(via Carrying patterns and colours across living spaces)
The Bowery Presents
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
Hole
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Show & Tell
ojovivo
★
d e v o n

roma★

bliss lane
No title available
𓃗
taylor price
NASA
KIROKAZE
No title available
One Nice Bug Per Day

Kiana Khansmith

gracie abrams
Noah Kahan

seen from Japan

seen from United Arab Emirates

seen from Japan

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United Arab Emirates

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Türkiye
seen from Germany

seen from United Arab Emirates
seen from China

seen from Singapore

seen from United States

seen from United Arab Emirates
seen from Türkiye
seen from Türkiye

seen from United Arab Emirates

seen from Türkiye
seen from Netherlands
@bintangkejora1-blog
(via Carrying patterns and colours across living spaces)
27 November 2016
Ada satu hal yang saya sadari betul tentang pernikahan. Pernikahanmu membuat kamu berada di lingkaran keluarga yang ‘berbeda’ dengan orang tuamu. Kamu punya keluarga kecilmu sendiri. Maka, berpuas-puas diri menjadi anggota keluarga sebelum membangun keluarga sendiri sebaiknya kamu lakukan. Untukku, aku terkadang sedih juga kalau hanya bisa bertemu orang tua di akhir pekan. Tapi bersyukur juga kami tinggal di area yang sama jadi tidak ada kesulitan untuk bercengkerama.
“Ayah, sebenarnya saat kecil dulu aku punya satu cita-cita sebelum aku berubah haluan dengan berkuliah di bidang kedokteran.” Ucapmu tiba-tiba kepadaku yang duduk di samping kasur tempatmu berbaring. . “Benarkah? apakah cita-cita masa kecilmu itu?” Tanyaku menimpalimu. . “Dulu aku bercita-cita menjadi tentara. Tapi dengan kehendak Allah seperti saat ini, aku merasa beruntung mengubah haluan cita-citaku. Kalau tidak, mungkin aku akan menyimpan kecewa atas takdir Allah.” Jawabmu menjelaskan. . “Memangnya apa yang salah dengan cita-cita masa kecilmu itu?” Tanya penasaran. . “Karena salah satu syarat menjadi tentara tentunya adalah mempunyai fisik yang sehat dan prima. Satu syarat yang susah kupenuhi dengan kondisi seperti saat ini. Lalu kemudian aku beralih dengan berkuliah di bidang kedokteran. Kalaupun tak sampai juga karena kondisi saat ini, aku tak meninggalkan sesuatu apapun untuk disesali. Makanya aku merasa beruntung Allah menggerakkan hatiku beralih cita-cita, sehingga aku tak terlalu susah menerima takdirNya ini.” Ucapmu menerangkan alasan. . Aku sejenak tertegun mendengar ucapanmu itu. Allah mengaruniakanmu menjadi anak tunggal dari pernikahanku dengan ibumu. Kemudian di usiamu yang baru setahun berkuliah, Allah menghendakimu mengidap penyakit. Kau menderita Leukemia Limfosit Kronis. Penyakit yang sebenarnya lebih sering menyerang usia diatas 50 tahun. Dan yang menjadi lebih ironis bagiku dan ibumu, adalah karena kau sedang berkuliah di bidang kedokteran. Kau ingin jadi dokter yang membantu mengobati orang lain, tapi Allah menakdirkanmu sering berbaring di ranjang rumah sakit. Hampir genap tiga tahun sejak kau mengidap penyakit ini. Tapi aku beruntung mempunyai anak sepertimu. Kau begitu sabar sejak pertama kali mengetahui kau mengidap penyakit ini. Aku hampir tak pernah mendengarmu mengeluh dengan kondisimu ini. . “Mengapa tidak. Kau tentu bisa menjadi tentara bahkan dengan kondisi saat ini.” Jawabku kemudian diiringi keheranan yang tampak di wajahmu yang pucat pasi. . “Maksud Ayah?” Tanyamu heran. . “Kau bisa menjadi tentara. Tapi tentaranya Allah. Allah tak pernah meminta syarat pada bentuk dan kondisi fisik seseorang untuk menjadi tentaraNya.” Jawabku