Garang, taktis, tegas, tapi penyayang. Tubuhnya menguarkan aura jawara, setanpun ngibrit –ogah berpapasan dengan Umar. “Sungguh aku melihat setan dari kalangan manusia dan jin lari dari ‘Umar.” (HR. Tirmidzi).
Umar berperawakan tinggi, besar, perkasa. Dulu saat diajak Teh Imun ke Topkapi di Turki, kulihat kokoh pedang Sayyidina Umar dari balik kaca, konon berat pedang itu tak kurang dari lima puluh kilogram. Silakan bayangkan sendiri sebesar apa raga si empunya pedang.
Bukan Umar namanya kalo gak ngegas, gaspol!
Gaspol. Begitu gatal dengan ajaran baru Muhammad yang ia anggap ‘memecah belah’ Makkah, ia ambil pedang dan menuju rumah Muhammad –untuk membunuh.
Gaspol. Di jalan, saat diberitahu bahwa adiknya memeluk islam, Umar spontan berbelok arah menuju rumah adiknya –untuk memberi ‘pelajaran’.
Gaspol. Saat mendengar lantunan QS Thaha di rumah adiknya, ia langsung mencari Muhammad tanpa menunda barang sedetik –untuk bersyahadat, sebab ia bisa baca tulis (kemampuan yang jarang sekali dimiliki saat itu), ia juga mengerti sastra, ia tahu tak ada manusia yang mampu menciptakan apa yang baru ia dengar.
Gaspol. Ketika orang lain menyembunyikan keislamannya (demi keamanan), Umar yang baru berislam malah petantang-petenteng mengabari Abu Jahal (yang paling memusuhi islam dan paling rajin menekan mereka yang telah bersyahadat).
Gaspol. Umar juga memberitahu keislamannya pada Jamil, raja gosip nomor wahid di Makkah, biar semua orang tau! (dari sini kita belajar, ngausah bikin undangan nikah, kasitau aja pentolan geng gosip). Setelahnya, muslim jadi lebih berani menunjukkan keislaman mereka.
Gaspol. Hijrah ke Madinah jadi perkara berat, banyak yang keluar makkah secara diam-diam untuk menghindari gangguan kafir Quraisy.. Tapi bukan Umar namanya kalo ikut pergi berteman sunyi. Ia malah membawa pedangnya, mendatangi kakbah (pusat keramaian sejak dulu), tawaf, lalu berteriak “Siapa yang mau istrinya jadi janda, anaknya jadi yatim, hendaklah dia menemui aku di balik lembah ini. karena aku mau hijrah sekarang”. Aku gak tahu ini macho atau apsi yalord :’)
Gas terooos. Tau apa kalimat favorit Umar? “Izinkan kupenggal kepalanya yaa Rasulullah”. Tak sekali dua kali Umar minta izin begitu :’)
Tahukah, ia adalah Umar yang sama.. yang bilang “seorang laki-laki di depan istrinya, bersikap manja seperti anak kecil”.
Tahukah, ia adalah Umar yang sama.. yang diam saat istrinya ngomel. Bukan, bukan karena takut istri.
Tahukah, ia adalah Umar yang sama.. yang menggendong sendiri bantuan untuk ibu miskin yang memasak batu untuk mengelabui anak-anaknya. Umar bahkan memasak langsung untuk anak-anak tersebut.
Tahukah, ia adalah Umar yang sama.. yang mengkhawatirkan kesejahteraan bukan hanya rakyatnya, tapi juga hewan di negaranya. Ia takut ada keledai terpeleset sebab jalan tak rata.
Tahukah, ia adalah Umar yang sama.. yang menyebutkan “Aku tidak pernah sekalipun menyesali diamku. Tetapi aku berkali-kali menyesali bicaraku”.
Tahukah, ia adalah Umar yang sama.. yang rajin blusukan, menolak dikawal, lalu menangis sendirian meminta ampun pada Rabbnya.
Merindukan Sayyidina Umar, ‘preman’ favoritku.