Andai Aku Tidak Menikah Dengannya
REVIEW Kajian Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah M.A.
Saat menikah, wanita memiliki harapan bahwa pernikahannya akan menjadi surga dunia, penuh kebahagiaan dan keindahan, "RUMAHKU SYURGAKU"
Namun terkadang kenyataan tak seindah harapan. Ternyata sifat suaminya tak sebaik yang diperkirakan. Atau seiring berjalannya waktu, sikap sang suami kepada sang istri menjadi semakin buruk. Keras, kasar, egois, pemarah, tidak romantis, tidak bertanggungjawab, suka memukul, tidak punya waktu untuk istri, dan sifat-sifat buruk lain. Maka akhirnya bisa terbetik penyesalan mengapa dulu mau menikah dengannya, dan berkata dalam hati: "ANDAI AKU DAHULU TIDAK MENIKAH DENGANNYA".
Begitu juga sebaliknya bisa terjadi pada sang suami. Setelah sekian lama menikah, dan ternyata sikap sang istri tidak sebaik yg diharapkan, atau sikap istri berubah menjadi buruk seiring berjalannya waktu, bisa terbetik penyesalan mengapa dulu mau menikah dengannya, dan berkata dalam hati: "ANDAI AKU DAHULU TIDAK MENIKAH DENGANNYA".
Jika diibaratkan, rumah tangga adalah suatu bahtera yang sedang berlayar di lautan, dimana air laut tidak selamanya tenang. Dan ada masa dimana ombak begitu kuat menghantam dan angin begitu kencang mendera hingga awak merasa bahwa bahtera yang sedang ditumpanginya sudah tidak layak lagi untuk berlayar. Sehingga muncullah perandai-andaian.
"ANDAI AKU TIDAK MENIKAH DENGANNYA”
Materi dari Ustad Syafiq Basalamah lebih ke arah PEMBINAAN dan TIPS bagi pasangan dalam membina rumah tangga, terlebih tentang nasehat kepada para suami dan tentunya dengan bercermin dari rumah tangga Rasulullah.
Ketika ada satu dua ombak menerjang yang ditemui selama perjalanan mengarungi lautan. Ketika itu pula timbul keraguan akan ketetapanNya. Namun disampaikan dalam kajian kala itu bahwa kita dianjurkan untuk menghindari “BERANDAI-ANDAI” karena sesungguhnya itu akan membuka peluang pintu syetan terbuka, maka janganlah beranda-andai.
"Arrijalu kowammuna ‘alannisa Laki-laki ialah pemimpin wanita."
Tetapi pemimpin seperti apakah?
Ustad Syafiq menyampaikan beberapa point tentang peran laki-laki sebagai seorang pemimpin wanita, yakni suami yang melakukan pengarahan kepada istrinya. Dalam hal ini, suami tidak hanya sekedar menuntut terpenuhi semua keinginannya oleh istrinya. Tetapi suami juga harus bisa mengarahkan, mengayomi dan melindungi istrinya.
Allah memang mengutamakan lelaki atas wanita, karena lelaki lah yang memberi nafkah kepada wanita. Jika wanita yang mencari dan memberi nafkah maka keluarga tersebut akan pincang.
Wanita tidak diciptakan dari baja, karenanya ia akan meleleh. Tidak pula diciptakan dari batu, karena lama kelamaan bisa pecah menjadi kerikil. Tetapi wanita diciptakan dari tulang rusuk laki-laki, untuk mendampingi dan untuk disayangi. Ia diciptakan dari tulang yang bengkok, maka sayangilah dan bersikap lemah lembutlah. Ketika merasa kesal dengan wanita, ingatlah segala perjuangan keras wanita. Ia mengandung, menjaga dan mendidik anak-anak, menyiapkan semua kebutuhan keluarga.
Ustad Syafiq juga menyampaikan tipikal seorang wanita. Dikatakan, tidak akan mungkin bisa bersenang-senang dengan wanita, kecuali dengan satu syarat, yaitu SABAR. Sifat wanita adalah PENCEMBURU, ia akan merasa cemburu dengan ibu mertua juga kepada saudara perempuan suami.