menebus keherananmu. . “Tapi amalku juga tak bisa sebanyak mereka yang memiliki kondisi fisik lebih baik dariku.” Jawabmu seakan lesu. . “Kata siapa? Di luar sana banyak sekali orang yang berfisik prima tapi lalai dari Allah. Sedangkan kulihat kau tak pernah putus dengan dzikir, tilawah dan ibadah-ibadah lainnya di tiap waktu.” Jawabku mencegah rasa pesimismu. . Kau tertegun mendengarkanku. Sesaat kemudian bibirmu bergumam pelan mengucap istighfar. Aduhai beruntungnya aku mempunyai anak shalih sepertimu. . “Jadilah tentara Allah dalam kondisi apapun. Jadilah bagian kafilah yang bergerak di bawah panji Rasulullah. Semua tentara Allah itu tangguh dan pakaiannya gagah. Mereka berjalan dalam barisan yang dipimpin Rasulullah yang paling tangguh dan gagah diantara semuanya. Tak ada yang kecewa jika menjadi tentara Allah. Tentara Rasulullah.” ujarku dengan menatap lekat ke kedua matamu. . Mendengarnya, kulihat matamu nanar. “Ayah, ceritakan padaku kegagahan Rasulullah dengan perlengkapan perangnya seperti sering kau ceritakan saat aku kecil dulu. Aku ingin menghadirkan gambaran kegagahan Rasulullah di kepalaku sebelum tidur malam ini.” Ujarmu meminta. . Lantas kugenggam jemarimu dan membenarkan posisi dudukku. . “Rasulullah memiliki beberapa pedang. Setiap pedangnya memiliki nama. diantaranya adalah Al Mathur, ialah pedang yang diwarisi dari ayahnya Abdullah. Selain itu ada Al Adb, Al Battar, Qal'i dan Al Qadib. Dan yang paling terkenal dan legendaris adalah Dzulfikar, seperti namamu. Pedang dengan dua mata ini dibawa Rasulullah ketika memasuki Makkah saat peristiwa Fathul Makkah.” Ujarku bercerita. . “Gagang hulu pedang Rasulullah terbuat dari perak. Pedangnya adalah jenis hanafiyyah. Dibuat oleh Bani Hanifah, pembuat pedang yang paling bagus dan halus. Begitu bagusnya pedang Rasulullah, banyak sahabat meniru bentuk pedang Rasulullah. Diantaranya adalah sahabat Samurah bin Jundub. Ibnu Sirin seorang tabi'in bahkan membuat pedangnya mirip dengan kepunyaan sahabat Samurah bin Jundub karena Ibnu Sirin tahu pedang Samurah mirip dengan pedang Rasulullah.” . “Selain itu, baju-baju besi Rasulullah juga memiliki nama. Beliau memiliki tujuh baju besi. Diantaranya adalah Dzatul Fudul, baju besi yang digadaikan beliau kepada seorang Yahudi dengan tiga puluh sha’ bahan makanan untuk makanan keluarganya. Selain itu ada Dzatul Wishah, Dzatul Hawashi, As Sa'diyyah, Fiddah, Al Batra’, dan Al Khirniq. Beliau juga memiliki helm yang terbuat dari besi yang bernama Al Muwashah.” Lanjutku bercerita. . Kulihat matamu terpejam. Sepertinya kau sedang membayangkan Rasulullah di kepalamu melalui cerita yang kusampaikan. “Gagah sekali Rasulullah.” Ujarmu bergumam dengan tetap memejam mata. . “Anakku, tahukah kau ada baju besi yang lebih tangguh dari semua baju besi yang dimiliki Rasulullah itu?” Ujarku kemudian. . “Apakah itu?” Tanyamu ingin tahu. . “Bukan apa, tapi siapa. Dialah Thalhah bin Ubaidillah. Kepahlawanannya semerbak harum sepenjuru Gunung Uhud. Dia adalah baju besi yang melindungi Rasulullah di perang Uhud. Saat itu barisan pasukan Islam goyah tersebab ketidakdisiplinan regu pemanah. Pasukan musuh berhasil merangsek hingga hampir mendekati Rasulullah. Saat itu ada 11 prajurit Anshar dan Thalhah yang seorang Muhajirin. Mereka melingkar melindungi Rasulullah.” Ujarku bercerita. . “Lalu satu persatu prajurit Anshar gugur saat melindungi Rasulullah dari serangan musuh hingga tersisalah Thalhah satu-satunya yang berada dengan Rasulullah. Maka Thalhah pun memeluk Rasulullah dengan tangan kiri dan dadanya. Sedangkan tangan kanannya menebas-nebas serangan musuh dengan