Now I have come to the crossroads in my life. I always knew what the right path was. Without exception, I knew. But I never took it. You know why? It was too damn hard
tumblr dot com

if i look back, i am lost

roma★

#extradirty

Love Begins

shark vs the universe
Noah Kahan
One Nice Bug Per Day
No title available
🩵 avery cochrane 🩵
Today's Document
sheepfilms
noise dept.

pixel skylines

titsay
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
official daine visual archive
Monterey Bay Aquarium
d e v o n
Three Goblin Art
seen from United States

seen from United States

seen from France
seen from South Africa
seen from South Africa
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Ireland
seen from United States
seen from United States
@autumnode-blog
Now I have come to the crossroads in my life. I always knew what the right path was. Without exception, I knew. But I never took it. You know why? It was too damn hard
Yang Mungkin Tak Pernah Didengar, dan Mungkin Tak Perlu Didengar Juga
Teman saya, Yudith, ketika saya menyerahkan earphone padanya dan kemudian memutar sebuah lagu dari player yang saya punya berujar, “Ini rasanya Explosions in The Sky banget, ya.” Saya hanya mengangguk-anggukan kepala menyetujui pendapatnya yang menyebut salah satu band postrockpaling panas saat ini.
Lagu yang saat itu saya putar adalah “They Asked Me to Run, Follow The Sun.” Sebuah komposisi nir lirik sepanjang 08:48 yang sarat pengalaman transedental. Coba pasang earphone di telingamu, putar dengan volume paling kencang, lalu tutup mata dan nikmati lagu ini hingga detik terakhir, baru kau boleh buka matamu. Apa yang kau lihat? Ceritakan padaku kalau kau mau.
Biasanya, dalam sebuah lakon cerita kita mengenal pembabakan sebagai berikut; dimulai dengan prolog, intro permulaan, lalu perlahan menaik, dari rendah, sedang, hingga mencapai klimaks, satu titik dimana emosi semua yang terlibat berada dalam posisi tertinggi, diaduk dengan segala bumbu konflik yang menyerta. Lalu perlahan turun hingga akhirnya berada titik akhir, epilog, penutup cerita.
Tapi rupanya rumusan tersebut tidak termaktub dalam lagu ini. Ada beberapa titik klimaks yang akan ditemui berulang, disusun dengan rapih dan kurang ajar sekali. Kita ditipu mentah mentah. Saat kita mengira bahwa klimaks sudah usai, ditandai dengan tempo yang mulai menurun, lantas emosi dibawa naik kembali, menciptakan klimaks yang lain, kita dihajar habis habisan oleh bebunyian yang meraung raung memekakkan telinga.
Sebetulnya, mereka belum merilis album, hanya sebuah single saja. Pun sudah dirilis semenjak tahun 2012 lalu. Tapi entah mengapa selalu ingin menuliskan sesuatu berkaitan dengan single ini, berharap semakin banyak orang yang mendengarkannya.
Ahh, semoga saja full album Autumn Ode lekas keluar. Saya sudah tak sabar lagi ingin mendengarkan.
- - -
ditulis oleh @Anggafirdy di http://menarakayu.blogspot.com/2013/11/yang-mungkin-tak-pernah-didengar-dan.html
lights will come.
Wave Goodbye @ Curelake Sound
video by Sorgemagz.com
Autumn Ode X Landon Youth
Landon Youth, menswear and accessories brand from Bandung, Indonesia.
instagram : @landonyouth
harmonizing.
Crossroad + Light Will come
Studio Session
video by Achmad Jauhar
Light Will Come live at Curelake Sound
video by Achmad Jauhar
They Asked Me To Run, Follow The Sun live at Curelake Sound (Chinook Cafe)
video by Achmad Jauhar.
boys.
Curelake Sound
Curelake Sound / Chinook Cafe
They Asked Me To Run, Follow The Sun (live at Keuken#4).
Video by Ajie Timothy
Review from Bandungreview.com
Musik-musik beraliran instrumental/post-rock/shoegaze biasanya identik dengan nuansa galau dan sendu, dan kadang nama band-band yang mengusung aliran musik ini mempunyai nama yang senada, contoh paling gampang mungkin Explosions in the Sky, band beraliran post-rock yang berasal dari Texas, Amerika. Tapi tanggapan galau dan sendu itu sepertinya ditepis oleh band post-rock asal Bandung yang bernama Autumn Ode. Ditemui ketika penampilan terakhir mereka di event Keuken #4 yang berlokasi di Gudang Persediaan Kereta Api Cikudapateuh, para personil band ini nampaknya lebih suka berkelakar di sela-sela penampilannya. Autumn Ode sendiri awalnya terbentuk dari lingkaran pertemanan antara Adrian (gitar/keyboard), Fuad (drum), Raindra (bass) dan Riznan (gitar/keyboard) semenjak tahun 2005 ketika mereka masih menimba ilmu di bangku SMP. Saat itu mereka belum memakai nama Autumn Ode, baru ketika menginjak tahun 2008, tercetuslah nama Autumn Ode. Formasi empat personil pun