Baru ini, nangis sejadi-jadinya meluk diri sendiri.
Sambil nangis karena sedih dan kecewa, sambil mikir juga kenapa sesedih ini dan kepikiran apa karena tangki cinta diri sendiri yang sedang kosong.
Akhirnya, masih sambil nangis coba tarik nafas peluk diri sendiri coba kasi afirmasi positif
“Kamu berharga, kamu berharga, kamu berharga” berkali-kali, sebenarnya jadi lebih tenang. Tapi jadi makin berpikir, apa iya tangki cinta itu kosong cuma karena ga dapet dari manusia?
Dan saat itu juga mutusin ngambil wudhu, shalat!
Duh ya Allah, sungguh cinta dari Engkau ga akan ada habisnya. Cuma mungkin hatinya lagi konslet, terputus sambungannya jadi sesedih itu rasanya, sekehilangan dan sehaus itu mencari cinta manusia.
Lupa kalo cinta-Nya Allah itu amat sangat besar dan ga terbatas buat hambaNya.
Nangis sejadi2nya waktu baca ayat “mawaddaka ala robbuka wama qola” terus waktu baca “anni fainni qoribb”
Sambil sujud dan tersedu-sedu, yang dilangitkan, semoga Allah angkat tirai yang membatasi hambaNya untuk merasakan besarnya cinta Allah kepada hambaNya ini.
Alhamdulillah seketika itu sadar dan fullfill kembali, kalau Allah sangat mencintai dan menghargai diri ini dan kamu ga perlu validasi dari manusia.
Bimbing terus ya Rabb, bimbing untuk terus merasakan nikmatnya kasih sayangMu ♥️