pedangnya. Sengit dan perih sekali serangan yang diterima Thalhah. Saat itu Rasulullah hendak naik keatas bukit untuk menyeru barisan pasukan muslim yang tergoyah karena kabar bahwa Rasulullah telah dibunuh. Tapi sulitnya keadaan saat itu, ditambah dua baju besi yang ia kenakan berlapis membuatnya terasa berat. Begitu susahnya hingga beliau terjatuh dan melukai wajahnya. Thalhah yang masih sibuk menghalau para musuh yang menyerang Rasulullah itu kemudian menggendong Rasulullah. Dia bawa Rasulullah ke puncak bukit. Kemudian ia kembali lagi bertarung dengan pasukan musuh.” . “Ketika Rasulullah berada di puncak bukit dengan selamat, Abu Bakar dan Abu Ubaidah yang berjarak agak jauh dari Rasulullah kemudian mendekati Rasulullah. “Tinggalkan aku, bantulah Thalhah!” Seru Rasulullah. Maka keduanya pun mencari Thalhah. Mereka menemukan thalhah terkulai diatas tanah, Badannya babak belur dengan lebih dari 80 luka di tubuhnya, dan jemarinya tangannya putus. Mereka berdua mengira Thalhah telah gugur. Tak lama kemudian Thalhah terbangun. Ternyata ia pingsan. Maka segeralah keduanya menolong Thalhah. Kepahlawanannya membuatnya mendapat julukan Asy Syahidul Hayy, Seorang syahid yang hidup. Rasulullah berkata, “Siapa ingin melihat orang berjalan di muka bumi setelah kematiannya, maka lihatlah Thalhah. Dan Wajib baginya surga.” Kepahlawanannya melegenda. Setiap kali para sahabat mengenang peristiwa Uhud, mereka berujar bahwa peperangan Uhud adalah milik Thalhah seluruhnya.“ . “Itulah Thalhah. Perisai dan baju besi yang melindungi Rasulullah. Yang masih hidup namun telah bergelar syahid. Baginya, dijanjikan surga diantara 10 sahabat yang utama.” Ujarku mengakhiri cerita. . “Ayah, Aku ingin menjadi tentara Allah. Tentara Rasulullah. Seperti Thalhah yang menyerahkan seluruh tubuhnya terkoyak untuk melindungi Rasulullah.” Ucapmu sambil berlinangan air mata. . “Kau telah menjadi tentara Allah, Nak. Kau adalah tentara Allah.” Jawabku sendu sambil mencium keningmu. “Sekarang tidurlah. Bawa Rasulullah ke dalam mimpimu. Jadilah engkau perisai dan baju besi baginya.” Ujarku disambut senyum di sudut bibirmu. . Ditingkah gemericik hujan yang terdengar diantara jendela malam itu, kuajak ibumu mengambil wudhu. Di sudut kamar tempatmu tertidur diatas ranjang rumah sakit itu, kami mendirikan shalat. Kugenggam erat tangan ibumu yang duduk bersandar di sampingku seusai shalat. “Ya Allah, kuatkan kami.” Gumam ibumu lirih. Kurasakan air matanya membasahi pundakku. Aku dekap erat pundak ibumu. “Allah Maha Kuat, Nai. Allah Maha Kuat.” Ujarku masih mendekapnya. . “Diantara orang-orang Mukmin itu terdapat sejumlah laki-laki yang memenuhi janji-janji mereka terhadap Allah. Di antara mereka ada yang memberikan nyawanya, sebagian yang lain sedang menunggu gilirannya. Dan tak pernah mereka merubah pendiriannya sedikit pun juga!” (QS Al-Ahzab: 23) . (Tulisan ini dimaksudkan juga sebagai tribut untuk seorang kawan yang telah menemui takdirnya. Seorang murabbiyah yang shalihah, baik terhadap kawan-kawannya, serta tulus dan lembut hatinya. Semoga Allah melapangkan kuburnya dan mencurahkan nikmat untuknya.) . #serisyamail #maulid #rasulullah
:’)
See you once again my love ❤ this is my second favorite song. So?can you sing this song for me?😄
(via Rustic Beauty in an Inner-City Apartment)
On the difficult days, when the world’s on your shoulders, remember that diamonds are made under the weight of mountains.
Beau Taplin, “Diamonds” (via wordsnquotes)
kalau kita bukan seseorang itu
hanya ada satu nama yang bisa menyentuh inti hati setiap manusia. hanya ada satu nama yang bisa menjadi yang teristimewa. terima kenyataan itu.
