Blue Day part 2
Aku lupa tanggalnya. Tapi seingatku hari itu masih tahun 2021. Hari itu adalah kunjunganku lagi ke kos adikku.
Aku tiba di sana saat malam tiba. Ditengah sakitnya, dia tetap menyambut kedatanganku. suaranya terdengar berat dan parau.
Di samping kasurnya sudah berjejer sebotol YOU C dan cerek air minum serta seisi kamar yang sudah disinari lampu tidur. Tidak butuh lama dia minta izin tidur lebih dulu. Wajah pucatnya dan keringat sudah cukup menggambarkan bahwa dia demam tinggi malam ini.
Esok harinya, aku mengecek suhunya dan masih demam. Sejak pagi sudah mewanti-wanti agar dia izin tidak masuk kerja. Dan dia mengiyakan. Istirahat yang banyak untuk hari ini.
Hari berikutnya, dia mulai merasa lebih baik dan pergi ke sekolah. Aku pun merasa lega melihatnya bisa beraktivitas kembali .
Namun ternyata... fisiknya berkata lain. Hari itu dia pulang lebih awal sebelum ashar. Akupun heran tumben pulangnya cepat dan dia juga terlihat pucat dan langsung mengambil posisi tidur saat pulang.
"Kak, saya demam lagi.." Ucapnya. Serta-merta aku memeriksa suhunya dan memang benar.
apakah lebay ketika khawatir akan dirinya yang sakit???? oke. kamu mungkin belum mengerti saudara itu seperti apa.
That day was really hurt for me. Being with her at the worst condition is the true thing, but another things were spent my time for being worry, my brain was so loud all days for thinking her condition, about what should I do,how I take care of her, how to make her feel better.. blabla...
Dek.. sekiranya engkau tahu seberisik ini pikiranku tiap kamu sakit....
You did great job. Thank you for sharing to me, for leaning on me as your big sister.