Salah satu kisah Aisyah yang merasa cemburu ketika datang Shafiah membawakan makanan dan Rasul memuji makanannya. Karena merasa cemburu, Aisyah menampik makanan yang dibawa hingga terjatuh. Lalu Baginda Rasul hanya mengatakan “Ibu kalian sedang marah”. Rasul tidak marah kepada Aisyah, karena Rasul tahu, itu hanya marah sesaat.
Selain pencemburu, wanita juga sangat PERASA dan mudah marah. Rasulullah juga sangat mengenal bagaimana kondisi istri-istrinya. Misalnya saja, Rasul bisa membedakan ketika Aisyah sedang marah kepadanya atau tidak dengan melihat cara Aisyah memanggilnya. Biasanya Aisyah memanggil dengan ”Yaa Rasulullah” dan ketika marah Aisyah akan memanggilnya “Yaa Muhammad”.
Wanita juga menyukai perhiasan atau menyenangi hal yang indah-indah. Selain itu wanita diciptakan kurang akal dan kurang agama ( Lemah akal disini tentang persaksian. Karena jumlah saksi wanita adalah dua kali dari jumlah saksi lelaki. Dan untuk lemah agama dalam perihal shalat dan puasa, dimana saat wanita mengalami haid & nifas, ia tidak bisa menjalaninya ), dalam kondisi lain bisa saja wanita yang menjadi lebih unggul dibandingkan lelaki.
“ Saat kapal yang ditumpanginya berada pada titik akan karam dan istri serasa ingin loncat dari kapal tersebut maka bersabarlah kalian, ingatlah anak-anak kalian...”
Ustad Syafiq berulang kali mengucapkan nasihat, “BERSABARLAH, BERSABARLAH, BERSABARLAH “ di setiap pertanyaan yang terkait dengan guncangan dalam rumah tangga yang diajukan kepadanya. Yaa memang.. bahkan ucapan ini merupakan nasihat langsung dari Al Quran bukan ?
“Hai orang-orang beriman, jadikanlah Sabar dan Shalat menjadi penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. “ (AlBaqarah:153)
Selain Allah, yang mengetahui hakikat suami adalah istrinya. Hakikat seseorang akan lebih nampak ketika di rumahnya. Bagaimana keras dan lembutnya ia berperangai dan bagaimana sesungguhya akhlaknya.
Ustad Syafiq menasehati kepada para suami untuk bisa mengoreksi diri masing-masing dan tidak tergesa-gesa mengambil keputusan. Wanita itu diciptakan dari tulang yang bengkok, tetapi jangan lihat bengkoknya. Jangan membenci istri yang beriman, ingat setiap kebaikan-kebaikan dan kelebihan yang dimiliki istri. Pergauilah istri dengan cara yang ma’ruf dan keluarkanlah kata-kata yang bijak.
Jangan sampai, berlaku baik kepada orang lain namun tidak demikian kepada istri. Salah satu tolak ukur akhlak sebenarnya laki-laki adalah penilaian dari istri. Tidak jarang seorang laki-laki yang sangat baik dalam pergaulan teman-teman nya, akan tetapi tidak demikian terhadap istrinya.
Rasulullah bersabda:
أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ خُلُقًا
“Orang yang imannya paling sempurna diantara kaum mukminin adalah orang yang paling bagus akhlaknya di antara mereka, dan sebaik-baik kalian adalah yang terbaik akhlaknya terhadap istri-istrinya”. (HR At-Thirmidzi no 1162,Ibnu Majah no 1987 dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shahihah no 284)
Wanita memerlukan sanjungan dan pujian. Sempatkanlah untuk bisa berbincang dengannya meskipun dalam lelah setelah kamu bekerja. Sediakan waktu untuk berbincang dengannya, karena dia juga memerlukan tempat untuk berbagi cerita setelah seharian mengurus anak dan urusan rumah tangga. Perbincangan yang ringan, tidak melulu soal agama ataupun hadist, contoh nya bercerita tentang perkembangan anak-anak, kegiatan-kegiatan mereka, dll.