seperti adit untuk kica. seperti kica untuk adit. seperti banyu untuk rasya. seperti adit untuk faza. hanya ada satu nama–yang meskipun kadang hanya dipertemukan tanpa dipersatukan–yang bisa memiliki tempat itu.
nama itu punya daya pikat luar biasa. nama itu, mendengarnya saja bisa membuat air mata menguap tiba-tiba. seseorang itu begitu menarik, sehingga segala hal kecil yang disukainya juga mencuri perhatian kita. seseorang itu cita-citanya, mimpinya, ingin kita perjuangkan juga.
tapi terima kenyataannya. hanya sedikit sekali yang dipilihkan bersama dengan seseorang itu. kebanyakan tidak. kebanyakan, pilihan terbaik menurut Tuhan bukan yang terbaik menurut kita.
ada yang lebih susah daripada bersama dengan seseorang yang bukan seseorang itu, daripada ikhlas melepaskan seseorang itu–yaitu menjadi seseorang yang bukan seseorang itu, ikhlas diterima sebagai bukan seseorang itu. sebab selamanya, kita tidak pernah menyentuh inti hatinya.
tetap bersyukurlah–pun kalau kita bukan seseorang itu. sebab kita adalah seseorang itu, kata Tuhan. kita mungkin tidak bisa menyentuh inti hatinya. siapa tau, kita justru bisa menyentuh dan mendiami surga-Nya.
Satu nama itu, dalam doa itu, kamu. Yogyakarta menjadi awal pertemuan nyata kita.
santai aja. tenang aja. semua yang bikin kamu deg-degan, khawatir, cemas, takut, capek, sedih, nangis, bahkan galau hari ini– hanya akan bikin kamu senyum dan ketawa setelah kamu melewatinya.
semangat ya. jangan lupa bersyukur dan bahagia. (via prawitamutia)
perjuangan
setiap masa memiliki perempuannya. setiap perempuan memiliki perjuangannya. setiap perjuangan memiliki penerusnya. setiap penerus memiliki perjalanannya. setiap perjalanan memiliki penemuannya. setiap penemuan memiliki pelajarannya.
yang diajarkan eyang buyut kepada eyang: perjuangan melawan penjajahan dan penghinaan. yang diajarkan eyang kepada ibu: perjuangan melawan kebodohan dan kemiskinan. yang diajarkan ibu kepadaku: perjuangan melawan kebatilan dan godaan setan. yang aku akan ajarkan kepada anak-anakku: perjuangan melawan diri sendiri.
setiap masa memiliki pelajarannya. sehingga belajar adalah tugas kita, para perempuan. karena mengajar adalah fitrah kita, para perempuan. sedang mendidik adalah pilihan. adalah perjuangan.
kita adalah perempuan dalam perjuangan. adalah perjuangan dalam perempuan.
Lagi baca novel SAGRA karya novelis Bali- yeaa Perempuan dalamnroda sejarah
Update Kehidupan (edisi kesekian)
Wah wah, sudah lama tidak muncul di internet. Well, ternyata selain kelamaan ga jalan-jalan, kelamaan ga nulis juga bisa bikin saya meriang. Karena kebanyakan topik yang harus ditulis akhirnya saya memilih untuk bikin update kehidupan:
Setelah berpikir keras mau ngapain dalam hidup ini, akhirnya saya memutuskan untuk membiarkan nasib membawa saya kerja dimana pun yang penting halal dan thoyib. Ujung-ujungnya saya menyanggupi bekerja di manapun karena pada dasarnya tidak ada pekerjaan yang ideal, kita butuh kerja untuk makan, dan kita butuh kerja untuk mengisi waktu luang. Semoga Allah memberikan yang terbaik. Aamiin.
Saya sedang puasa menggunakan social media, kecuali Tumblr karena hanya sedikit orang yang tahu saya di kehidupan nyata sekaligus di Tumblr, itu pun saya jarang-jarang buka Tumblr. Saya total berhenti buka facebook, instagram, dan path sejak beberapa minggu yang lalu untuk menemukan kedamaian hidup. Sejauh ini saya merasa lebih bahagia, seriously.
