9 Desember 2017 . Semoga aku bisa menjadi alasan bahagiamu setiap hari. Selamat datang penyempurna separuh agamaku. Mari bertumbuh bersama di ladang pahalaNya. InsyaAllah, kamu pilihan terbaikNya menjadi pasangan sehidup sesurgaku ❤
YOU ARE THE REASON
Sade Olutola
macklin celebrini has autism
cherry valley forever
ojovivo
Jules of Nature
RMH
Lint Roller? I Barely Know Her
Sweet Seals For You, Always
todays bird

JVL

Janaina Medeiros
h
TVSTRANGERTHINGS
Game of Thrones Daily

titsay
art blog(derogatory)

izzy's playlists!

Origami Around
Fai_Ryy

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Portugal
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from India

seen from Austria
seen from Nigeria
seen from Kazakhstan

seen from United Kingdom
seen from United States
@anisamulyati
9 Desember 2017 . Semoga aku bisa menjadi alasan bahagiamu setiap hari. Selamat datang penyempurna separuh agamaku. Mari bertumbuh bersama di ladang pahalaNya. InsyaAllah, kamu pilihan terbaikNya menjadi pasangan sehidup sesurgaku ❤
Sempurna sudah separuh agamamu mba Ike. Selamat bertumbuh di ladang pahalaNya. Semoga menjadi pasangan sehidup sesurga aamiin :)
.
Bridesmaids’ dress by @shamsia.idn
Pict by @motomideo.project
Wejangan dari Ayah
Malam itu Ayah banyak bercerita, juga memberi beberapa wejangan untuk kuingat dan kulaksanakan kelak ketika aku menjadi seorang istri dan ibu bila beruntung. Pesan Ayah mungkin terdengar sederhana, tapi sangat penting dan berarti untukku. Barangkali tulisan ini akan mengingatkan jika kelak aku lupa pesan beliau. Kurang lebih begini pesannya :
Hubungan rumah tangga dasarnya adalah kepercayaan dan keterbukaan. Maka, jangan sesekali menutupi sesuatu yang nantinya bisa berakibat fatal. Terbukalah pada suamimu kelak, tentang apa saja. Sekalipun sesepele penghasilan yang ingin kauberi untuk orang tua kalian. Ridho suami itu segalanya bagi seorang istri. Jangan lupa meminta ijinnya untuk segala sesuatu yang ingin kaulakukan.
Orang tuanya adalah orang tuamu. Sayangi orang tuanya sebagaimana kamu menyayangi ayah dan ibu. Mereka orang tuamu, bukan hanya orang tua suamimu.
Jangan jadi istri yang suka membangkang. Terimalah apapun yang diberi suamimu. Jangan sampai sikapmu menjadi penghalang rejeki yang Allah beri. Hargai dan hormati suamimu. Ingatlah, sesakit dan sepahit apapun kehidupan yang akan kamu jalani kelak, terimalah dengan ikhlas.
Tugasmu bukan hanya melahirkan dan membesarkan anak. Yang utama adalah bagaimana kamu mendidik mereka menjadi generasi sami'na wa atho'na. Prestasi dan materi bukanlah hal penting bila tujuan rumah tanggamu adalah Jannah-Nya.
Bila dia datang melamar, jangan kautolak dia. Bersegeralah, semoga Allah mengijinkan ayah untuk menyaksikan dan menjadi wali pernikahanmu.
Aku hanya bisa terdiam menahan tangis dan mengangguk sesekali. Tak ada banyak kata yang bisa kuucap. Entahlah.
*
Pada akhirnya, akan ada kesadaran bahwa memendam sebuah perasaan adalah bukan suatu hal yang mudah.Butuh kekuatan berhari-hari untuk terus menyiapkan diri, membersihkan ruang hati, bahkan pura-pura menutupi pada apa yang sebenarnya telah terjadi.
Akan ada resah yang dipaksa tabah. Akan ada rasa khawatir yang terlampau getir. Akan ada rasa cemas yang kian memanas. Bahkan disapa rasa cemburu yang menderu.
Pada akhirnya bimbang pun datang. Akankah diutarakan, atau dibiarkan? Bukankah laki-laki kadang tak mengerti apa isi hati seorang wanita, dan sebaliknya. Saat tak ada kata saling bicara, keduanya hanya bisa menebak-nebak dari luar saja, tak akan tahu seperti apa isi didalamnya. Bukankah laki-laki juga tak bisa begitu saja membaca isi kepala seorang wanita, sebagaimana sebaliknya yang dirasa oleh seorang wanita?
Dan saat keberanian datang untuk sekedar mengutarakan, mengungkapkan, menyampaikan isi dari sebuah perasaan. Meski harus melawan ego, melawan malu, melawan gengsi, melawan debar yang ada didalam diri. Resah itu akan runtuh, dan lega yang akan melanda.