tidak bertahan lama, masuknya Adam Adenan (keyboard) sebagai personil kelima di akhir tahun 2012 menambah warna tersendiri bagi Autumn Ode. Karena biasanya kalau saya pribadi melihat band-band post-rock, jarang sekali yang menggunakan keyboard sebagai salah satu instrumen utamanya, tapi nampaknya Autumn Ode ingin lebih memperkaya warna musik mereka. “Kalau bisa sih tambah empat personil lagi yang main string kaya biola dll”, kelakar Adrian dan Raindra ketika ditemui usai penampilan mereka di Keuken #4 kemarin. Walau belum mempunyai album, Autumn Ode sudah mempunyai beberapa single andalan, diantaranya empat lagu yang dibawakan ketika mengisi Cocktail Hour Session di Keuken #4 kemarin. Dari mulai 'Crossroad', 'They Asked Me to Run Follow the Sun', 'Light Will Come' dan 'Wave Goodbye' cukup menghipnotis pengunjung Keuken #4 yang sedang ngemil santai kemarin, termasuk saya. Ya, saya ketika itu sedang sibuk ngemil dan kebetulan berada di dekat panggung, sayup-sayup saya mendengar alunan musik instrumental yang mirip-mirip dengan band post-rock yang saya ceritakan di awal, Explosions in the Sky, tapi ternyata bukan band asal Texas itu yang ada di panggung, melainkan Autumn Ode. Penampilan Autumn Ode cukup memikat, apalagi saat itu latar belakang panggung musik di Gudang Persediaan Kereta Api Cikudapateuh dijejali tumpukan kayu-kayu dan pemandangan bukit yang masih hijau dan asri, makin terasa sekali nuansa post-rock-nya. Bedanya, Autumn Ode tidak jaim, setiap jeda satu lagu ke lagu yang lain Adrian dan Raindra suka sekali berguyon, bahkan sebelum lagu terakhir---Wave Goodbye---mereka bawakan, mereka sengaja ngobrol dulu ngalor ngidul untuk membunuh waktu gara-gara lagu ini cuma berdurasi tiga menit, “Jadi biar pas beresnya”, ungkap Raindra, ada-ada saja bukan? He-he. Rencananya Autumn Ode sekarang ingin merampungkan lagu-lagunya, walau para personilnya sedang dihadang dengan kesibukan mahasiswa tingkat akhir (baca: skripsi), mereka tetap setia untuk menghibur pendengarnya lewat musik-musik instrumental post-rock-nya. Penasaran dengan penampilan live band yang para personilnya alumnus SMP Negeri 2 Bandung ini? Penampilan terdekat mereka bisa coba kamu lihat di Chinook Café tanggal 16 Juni nanti di event Curelake Sound, event khusus buat para pecinta musik beraliran post-rock di Bandung. Tapi kalau kamu sudah tidak sabar ingin mendengar lagu-lagu mereka, langsung saja kunjungi laman Soundcloud Autumn Ode, salah satu lagu andalan mereka, 'They Asked Me to Run Follow the Sun'---yang durasinya tidak sebentar itu, bisa kamu dengarkan juga disitu. Have a try guys! (AG)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
source : Bandung Review
Keuken #4 The Jolly Camaraderie
thanks for having us Keuken, until we meet again.
We will perform at Keuken #4, June 9, 2013. Be there mates.
8:49
I
Sementara kilatan-kilatan lampu pijar panas berlarian, sementara tanah-tanah tak rata makin menggunduk mantap, sementara terpaan angin malah membakar keringat dingin yang tidak kering: tidak ada yang lebih keras mencabik daging seperti waktu. Siapa yang sebenarnya mengejar, siapa pula dikejar; ketika waktu dan hanya waktu sendiri yang dibolehkan berlari?
II
Tidak ada cahaya dan gantinya gelap pekat mencekat napas. Jika benar yang mereka bilang bahwa mimpi pekat seperti ini adalah terowongan terakhir sebelum terang, aku bersedia terjaga lebih lama.
III
Ketika setiap pagi kau bangun sehabis perang, setelah pedangmu menghunus banyak mata, setelah teguk terakhir darah kau telan, setelah sunyi paling pekak berhenti berdenging,
kita sama-sama tahu waktu sudah hilang, seperti juga jalan pulang.
Autumn ode - they asked me to run, follow the sun mp3
Saya selalu terkesima sama ini band dari materi lawas mereka thoughts doubt, amidst hingga materi terbaru mereka berjudul they asked me to run, follow the sun. Mereka selalu membuat lagu yang manis dan tersusun apik utk didengar.
Walaupun saya hanya mendownload lagu mereka di tumblr mereka. Di lagu they asked me, follow the sun ini permainan delay dan ketukan drum mereka mengingatkan saya pada explosions in the sky tetapi hanya beberapa part saja. Alunan delay gitar yang dibarengi oleh alunan synth yang manis, serta permainan reverse gitar yang sempurna dan perkawinan efek distorsi dengan efek fuzz yang menambah keharmonisan lagu ini. Semua itu menjadikan lagu ini kaya akan sound dan apik untuk didengar. Tampaknya saya tidak bisa banyak bicara lagi selain berkata Salute untuk satu lagu yang indah dari Autumn Ode ini. Adi