Saya menuntaskan keinginan saya untuk kembali ke Yogyakarta pasca selesai S2. Saya bertemu teman-teman lama saya yang mulai tumbuh berkembang menjadi lebih dewasa, cie. Saya ikutan Jogja Heritage Walk rute Imogiri sejauh 12 km dan super bangga pada diri saya sendiri yang ga ngeluh sama sekali sepanjang perjalanan, wkwk. Saya juga berhasil membayar keinginan sejak 4 tahun yang lalu untuk foto wisuda di depan Tugu Jogja dengan membawa medali waktu saya wisuda di UGM tahun 2013, hahaha. Nanti saya upload fotonya kalau sudah mood mainan social media lagi.
Saya juga akhirnya mencoret bucket list saya yang ingin banget pergi ke Labuan Bajo dan dengan tabungan tersisa, saya ngebolang ke sana. Syubidupap… Labuan Bajo ternyata indah pisaaaaan, Bakal susah nih nyari tempat lain untuk travelling karena standar di sana terlalu tinggi. Makan ikan di Kampung Ujung, naik ke Pulau Padar, snorkelling di Gili Laba, berburu komodo di Pulau Komodo, foto ala-ala Maldives di Pulau Kanawa, megang ubur-ubur di Pulau Sembilan, ketemu manta di Manta Point, dan tidur di kapal di tengah laut selama dua malam adalah pengalaman hidup yang super sekali.
Alhamdulillah saya lulus S2. Dengan ini saya bisa menyematkan gelar Master of Science di belakang nama saya. Setidaknya ada yang bisa saya banggakan dalam hidup saya :’) Masih inget rasanya perjuangan saya untuk bisa S2. Sekarang saatnya membayar janji-janji manis untuk negara yang dulu pernah saya utarakan. Well, ternyata drama banget sih kisah ngeliat pengumuman kelulusan ini. Saya lagi di Labuan Bajo waktu itu dengan sinyal seadanya dan degdegan nungguin webpage yang loading-nya lama banget. Ujian kesabaran deh pokoknya. Hufth. Maka nikmat 4G yang mana yang telah engkau dustakan?
Jadi foto kelulusan di Tugu Jogja pas juga untuk momen kelulusan S2 saya, heheheh. Berhubung saya ga ikutan wisuda karena uangnya habis buat ke Labuan Bajo, wkwkwkwk. Life is about priority :-p
I remember the days I prayed for the things I have right now :’) THANKS GOD FOR LITERALLY EVERYTHING. YOU ARE THE BEST BEST BEST PLANNER. I LOVE YOU, GOD. :-*
√ Keterampilan Mendengarkan Curhat.
Salah satu keterampilan yang harus diperlajari sebelum kita menikah sebagai calon suami adalah keterampilan mendengarkan curhat…
Karena ada sebagian suami yang memang tidak pandai mendengarkan curhat, apalagi curhatan istrinya… kalau suami mendengarkan curhatan teman kerjanya ada yang pinter…
Tetapi mendengarkan curhatannya istri, komentar-komentar yang sering ada dibenak suami adalah “gitu aja diceritain pentingnya dimana…” 😅
Yang sering muncul kelak “itu cerita berapa kali ini sudah cerita yang ke empat kalinya… 😅
Ketika kelak istri curhat anggaplah betapa pentingnya urusan itu sebab nanti bisa jadi akan membawa konflik…
Anggaplah itu sangat penting meskipun diulang berkali-kali. Merasalah bahwa itu adalah cerita yang pertama dan antusiaslah untuk mendengarkannya… masyaAllah… 😂
Inilah yang menjadi benteng yang kelak dapat mengancam keutuhan rumah tangganya. Jadilah suami pendengar yang baik mmenyimak dengan nikmatnya dan latihannya memang berat…
Banyak rumah tangga terjadi konflik bukan karena kurangnya cinta. Tapi karena kurangnya ilmu tentang cinta dan salah satu ilmunya adalah ilmu mendengarkan dan menyimak tangis sang istri…
Lelaki itu kalau sudah jadi suami jangan bilang :"buat apa nangis karena nangis gak akan nyelesaikan masalah.” Ini berpotensi terjadi konflik… 😯 • √ Karena lelaki yang dipuja oleh wanitanya biasanya tidak menyuruh menghentikan tangisan apa lagi bertanya buat apa nangis. Lelaki yang akan dipuja wanitanya adalah dia yang menyediakan tempat paling nyaman untuk menangis sampai tuntas.. dibahunya.. disandarannya… • Bahayanya ini bila kita sebagai lelaki tidak menangani tangisnya maka dia bisa jadi akan menangis pada lelaki lain…
