Dari Pelaut Ulung dan Berlian Kehidupan
"Pelaut ulung tidak lahir dari ombak yang tenang," Gelombang besar menguji, badai datang menyerang. Laut yang garang mengajarkan arah dan peta, Bukan perairan teduh yang nyaris tak bercerita.
Seperti berlian di perut bumi nan dalam, Tak lahir indah hanya dari mimpi dalam malam. Gunung diledakkan, bukit pun terbelah, Batu, lumpur, kerikil, dipisah tanpa lelah.
Lalu ia dipotong, diasah tanpa henti, Disentuh ketekunan, diukir murni. Secuil berlian berharga tak terbilang, setiap goresan menyimpan kisah gemilang.
Maka pelaut hebat tak lahir dari teduh, Ia membaca hikmah, menembus langit jauh. Deru angin dan gelombang ia kenali, Samudera liar ia takuti tak sekali-kali.
Tanpa ombak besar tiada berani tumbuh, Tanpa badai ganas tak ada teguh. Laut datar hanya melahirkan tamu pantai, Bukan penakluk samudera berombak ramai.
Hidup pun demikian, tak rata jalannya, Rintangan memahat, ujian membakar jiwanya. Jangan gentar badai yang mengguncang, Karena ombak besar adalah guru yang menantang.
Hati terkikis, air mata deras mengalir, Namun tekad tumbuh dari sakit yang menggetir. Pahitnya pengalaman kunci menuju puncak, Di sanalah sukses berdiri, teguh dan bijak.
















