Siang
Sampai siang yang hampir tersingkir
sepenuh kopi masih di cangkir
langkah siapa itu menyisir sepi
langkah yang melekat pada dinding ingatanku
ya...tak lain langkahmu meluruh
bersama lembar demi lembar daun yang lepas dari tangkai
kering terkulai
Dalam siang yang nyalang
kita saling terikat dalam harapan
Namun, cinta tak pernah memberikan apa-apa
: Kecuali LUKA
