Wanita itu selalu mencari telinga untuk mendengarkan curhatnya. Kalau kita tidak dengarkan curhatnya kelak, makan dia akan cari telinga lain…
Maka ini adalah keterampilan penting bagi para lelaki…
Ustadz. Salim A. Fillah . Kontribusi oleh @pejuangakhirat
#duniajilbab
Jadikan Hobi Nulismu Menjadi Modal Untuk Meraup Penghasilan
Hallo para Penghuni Tumblr yang Loveable dan Inspiratif, kalian tahu gak sih bahwa hobi dapat dijadikan modal untuk mencari penghasilan ? salah satunya hobi menulis. Terkadang banyak orang yang memiliki hobi menulis tidak tahu cara bagaimana menjual tulisannya.Padahal ada banyak peluang yang bisa kalian dapatkan untuk meraup penghasilan. Berikut ini cara-cara bagaimana kalian bisa meraup
penghasilan dengan menulis :
1. Self Publishing : artinya kalian membuat sebuah karya tulis berupa cerpen, novel, dan membuat layout, mengover dalam bentuk buku maupun non buku lalu mempublikasikan karya tersebut ke berbagai instansi maupun media. Contoh instansi yang bisa di jitu yakni gramedia, togamas, dll. Adapun juga melalui media. Contohnya melalui payhip.
2. Menulis di Media Massa : kalian mencoba menjitu media massa yang terkenal biasanya pada rubric opini atau suara mahasiswa di setiap media cetak tersebut. Atau kalian bisa mengirimkan cerita-cerita anda ke majalah-majalah yang ada.
3. Membuat tulisan review : ada kalanya terkadang sejumlah perusahaan membuka lowongan review atau resensi untuk produk yang mereka jual bisa dalam bentuk buku maupun yang lain. Disini peran kita selaku penulis bisa membuat sejumlah review menarik terhadap produk mereka. Sehingga darisana apabila tulisan review kalian dinilai bagus, maka kalian akan mendapatkan bonus dari perusahaan tersebut.
4. Penulis Konten : dengan berkembangnya dunia digital khususnya banyak blog-blog yang berkeliaran di media internet menjadikan lading yang makmur bagi para penulis konten. Dalam hal ini kalian menawarkan diri menjadi seorang jasa penulis untuk mengisi konten di blog-blog orang lain. Kalian juga bisa menemukan instansi yang membutuhkan jasa penulis konten di portal-portal seperti Freelancer.co.id, Sribulancer.com, Projects.co.id.
5. Mengikuti kompetisi : bagi kalian yang hobi menulis, ada kalanya kalian juga aktif mencari kompetisi-kompetisi menulis yang menyediakan berbagai hadiah. Ada banyak info tentang kompetisi menulis di internet. Salah satunya kompetisi Unair Blogging Competition. Dalam kompetisi tersebut mengajak teman-teman sekalian untuk menuliskan pengalaman pribadi tentang unair melalui website, blog, maupun tumblr pribadi masing-masing. Hadiah yang diberikan juga cukup menarik dengan total hadiah senilai 30 juta rupiah. Yuk, ikutan dan cek ketentuan lombanya disini : http://bpp.unair.ac.id/ketentuanlomba/ :) Jangan salah, lomba ini tak hanya untuk mahasiswa UNAIR, tapi juga untuk umum. Jdi, siapa tahu, kamu yang jadi juaranya :)
cc : @novieocktavia, @khairunnisasyaladin, @dindaarr @avinaninasia, @wandaroxanne, @firdaramalia, @ayuerahmi, @fitrifor, @fitriarumsari, @upitpipit,
now that i’ve resigned myself to living in my parents house while i finish my degree i’ve spent the last few months trying to make my room a little more like somewhere i actually want to live and work in & i finally feel like i finished this clutterbug space last night i’m v happy ´ ▽ ` )
(via A Beautiful One Bedroom Bachelor Apartment Under 100 Square Meters (With Floor Plan))
Assalamualaiku, Kak Satria. Salam kenal. Saya mau tanya kak, kalau dalam agama kita, karma itu ada engga? Terus bagaimana seharusnya sikap kita kalau kita dizhalimi oleh orang lain? Kita harus mendoakan apa utk org itu dan utk diri sendiri? Terima kasih, Kak.
Walaikumussalaam warahmatullahi wabarakatuh, @himalayamidnight. Salam kenal.
Kalau karma yang dimaksud adalah hukum sebab-akibat, tentu ada. Setau saya, kita mengenalnya dengan istilah kifarat. Setiap balasan berhubungan dengan dosa sebelumnya. Esensinya mengacu sama tiga hal mendasar yang kita tau. Pertama, satu dari 99 sifat Allah Subhanahuwata’ala adalah Al-’Adl atau Maha Adil. Maha Adil disini bermakna bahwa Ia adalah sebaik-baik pemberi hak atas setiap kejadian. Kedua, enggak ada perbuatan yang terlewat dari catatannya Raqib & Atid. Ketiga, setiap kebaikan datang dari-Nya sementara keburukan datang dari perbuatan kita sendiri.
Berdasar pada ketiganya, mungkinkah ada amal yang absen tercatat? Mungkinkah ada ketimpangan hak dari setiap ketetapan-Nya? Mungkinkah ada akibat yang enggak bersebab? Mustahil ada untuk ketiganya. Satu dari banyak contoh populer untuk menanggapi kezaliman, dilakukan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam sewaktu beliau didustakan, diusir dan disakiti oleh penduduk Tha’if saat berdakwah.
Setelah tiga hari kondisi yang sama terus berulang, Jibril menghampiri beliau lalu berkata, “Rabbmu telah mengetahui apa yang dikatakan dan diperbuat kaummu terhadapmu. Maka Dia mengurus malaikat penjaga gunung untuk kau perintahkan sesukamu”. Malaikat penjaga gunung menawari beliau untuk membalikkan gunung Akhsyabain supaya menimpa dan menghancurkan mereka yang ingkar, dusta, mengusir dan menyakitinya. Apa jawaban beliau?
“Tidak, sungguh aku ingin agar diriku diutus sebagai pembawa rahmat, bukan penyebab azab. Bahkan aku ingin agar dari sulbi-sulbi mereka, dari rahim-rahim mereka, kelak Allah Subhanahuwata’ala akan keluarkan anak keturunan yang mengesakan-Nya dan tak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun”.
Maka, berupayalah untuk enggak mendendam yang tentu bisa menambah panjang daftar amalan burukmu. Dimana makna kebijaksanaan kalau buruk berbalas buruk? Cukup jauhi penyebabnya saat memang kezaliman itu terbilang remeh untuk ditanggapi. Kalau sanggup mengingatkan, silahkan lakukan dengan baik. Inisiatifmu baik untuk balas mendoakan seperti yang Rasul contohkan.
Doakan mereka agar tercerahkan dengan hidayah supaya keburukan mereka enggak bertambah. Doakan dirimu sendiri agar bisa mendulang sebaik-baik pahala lewat kesabaran itikad dan perbuatan atas keburukan yang terjadi. Yakinlah bahwa setiap respon akan terakumulasi kepada karakter kita di masa depan. Maaf kalau jawabannya kurang baik. Sama-sama ya. Wallahu’alam bishawab.
“Dimana makna kebijaksanaan kalau buruk berbalas buruk?”
Nuhun kang @satriamaulana udah share ilmu ini
Teruslah melangkah, entah berkawan atau sendirian. Tetaplah emban amanah, bahkan jika itu membuatmu ditinggalkan dalam perjalanan. Jangan sampai Tuhan sia - sia telah memberimu kelebihan.
Persiapkan hati, dengan segala kemungkinan yang terjadi. (via jagungrebus)
Angkaat tangaaaan
Ternyata Kamu Bisa Jahat Juga Ya
Saya tak menyangka ternyata diam-diam kau begitu. Ternyata selama ini diam-diam kau menawan kebebasan saya.
Bagaimana tidak, doa-doa tentang kebaikan yang tak luput kau penjatkan, barangkali yang sering menawan saya ketika saya hendak bertindak sewenang-senang. Terlalu.
Sungguh ini kejahatan paling seksi yang pernah saya alami. Kalau bisa, tolong dipertahankan, ditingkatkan lebih jahat juga boleh–memasukan nama saya dalam draft tujuan hidupmu misalnya.
Ah, kamu, jahatmu sungguh menananinanakan. Jangan berhenti jahatnya yak. ^_^
Keeeceeeee abiiiisss