Dalam sekejap, mata bisa dengan cepat memastikan keindahan yang membuatnya nyaman untuk memandang. Seperti saat melihat senja, dalam satu tatapan akan membuat orang yang melihat sejenak terdiam untuk menikmat. Jiwanya akan merasakan kedamaian dari coretan jingga yang sedikit demi sedikit mulai tersamarkan.
Kau tahu kenapa ketika melihat langit sore itu hatimu terasa sejuk dan damai? Sebab ketika kamu lelah dengan urusan dunia, selalu ada ruang mengadu di langit. Ketika orang yang berpijak dibumi sudah mengkhianatimu, langit selalu dengan tetap setia memayungimu.
Mulai saat ini, agar sedikit bisa mengobati rasa sakit dan lelahmu. Belajarlah untuk mendiskusikan apa yang dilihat oleh mata, bicarakan semuanya pada hati yang tak pernah ingkar janji. Luapkan segalanya agar hati pun tak ragu memberikan jawaban yang sebenarnya kamu inginkan.
Hati memang tak bisa melihat keindahan alam yang selalu mata rasakan. Namun, hati jauh lebih baik dan pandai merasakan apa yang berguna dan apa yang ragamu butuhkan untuk kebaikan masa depan. Bukan hanya sekedar sekarang. Ya, bukan sesaat.
Sama halnya dengan orang yang ingin pandai menulis, maka harus banyaklah membaca, dan. Jika hatimu ingin mendapatkan sandaran yang nyaman, maka libatkanlah segala urusan dengannya, dengan hatimu. Bukan hanya tatapan mata saja.











