4 KUNCI, BAHWA KAMU DOKTER SEJATI !! Siang itu, setelah berlelah-lelah satu hari berkegiatan di kampus. Ketika badan ingin meminta haknya, untuk beristirahat.. Datanglah dosen, yang akan mengajar sebuah materi perkuliahan.. Seperti biasa, rutinitas sebelum kuliah. Yaitu mempersiapkan slide, mencari spidol dan bahan properti untuk memberikan sesuatu. Sesaat sebelum kuliah dimulai, dokter tersebut memberi pengantar tentang nasehat seniornya dulu. Saat ia, ingin meyakinkan niatnya untuk jadi dokter. Dengan suara yang cukup lantang, posisi mic yang dijauhkan. Bisa membuat seantero kelas, memperhatikan. Hingga terlihat betul wibawanya, ia menatap seluruh mahasiswa "Kalo kamu miliki 4 sifat ini, kamu layak jadi dokter-dokter sejati." Sambil menghela nafas sejenak, ia menurunkan volume suaranya.. "ada banyak lulusan dokter setiap tahunnya, tapi tidak semua berhak menjadi dokter sejati." Iya, bisa jadi iya lulus sesuai kompetensi. Tapi belum tentu lulus, ketika berhubungan dengan attitude dan kepribadian. Setidaknya ada 4 poin kunci yang beliau sampaikan, agar lulusan dokter, layak menjadi dokter spesial dan istimewa.. Pertama, Eagle EYE atau mata elang. Tatapan yang tajam dan meyakinkan. Pasien butuh empati, dan keyakinan agar bisa sembuh. Maka tularkan optimisme, dengan tatapan yang memberi harapan. Selain itu, tatapan dengan kesungguhan. Akan menghasilkan analisa, diagnosa dan terapi yang maksimal. Jadi jangan pernah lelah, untuk melatih kehebatan spesial organ, bernama mata ini. Selanjutnya, Hati seperti malaikat. Iya seperti, karena kita tidak akan pernah menjadi malaikat seutuhnya. Ada nafsu yang membedakan dengan makhluk tersebut. Tapi bukan berarti kita tidak bisa membuat nafsu kita, sebaik malaikat bukan ?? Sulit memang, dengan tuntutan keilmuan dan profesionalitas. Kita harus belajar, agar hati kita senantiasa baik. Terjaga fitrahnya, agar bisa terus melayani dengan sepenuh hati. Latihan dan latihan, yang akan membuat kita bisa menjadi dokter yang bukan hanya menyembuhkan. Tapi juga memberi harapan.. Dibalik kelembutan yang seolah kita munculkan, omong kosong jika kita tidak bermental baja. Gagal harus sering, dimarahin harus kebal. Karena saat berhubungan dengan nyawa, pasti ada gejolak emosi yang membuat kita bisa mengatasi tekanan. Mental baja, juga nggak muncul tiba-tiba. Ia perlu banyak, proses yang dilalui. Agar bukan hanya menguatkan dirinya saja. Tapi juga menguatkan pasien, dan orang-orang yang berperan dalam sembuhnya 1 pasien. Dan yang terakhir. Smooth and gentle, skill yang gampang-gampang susah. Karena tidak ada standarnya, hanya pasien yang bisa merasakan rasa nyaman dari kelembutan kita. Karena ketulusan yang diberikan, dan profesionalitas dari dokter untuk menjaga kenyamanan pasien.