Rasul pun demikian, diceritakan oleh Ibnu Abbas, bibinya, Maimunah yang merupakan istri Rasul, sebelum tidur mereka berbincang terlebih dahulu.
Istri itu seperti wadah, bukan hanya sekedar tanah liat biasa yang ditiupkan ruh oleh Allah. Ia butuh disirami, jika tidak disirami ia akan mencari tempat bernaung yang lain. Hargai setiap pendapatnya, ajak untuk bermusyawarah dan jangan merendahkan istri. Karena sesungguhnya wanita itu adalah pecahan dari lelaki.
Ketika telah memasuki rumah, lupakan semua JABATAN di luar. Ingat, Anda adalah suami dan juga ayah dari anak-anak. Begitupun Rasul saat di rumah, beliau membantu keluarganya, memperbaiki sandalnya yang rusak sendiri dan bahkan Ia menjahit bajunya sendiri. Rasul tidak pernah mencela makanan, beliaupun bahkan pernah minum di bekas Aisyah minum, menjilati tangan aisyah setelah makan pun pernah dilakukan.
Waah, begitu indah bukan cara Rasul memperlakukan istrinya ? smile emoticon
Rasulullah bersabda:
خَيْرُكُمْخَيْرُكُمْلِأَهْلِهِوَأَنَاخَيْرُكُمْلِأَهْلِي
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya. Dan akulah yang paling baik di antara kalian dalam bermuamalah dengan keluargaku”. (HR At-Thirmidzi no 3895,Ibnu Majah no 1977, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shahihah no 285)
Suami adalah surga dan nerakanya bagi istri. Jika ada masalah, MAAFKANLAH, TINGGALKAN dan LUPAKAN. Karena hati ini seperti kertas. Jikalau sudah remuk tidak akan kembali seperti semula, mungkin akan tetap berbentuk namun banyak guratan yang menyala.
Terakhir, Ustad Syafiq menyampaikan satu nasehat Rasulullah dalam mencari menantu untuk anak-anaknya dan bisa juga dijadikan panutan bagi kita dalam mencari pasangan, yakni dengan melihat agama dan akhlaknya. Satu hal yang tersirat, ia juga menyampaikan bahwa lakukan lah dengan cara yang baik untuk memulai hal yang baik.
Maka saat menikah hendaknya benar-benar selektif dalam memilih calon pendamping hidup, carilah yang benar-benar baik akhlak dan agamanya. Dan mintalah pertimbangan kepada orang-orang bijak, orang-orang yg paham agama, bertakwa, serta terpercaya (ustadz, orang tua, tokoh agama setempat, dll) mengenai sang calon tersebut, agar didapatkan kesimpulan yang obyektif, bukan hanya subyektif, dan bisa jadi mereka mengetahui apa yang tidak kita ketahui.
"Sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik sikapnya kepada istrinya…"
Pernikahan adalah suatu perjanjian yang besar, suatu pertanggungjawaban yang berat bagi seorang laki-laki, yang mana dia mengambil seorang wanita dari kedua orangtuanya untuk hidup bersamanya dalam sebuah bahtera yang bernama rumah tangga yang dipimpin olehnya.
Satu quote dari beliau yang bisa dijadikan renungan bagi semua.
" Malam pernikahan adalah malam penguburan cinta bagi yang berpacaran, namun bagi yang memulai dengan yang ma'ruf, malam pernikahan adalah malam pembenihan cinta."
**** Isi kajian ini mengingatkan diri saya pribadi untuk lebih bisa banyak belajar dan muhasabah diri. Saya menyadari diri ini masih fakir ilmu. Masih harus banyak sekali belajar.
Menikah adalah ibadah dan merupakan sunnah Rasulullah. Istri maupun suami pasti ingin bisa menjadi penyejuk hati bagi pasangannya, karena satu sama lain saling membutuhkan. Semoga dalam pernikahan kita, andai-andai seperti tema kajian ini tidak pernah muncul yah suamiku. Aamiin... Den Avan
Wallahu a’lam bish-shawab
-> semoga bermanfaat















