tidak memiliki putra-putri Sebelum Anda marah karena rumah yang kotor danm tidak ada yang membersihkan Pikirkanlah tentang orang yang harus tidur di pinggi jalan Sebelum anda mengeluh tentang jarak yang harus ditempuh saat mengemudi Pikirkanlah orang yang harus berjalan menempuh jarak itu Sebelum anda mengeluh lelah dan mengeluh tentang pekerjaan anda pikirkan seorang penganguran, seorang yang sulity mencari pekerjaan, dan seseorang yang menginginkan pekerjaan anda sebelum Anda menuduh seseorang atau tidak setuju terhadap pendapatnya ingatlah bahwa tiada seorang pun hidup tanpa dosa dan cela dan kita akan menghadap dan menjawab pertanyaan dari Tuhan yang sama
<The Inspiring Words> Note fb kamus 'NolSembilan'
Ketidaktahuan itu indah. Ia membuat kita berdoa terbaik, berniat terbaik, berupaya terbaik, bertawakkal terbaik, bersyukur & sabar terbaik.
Salim A Fillah (via indrikhairatip)
Indah..
(via pratamidiah)