Hari Buku Nasional dan Fayanna Bocah Depok Dengan 52 Judul Buku
Yeay!!! Akhirnya Deni nulis lagi di tumblrnya setelah 20 purnama berlalu. Oke berlebihan. Bhay!!!
Hari ini tuh Hari Buku Nasional (Harbuknas), iya tepat tanggal 17 mei setiap tahunnya diperingati sebagai hari buku nasional. Sebenarnya ada juga peringatan Hari Buku Dunia itu di bulan April. Lalu kenapa ada hari buku nasional?
Jika dilihat dari sejarahnya yang saya baca, Harbuknas sendiri dimulai sejak tahun 2002, dan Menteri Pendidikan saat itu, Bapak Abdul Malik Fadjar, adalah orang yang pertama kali mencetuskan hari peringatan tersebut. Pemilihan tanggal 17 Mei juga sangat relevan, karena di tanggal tersebut bertepatan dengan hari berdirinua Perpustakaan Nasional RI di tanggal yang sama tahun 1980.
Oke kita berhenti sampai sejarahnya karena banyak sih yang bahasa tentang itu. Tapi nih, jujur, tiap kali Harbuknas diperingati, di hari itu pulalah saya merasa sedih, dan kembali mengingat draft buku yang pernah saya tulis namun tak kunjung berani terbitkan atau ada juga yang tak sampai diselesaikan penulisannya. Sedih? Banget!!
Sebagai seseorang yang hobi mencurahkan isi hati, menulis menjadi salah satu hal paling disukai. Banyak tulisan-tulisan yang saya buat sebagian besar adalah keresahan yang saya alami selama ini. Curhat demi curhat saya tumpahkan dalam sebuah tulisan yang kemudian saya rangkai dengan tulisan lainnya. Kadang berpikir, ini kalau jadi buku bagus ya. Tapi realitanya masih suka takut bahkan lebih ke arah berpikir 'ini pasti bakal dibully'. Ya pikiran seperti ini yang terus mengusik sampai akhirnya saya mengetahui beberapa sosok yang saya temui memberi banyak inspirasi. Dan semoga itu bisa jadi motivasi khususnya saya untuk memberanikan diri menulis kembali. Salah satunya Fayanna.
Ada yang tahu siapa Fayanna? Kalau belum tahu bisa kok berkunjung terlebih dahulu ke media sosial pribadinya baik facebook juga instagram. Cukup ketik kata Fayanna Ailisha Davianny, nanti juga ketemu hehehe.
Fayanna, usianya baru 15 tahun tapi sudah melahirnya 52 buku. Wow. Saya saja 15 tahun masih bingung mau masuk SMA mana nantinya. Tapi jujur, ini benar-benar bikin takjub ya. Kok bisa masih seusia itu tapi bisa banyak bikin buku?
Akhirnya memberanikan diri dong bertanya-tanya ke Fay, begitu panggilan akrabnya. Secara dia orang Depok dan karena aktif sebagai Forum Anak Kota Depok, jadilah mudah untuk bisa tanya-tanya.
Kata Fayanna, Buku jadi salah satu wadah dimana dapat menuangkan segala ide dan gagasan yang ada di dalam pikirannya. Sebagai Ketua Forum Anak Kota Depok (FAD) sangat ingin agar minat baca anak-anak khususnya di Kota Depok dapat meningkat.
Dari keinginanannya tersebut, Fay bersama teman-teman Forum Anak pun sudah mulai mempublikasikan program kegiatan FAD yang rata-rata berhubungan dengan literasi. Kenapa? Karena apapun profesi kita di masa depan, membaca buku akan menjadi hal yang sangat berguna. Sekolah, perlu buku. Kuliah, perlu buku. Sampai kerja pun perlu buku. Terbiasa membaca buku akan menjadikan seseorang menjadi disiplin, tertib, teratur, sopan dan pandai.
Kok bisa? Karena kata fay, di dalam buku terdapat banyak sekali wawasan, dengan membaca buku, jadi banyak tahu, dengan membaca buku akan menjadi kreatif, dengan membaca buku akan mendapatkan banyak kosakata dan pengetahuan baru.
Lanjutnya, Dari buku, manusia jadi belajar merangkai kata-kata, belajar memecahkan suatu masalah atau konflik, dan masih banyak lagi manfaat tersirat dari sebuah buku. Gokil nggak sih, anak seumur itu bisa dengan bijak berbicara tentang buku. Ya wajar karena memang doi hobi nulis dan baca buku jadi diksi nya pun keren.
Nah terakhir, saya minta fayanna untuk kasih tips gimana caranya meningkatkan minat literasi. Dan jawaban simpelnya adalah 'ngumpulin niat' ya ya memang segala hal tanpa niat banyak yang akhirnya berantakan. Selanjutnya dia nekenin bahwa apapun profesi di masa depan, membaca atau kemampuan literasi akan berguna. Maka dari itu niatnya harus sungguh-sungguh.
Kedua dia bilang, mulai dari hal sederhana, hal kecil ataupun hal yang disukai. Jangan terlalu berusaha sekuat tenaga untuk memulai dari hal yang berat. Lakukan dari hal yang menurut kita mudah, katanya.
Dan ternyata, mood atau suasana sekitar mempengaruhi dalam menulis ataupun membaca. Katanya harus pandai-pandai membuat suasana literasi jadi sesuatu yang kita sukai. Bukan hal yang mudah memang dan tak bisa dipaksakan. Namun dengan sesuatu yang diciptakan dari hati dan perasaan yang disukai akan membuatnya lebih mudah.
Terakhir, Bisa karena terbiasa. Dan akhirnya jadi gemar. Pepatah itu memang benar adanya. Terbiasa membaca terbiasa menulis akan menjadikan kita bisa. Bisa belajar lalu bisa mengoreksi kemampuan dan kemudian bisa percaya diri karenanya.
Sumpah ya ini keren motivasi banget. Dengan usia saya yang 31 tahun dan Fayanna masih 15 tahun rasanya kayak ditampol se-RW. Semoga semangat menulis ini dapat muncul kembali. Semangat membaca dapat semakin menggeliat. Terima kasih fay atas sharing-sharingnya. Yuk mulai membaca buku dari sekarang. Belum telat. Selamat Hari Buku Nasional.