Yang Terusir
“Is there someone that you can not imagine to live without?”
Aink dapet pertanyaan kayak gini beberapa hari lalu. Dari temen yang uda lama ga ketemu trus bilang kangen dan ngajak ketemuan. Aslinya sih nanya nya pake bahasa indo campur aink maneh, tapi disini aink tulis pake bahasa inggris biar pencitraan. :v
“ga ada”, aink jawabnya bohong.
Mungkin Tuhan ga suka kali yak ngeliat aink bohong, sore harinya aink dikasi kesempatan buat ber-chatting ama si jawaban dari pertanyaan di atas. Trus aink menyesal dan langsung ngechat temen aink yang paginya ngasi pertanyaan. Aink minta maaf karena uda bohong dan akhirnya aink ngasi jawaban yang sebenernya.
Etapi, aink punya alasan kenapa aink bohong,
Pertama, karena si ‘jawaban’ sudah menikah. Ga baik lah nyebut-nyebut nama istri orang.
Kedua, karena aink uda dalam kondisi yang ga pernah bisa aink bayangin sebelumnya, tapi nyatanya aink masih hidup. Walaupun yaa agak-agak kacau sih. Bakal kacau banget malah kalo misalnya beberapa bulan kemaren ga ada doi (sebut saja mantan terindah | ih aink asa loba mantan gini -,-“).
So basically, I’m desperately can not move on (yet) from my very long long long long story.
Okay, here we go,.
— — —
Yes, it’s you. kamu,
Silahkan tertawa kalau kamu mau. Bukankah kamu sudah memprediksi dari jauh-jauh hari, kalau suatu hari nanti aku akan jatuh padamu? Apa kamu juga sudah memprediksi kalau misalnya aku akan sulit beralih darimu?
awalnya aku amat benci tipe orang sepertimu dan kamu tahu itu. tapi karena kamu selalu sabar, selalu kembali kalau diusir, selalu menyapa lagi kalau aku berpaling, maka aku pun,..
you know,. gradually i,…
Hingga akhirnya aku berpikir bahwa kita memang ditakdirkan, dan di suatu malam yang riang kamu mengiyakan,
Aku yakin sekali waktu itu..
Kita ada untuk satu sama lain, tidak mungkin tidak. Aku tak pernah seyakin ini sebelumnya. Hingga akhirnya,.
Tuhan menyuruh kita berpisah, kamu menyerah dan aku mengalah
Kau tahu,. aku menangis malam itu, dan malam-malam berikutnya sendirian, jauh dari kota kelahiran, di bawah naungan langit malam dan terang bintang-bintang
Tapi aku tak menyerah,. hanya marah,
dan berharap, berharap dan terus berharap
dalam doa, dalam bait-bait berima
Aku telan bulat-bulat prasangka ku pada Tuhan, kemungkinan bahwa kita mungkin tidak ditakdirkan
Lalu, Kamu bersekongkol dengan Tuhan, memberikanku jawaban dua tahun kemudian
Sebuah undangan informal lewat situs jejaring sosial,
Aku mungkin orang yang terakhir tahu. Ketika orang-orang sibuk membicarakan pernikahanmu, aku masih saja berdoa kita bisa bersatu. Satu dua orang yang mula-mula tahu menatapku pilu. Ah, harusnya aku menghilang saja hari itu. Biar aku tak pernah tahu.
Kulihat namamu bergandengan dengan nama seseorang. Baik, tak apa. Tak apa kamu tidak memberi tahu sebelumnya. Tapi setidaknya ada hal mutlak yang harus aku tahu.
“ini soal timing,..”, katamu,.
“tentu aku tak apa-apa. Kita telah lama usai”, ini mungkin kebohonganku yang pertama untukmu.
Tepat seminggu setelah hari raya,
Semestaku berhenti berputar, entah sampai kapan, mungkin untuk selamanya.
“Is there someone that you can not imagine to live without?”
Ada, orang itu kamu.
— — —
Kini setahun telah berlalu. Ada seseorang lain yang sempat datang. Memberiku bahagia, dan mengabarkan sebuah bentuk lain dari cinta. Dengannya, aku lebih banyak bahagia daripada menderita. Jauh berbeda dengan kisahku bersamamu. Tapi kisah kami pun harus usai. Ada satu dua hal yang memang tidak bisa dipaksakan. Kami memutuskan untuk saling merelakan.
Tidak usah bersimpati. Bukan karena dirinya aku mati suri. Tapi karena kamu yang baru saja kembali. Dengan membawa percakapan yang bersamaku, tak akan pernah terasa basi.
Kau tahu, sedari dulu seberapa jauh pun kita berpisah, selama apa pun kita tidak bertegur sapa, aku tak pernah canggung denganmu. Aku hanya ingin waktumu dan waktuku bertemu. Tak ada kaku atau lidah yang kelu akibat lama tidak bertemu. Selalu begitu.
Aku menikmatinya, sungguh. Pertengkaran-pertengkaran bodoh. Argumen-argumen tidak berdasar. Saling ejek seolah sedetik pun kita tidak pernah berpisah.
Tapi kenyataan menamparku sekali lagi. Untuk kesekian kali. kau mengucapkannya lagi. Kata yang sampai kini masih ku benci.
Suami
Kuakui, dadaku tidak cukup lapang untuk menampung kebahagiaan kalian. Meski aku sudah mencecap bahagia di lain kesempatan, tapi tentang kalian?? Aku masih belum merelakan.
