@Regrann from @giatmetrie - @dakuislam_ Sami'na Wa Atho'na " .. 👤 Ustadz Maududi .. 💎💖💎 .. Membangun Sikap “Sami’na wa Atha’na” Kerap kali, kita dengar ada sebagian kaum muslimin yang memberikan kesan “tidak sepakat” ketika mendapatkan keterangan tentang hukum Islam mengenai masalah tertentu. Lebih-lebih, ketika hukum tersebut bertabrakan dengan kebiasaan masyarakat atau kepentingan pribadi. Mulai dari bentuk penundaan dalam melaksanakan hukum, sampai pada bentuk penolakan secara terang-terangan. 👉Alasan “klasik” yang sering digunakan adalah, “Bagaimana perubahan yang harus dilakukan di masyarakat?” Selama solusi belum disepakati, selamanya hukum itu belum bisa diterima dengan sepenuh hati. Allah berfirman, وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَ��للَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ “Bisa jadi, kalian membenci sesuatu sementara itu baik bagi kalian, dan bisa jadi, kalian mencintai sesuatu sementara itu buruk bagi kalian. Allah mengetahui, sementara kalian tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216) Ibnul Qayyim menjelaskan, “Menerima keputusan agama adalah suatu kewajiban, dan sikap ini merupakan landasan Islam dan pondasi keimanan seseorang. Karena itu, setiap hamba wajib untuk rela terhadap hukum Islam, tanpa diiringi kesempitan hati, sikap skeptis, mempertentangkannya dengan hal yang lain, atau menolaknya. Hukum adalah solusi dan tinggal satu pertanyaan: siapkah kita melakukan perubahan? Allahu a’lam. Semoga bermanfaat Sumber: https://konsultasisyariah.com/18542-antara-hukum-dan-solusi-membangun-sikap-samina-wa-athana.html .. @yufid.tv @amru.syuhada - #regrann

















