Masih ingat film Doraemon yang satu ini? Yup, stand by me.. Entah mengapa, menurut saya, dari semua scene yang pernah saya tonton dari film serial Doraemon, film inilah yang paling bagus, karena di dalam film inilah diajarkan banyak pelajaran hidup. 1. Tentang kerja keras Nobita untuk dapat meraih apapun tanpa harus mengandalkan "alat" 2. Tentang keikhlasan Doraemon dan kepatuhannya terhadap visi misi awal yang dia emban. Setelah Nobita bahagia, dia pun pergi, tanpa pamrih, meski sedikit.. Dan, pelajaran yang lain yang juga berkesan untuk saya, adalah.. 3. Tentang ketulusan cinta Shizuka.. Hehe Lalu, kalau msh ada yg mempertanyakan "masih adakah perempuan seperti Shizuka?" Jawabannya: masih banyak, bahkan mungkin mereka ada di sekeliling kita.. Coba tengok Ibu kita, kakak kita, tante kita, atau bahkan istri kita... Tak sedikit bukan dari mereka yang semasa hidup bersama orang tua nya masing-masing serba berkecukupan? Ya cukup (jika tdk mau dibilang lebih). Kemudian, ketika harus memutuskan untuk menikah, mereka dengan rela meninggalkan segalanya, ya segalanya. Dan hanya membawa sepenggal do'a dan ridho dari orang tua. Mereka rela, hidup dengan menyewa rumah sepetak, yang tadinya dimasakkan jadi harus belajar memasakkan, yang tadinya dirawat menjadi merawat, jangankan kendaraan, bahkan mungkin alas tidur pun seadanya.. Tidakkah itu merupakan satu dari sekian banyak pengorbanan yang dapat disebut "melengkapi kekurangan pasangannya.." Jadi, wajar saja, jika ada perempuan yang akan menangis ketika menyaksikan scene ketika Shizuka minta izin untuk menikah kepada Ayahnya... Karena sebenarnya, mereka merasakan apa yang Shizuka rasakan malam itu.. Andai menikah itu bukan suatu sunnah yang dianjurkan, mungkin ada begitu banyak anak perempuan yang enggan untuk menikah, karena begitu besarnya hal-hal yang harus ia tinggalkan.. Ini, bukan hanya perkara harta, tapi juga perkara iman. Tidak sedikit juga bukan, mereka yang tinggal bersama dengan orang tua yang cukup kondusif keislamannya, tetiba harus hidup dengan seseorang yang baru saja dikenalnya beberapa bulan yang lalu? Ah, teman, jika saja engkau lelaki yang akan dan telah menikah, lihatlah istrimu nanti, lihatlah ia.. Dan katakan dalam hati, cuma dia yang bahkan rela meninggalkan segala kenyamanan yang diberikan orang tua nya untuk melanjutkan hidup dalam ketidakpastian dengan seseorang yang baru dikenalnya kemarin lusa.. Dan seseorang itu, adalah: saya... Cuma dia, bukan perempuan lain... Jakarta, 05 Januari 2015 Ditemani bisunya dinding kamar