All I need is quiet and calm place.

Discoholic 🪩
noise dept.
Alisa U Zemlji Chuda

Origami Around

Product Placement
hello vonnie

Andulka

pixel skylines

Kaledo Art
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
Claire Keane
h
will byers stan first human second
Cosmic Funnies

❣ Chile in a Photography ❣
Jules of Nature

JVL
Misplaced Lens Cap

tannertan36
taylor price
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from France

seen from United States

seen from Singapore
seen from T1

seen from Germany

seen from Canada
seen from United States
seen from Sweden
seen from Chile
seen from Chile
seen from United States
seen from France
seen from United States
@blackandtosca
All I need is quiet and calm place.
Akan Selalu Ku Kenang
Seperti ini rasanya. Begitu sakit. Begitu kosong hati ini. Aku selalu mencoba untuk tegar ketika menghadapi berbagai persoalan hidup. Namun, untuk satu hal ini aku kira, aku tetap selalu kuat. Nayatanya, hati ini sesungguhnya begitu rapuh ketika ku teringat akan sosok itu. Mereka adalah malaikat dalam hidupku sesungguhnya. Kakek dan nenek. Mereka adalah malaikat yang Tuhan kirim untuk melindungi, merawat, dan membesarkanku dengan sangat baik. Dengan sangat baik dan penuh kasih sayang.
Empat tahun sudah kakek meninggalkanku dan enam bulan lamanya nenek meninggalkanku. Seperti tak memiliki pegangan hidup lagi. Harus kepada siapakah aku bersandar? Harus lari kemanakah ketika aku membutuhkan tempat untuk bercerita? Aku rindu bercerita banyak hal. Aku rindu menceritakan kejadian-kejadian lucu. Aku rindu, ketika aku dan nenek menggosip. :-))
Ketika aku pulang, dari Jarak +/- 5 meter, aku sudah berteriak memanggil nenekku engan sebutan emak. Emaaakk!! Teriakku dari jauh. Kurasa para tetanggaku sudah terbiasa dengan lengkingan itu. Lengkingan yang telah didengar oleh nenek selama 30 tahun lebih.
Ketika menjelang tidur, ada saja hal yang aku bicarakan. Tanpa henti. Tidak jarang, nenek menjawab sekenanya karena sudah mengantuk. Pastinya. Bagaimana tidak? Aku mengajak bercerita menjelang tidur +/- dari pukul 09.00 hingga 00.00. Aku tahu nenekku Lelah, tetapi masih setia mendengarkan cerita cucunya yang tidak pernah habis.
Dapatkah aku bisa bertemu di mimpi? Aku ingin bercerita.
Kontemplasi Diri
Aku hanya ingin berbagi kisah.
Bukan keluhan, melainkan lebih kepada ucapan syukur.
Segalanya itu ternyata telah disiapkan Tuhan untuk kehidupan kita melalui cara-Nya. DALAM BERBAGAI HAL.
Seringkali kita merasa hidup kita tidak beruntung, hidup kita begitu saja -- membosankan, hidup tidak ada kemajuan (progres), hidup tidak bisa memberikan manfaat untuk diri sendiri dan/atau orang lain -- merasa tidak berguna. Terlebih, ketika kita berada di titik terendah kita. Kita semakin merasa bahwa diri kita sangatlah payah.
Lantas, hal apa yang membawaku ingin bercerita? Singkat saja, yaitu foto. Baru saja, aku membuka foto-foto lama yang sempat kucadangkan di google photo. Aku menggulir halaman paling bawah, di mana halaman itu berisi foto-foto lama. Ku lihat satu per satu foto sambil aku berpikir dan berkata dalam hati, "Betapa baik Tuhan itu. