Kita bahkan gak kenal tapi, aku haturkan terima kasih untuk kalian yang sudah hadir, sudah mampir membaca tulisanku yang mungkin terasa berlebihan, terasa menyedihkan atau membuat kalian mual.
Aku disini tetap berterima kasih. Semua yang aku tulis adalah sebuah kejujuran dan rasa sesak yang tidak dapat aku bicarakan secara gamblang ke orang lain.
Menulis sejak dulu menjadi pelarianku ketika aku merasa hidupku begitu rumit, hidupku begitu pelik, dan menjadi caraku untuk sedikit rehat dari kesendirian.
Sendirian? Bukannya ada keluarga dan orang terdekat?
Aku tetap merasa sendirian ketika sekelilingku riuh dan ramai. Aku tetap merasa sendirian meski ada orang yang bilang 'aku gak kemana mana, kamu gak sendirian'
Memang, kuakui ada yang salah denganku. Beberapa orang bahkan mundur, berbalik arah dan meninggalkan ku. Itu tidak apa, bahkan sepertinya ditinggalkan menjadi hal yang biasa saja untuk ku sekarang.
Aku menjadi seseorang yang tidak mudah percaya karena aku sesungguhnya pernah percaya namun aku malah dikhianati. Aku menjadi orang gila yang selalu over thinking setiap malamnya, karena aku dulu aku pernah menjaga pikiran dan hati aku agar selalu baik-baik saja namun dihancurkan oleh seseorang yang mengaku cinta.
Aku tetap percaya Tuhan punya cara untuk membuatku sembuh dari luka. Salah satunya dengan menerima dan menikmati lukanya hingga sakitnya sudah sangat terbiasa.