Tak butuh lagi sebuah jawaban akan pertanyaan-pertanyaan yang sebelumnya tersimpan. Tak peduli lagi akan apa yang akan terjadi setelahnya. Pengungkapan bukanlah sebuah kesalahan, itu hanya penafsiran dari sebagian keberanian.
Bukankah waktu tak pernah memberitahu kabar apa yang akan terjadi menit setelahnya? Bisa jadi Tuhan ingin mengajarkan apa pentingnya saling berkata, apa perlunya saling bicara.
Dan sekali lagi, terimakasihlah pada diri sendiri yang telah berani mengatakan meski sambil melawan.
Dan sekali lagi, terimakasihlah pada hati yang tidak lagi menbak-nebak akan apa isi sebuah hati.
Mengatakan kejujuran memang tidak mudah. Karena itu, berusahalah.
@anisamulyati :)
I've been there :')
SEKILAS TERDENGAR BIASA TAPI BISA BERBAHAYA
1. Saudara laki-lakinya bertanya saat kunjungan seminggu setelah adik perempuannya melahirkan : “Hadiah apa yang diberikan suamimu setelah engkau melahirkan?” :Tidak ada,“ jawab adiknya pendek. Saudara laki-lakinya berkata lagi, "Masa sih, apa engkau tidak berharga di sisinya? aku bahkan sering memberi hadiah istriku walau tanpa alasan yang istimewa”.
Siang itu, ketika suaminya lelah sepulang dari kantor menemukan istrinya merajuk di rumah. Keduanya lalu terlibat pertengkaran. Sebulan kemudian, antara suami istri ini terjadi perceraian.
Dari mana sumber masalahnya? Dari kalimat sederhana yang diucapkan saudara laki-laki kepada adik perempuannya. ———
2. Saat arisan seorang ibu bertanya, “Rumahmu ini apa tidak terlalu sempit ya, Jeng? bukankah anak-anakmu banyak?”.
Maka, rumah yang tadinya terasa lapang, sejak saat itu, mulai dirasa sempit oleh penghuninya. Ketenangan pun hilang saat keluarga ini mulai terbelit hutang kala mencoba membeli rumah besar dengan cara kredit ke bank. ———-
3. Seorang teman bertanya, “Berapa gajimu sebulan kerja di toko itu?”. Ia menjawab “1,5 juta rupiah”. “Cuma 1,5 juta rupiah?? sedikit sekali ia menghargai keringatmu. Apa cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupmu?”.
Sejak saat itu ia jadi membenci pekerjaannya. Ia lalu meminta kenaikan gaji pada pemilik toko, pemilik toko menolak dan malah mem-PHK nya. Kini ia malah tidak berpenghasilan dan jadi pengangguran. ———-
4. Seseorang bertanya pada kakek tua itu, “Berapa kali anakmu mengunjungimu dalam sebulan, Kek?” Si kakek menjawab, “Sebulan sekali”. Yang bertanya menimpali, “Wah… keterlaluan sekali anak-anakmu itu. Di usia senjamu ini seharusnya mereka mengunjungimu lebih sering”.
Hati si kakek menjadi sempit padahal tadinya ia amat lapang dan rela terhadap anak-anaknya. Ia jadi sering menangis dan ini memperburuk kesehatan dan kondisi badannya.
Apa sebenarnya keuntungan yang kita dapat ketika bertanya seperti pertanyaan-pertanyaan di atas?.
Karena itu, *jagalah diri dari mencampuri kehidupan orang lain*. Mengecilkan dunia mereka. Menanamkan rasa tak rela pada yang mereka miliki. Mengkritisi penghasilan dan keluarga mereka, dst… dst…
Kita akan menjadi agen kerusakan di muka bumi dengan cara ini. Bila ada bom yang meledak cobalah introspeksi diri, bisa jadi kitalah yang menyalakan sumbunya.
Pengingat yang baik...
Takut boleh, kapok jangan
@obatpenenang
Tidak mudah tapi pasti bisa!
Membatasi seminimal mungkin komunikasi dan interaksi kepada yang bukan mahrom baik di dunia nyata maupun maya.
Luka Tak Berdarah
Selamat menikmati. Itu hadiah terbaik yang pantas kamu dapatkan ketika harapmu pada sesuatu melebihi cintamu padaNya.
Tidak apa-apa, Tuhan.
Kadang kita terlalu sibuk mendikte Tuhan tentang sesuatu yang menurut kita baik, padahal pada kenyataannya belum tentu sesuatu yang menurut kita baik itu adalah memang baik. Kita sering lupa bahwa segala sesuatu yang terjadi di hidup kita hari ini adalah sekumpulan rencanaNya yang sudah tertulis sejak lama. Dan hasil pilihan kita sendiri. Jika hari ini sedang mengalami kesulitan, tetaplah berbaik sangka. Jika hari ini sedang dalam keadaan bahagia, tetaplah bersyukur. Jika segala sesuatu yang kita impikan masih butuh waktu lama, bersabarlah. Jika harus lebih sabar menunggu waktu yang tepat untuk dibersamakan dalam ikatan yang halal dengannya, sungguh aku tidak apa-apa, Tuhan. Karena Engkau Maha Tepat Waktu.