Sebut aku bajingan,. terserah, karena aku memang masih gagal dalam melupakan.
Tahun ini, seminggu setelah lebaran. Aku kembali membuka draft lama. Ku posting ulang. Berharap ada tenang yang datang setelah tulisan-tulisan itu kembali kulepaskan.
Sebagian kutulis tahun lalu, sebagiannya kutulis beberapa hari lalu, sisanya kutulis saat aku jemu bercumbu dengan rindu. Kepadamu. Masih kepadamu.
Andai, seandainya tahun depan, seminggu setelah lebaran, aku masih tidak ada perubahan. Tumblrku akan kembali biru, dengan tulisan-tulisanku untukmu. Mungkin akan bertambah dari segi jumlah, jika saat itu aku masih merasa enggan untuk kalah.
Tak apa, kau bisa anggap aku menyerah aku mundur perlahan dari hidupmu yang selama ini kudambakan.
Kuucapkan terima kasih atas bahagia yang dihadirkan olehnya selama beberapa bulan kebelakang. Aku menyayanginya, sungguh. Namun sialnya, dirimu tetap belum tergantikan.
Aku tak bisa membencimu, tapi tak bisa pula memendam cinta kepadamu.
Tuhan,.
Aku ingin diberi sebuah akhir, tapi tolong jangan terlalu getir
Kasihanilah aku, yang kini sudah terusir
My log : Yang Ditemukan
Tulisan di atas aink post pertengahan tahun 2016. Ketika hubungan dengan orang yang aink anggap sebagai ‘obat’ usai dan ‘broken-heart syndrom’ dengan orang yang aink sempat kira sebagai love-of-my-life kembali mencuat.
Disebut depresi sih engga. Cuman, diantara banyak momen yang aink diskusikan dengan Allah, momen itulah adalah salah satu momen dimana aink banyak bertanya-tanya.
“Wai, ya Allah, waiiii?”
Broken heart is never make sense. Aink pikir aink uda ngelakuin yang terbaik. Tapi kenyataannya yang aink harapkan jauh dari segala ekspekstasi.
Tulisan di atas mungkin tulisan terakhir aink dalam rangka ‘ngedumel’. Well, beberapa waktu sebelum tulisan itu dibuat, aink udah puas-puasin ngegalau. Seriously, aink juga pernah galau.
Dan waktu itu aink memutuskan untuk benar-benar ‘tutup buku’. That’s it.
“masa lalu, biarlah masa laluuuuuu,….”
Di saat mau berhusnudzon (berprasangka baik) pada Allah tapi ga bisa, ternyata Allah uda nyiapin skenario yang ga pernah aink bayangkan sebelumnya.
Beberapa bulan kemudian, sekitar 2-3 bulan lah kalo ga salah,.. My-wife-to-be found me. Aink ga pernah nyangka bakal ada skenario kayak gitu. Aink pertama kali liat My-wife-to-be waktu gathering tumblr di Bandung 2015. Tapi cuma sekedar pernah lihat dan tahu nama. Ga ada kepikiran kalo ada skenario besar dengan dia jadi pemeran utamanya. Kurang dari setahun setelah kenalan, kita married.
(kita refer to me and my wife,. Bukan kalian. Got it?)
Tapi, Aink waktu itu ga tahu,….
Mungkin sama ga tahu nya dengan nabi Nuh ketika disuruh ngerakit perahu di puncak gunung. Atau nabi Ibrahim ketika disuruh menyembelih Ismail. Takdir, skenario Allah beberapa menit ke depan atau beberapa tahun ke depan ga ada yang tahu.
Jangankan aink, para nabi aja ga tau.
Ketika aink nulis “seandainya tahun depan, seminggu setelah lebaran, aku masih tidak ada perubahan. Tumblrku akan kembali biru,….”
Allah mungkin senyum-senyum aja sambil jawab “Engga, taun depan kamu bakal berpuasa dan berlebaran dengan seseorang sebagai suami-istri,. Berbahagia dalam keadaan tidak berkekurangan”.
Dan aink ga tau,.. aink ga pernah dikasih tau.
Ya mungkin karena cara kerja dunia ini kayak gitu. Masa depan selalu misteri. Kita manusia cuma dikasih jatah untuk berusaha dan berdoa. Berprasangka baik pada takdir akan selalu menjadi tantangan karena ga seorang pun tahu apa yang akan terjadi di masa depan.
ketika aink nulis ini sekarang, segala drama broken-heart yang lalu jadi terasa lucu. Jadi terasa sepele banget. Kayak gini kali ya orang-orang yang dikasih Surga ntar setelah meninggal. segala penderitaan dan kesabaran selama di dunia terasa kecil, ga ada artinya dan bisa dilupakan dengan mudah.
Selalu ada akhir yang baik untuk orang-orang yang bersabar.
So, no matter how bad your situation right now, just be patience. Kita ga pernah tahu skenario baik apa yang disiapin Allah. Selain tetap survive dan berdoa, kita cuma bisa berprasangka baik karena Allah sesuai dengan prasangka hambanya.
Penutup, aink mau ngutip quote dari mas @miring
Allah bersama orang yang patah hati
Sekian, selamat berakhir pekan dan Selamat menunggu untuk ditemukan.


