Jika hal ini justru jauh lebih mendekatkan diriku padamu pun tidak apa-apa, Tuhan. Hal terpenting ada ridhoMu di setiap langkahku.
Sabar dan bersabarlah. Sesuatu akan datang di waktunya masing-masing. Bukankah sekuat apapun kita mengusahakan malam ketika fajar baru saja terbit, itu tidak akan terjadi begitu saja bukan? Kita tetap harus menunggu waktunya tiba, melewati siang dan sore yang mungkin akan sangat terik. Perumpamaannya sesederhana itu. Jadi, bersabarlah 😊
Jatuh cinta adalah rasa yang harus disyukuri bukan ditakuti. Tapi, tetap harus dijaga. Agar amanah terindah itu bisa menjadi timbangan baik di akhirat kelak :)
Semoga saya bisa menjadi alasanmu berbahagia setiap hari.
Saya tidak muluk-muluk bisa membahagiakanmu setiap waktu, tapi saya pikir, setiap hari saja sudah cukup. (via halamanbercerita)
:)
"LARI"
Entah untuk kesekian kalinya ikut perlombaan ini. Tapi, hingga kini gelar sang juara belum satu pun diraih. Berkali-kali masih jatuh. Parahnya selalu terjerumus pada lubang yang serupa. Ah, cupu sekali. Iya, lari. Lari dari masalah. Dan masalah itu dia. Eh, bukan. Dia gak salah apa-apa. Hanya aku yang berambisi. Lari (lagi). Detak jantung berdegup kencang menahan lelah rindu yang membisu. Tidak. Ini salah. Salah besar. Egoku terlalu tinggi. Kamu harus bisa menguatkan diri karenaNya. Kamu boleh-boleh aja jatuh hati. Toh hati pun adalah amanah yang luar biasa kan dariNya. Tapi, inget! Semua itu akan dipertanggungjawabkan pada akhirNya. Aku sayang kamu, aku. Kuat karenaNya ya ❤
Ma fi qolbi ghoirullah
Allah.. Nisa lelah. Nisa lemah.
...
Kamu bertanya,”kamu maunya siapa?”
andai aku bisa menjawab pertanyaan itu secara langsung,”kata pertama dari pertanyaan yang kamu lontarkan”. Iya, itu..
Tapi... aku sadar ada iffah yang harus aku jaga :’)
Titik Terlemah
Kita akan terus diuji pada titik dimana kapasitas dan kualitas diri kita dianggap Allah masih kurang dan membutuhkan peningkatan. Kita akan diuji pada kelemahan yang harus dihilangkan.
Pernah merasa selalu diberi ujian yang sama? itu tandanya kita belum lulus ujian hal tersebut.
Seperti seorang murid yang akan lulus jika jawabannya benar dan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh gurunya. Dan sebaliknya, jika tidak lulus, gurunya akan memberikan "remedial” agar bisa lulus dan naik kelas. Mata pelajaran yang diujikan sama tapi mungkin soal-soalnya saja yang sedikit berbeda.
Nah seperti itulah analogi ujian kehidupan yang diberikan Allah kepada kita. Allah Swt akan memberikan ujian yang sama kepada kita sampai kita benar-benar dianggap lulus oleh Allah dan layak dinaikkan derajatnya.
Ujian dari Allah, solusinya juga datang dari Allah. Tinggal kita saja mau atau tidak berusaha mencari solusi itu.
Jangan lelah bangkit dari titik terlemah karena Lillah. Semangat!
“Find Someone Complementary, Not Supplementary” “Kata Bapak saya… dan dia dapat ini dari orang lain. Membangun sebuah hubungan itu butuh dua orang yang solid. Yang sama-sama kuat. Bukan yang saling ngisi kelemahan, Yu.” “….” “Karena untuk menjadi kuat, adalah tanggung jawab masing-masing orang. Bukan tanggung jawab orang lain.” “….” “Tiga dikurang tuga berapa, Yu?” “Nol.” “Nah. Misal, saya gak kuat agamanya. lantas saya cari pacar yang kuat agamanya. Pernikahan kami akan habis waktunya dengan si kuat melengkapi yang lemah.” “….” “Padahal setiap orang sebenarnya wajib menguatkan agama. Terlepas dari siapa pun jodohnya.” “….” “Tiga dikali tiga berapa, Yu?” Ayu mengangguk, mengerti. Find someone complimentary, not supplementary. Dia jadi teringat perkataan Salman. Bahwa mereka bisa saling mengisi kekurangan.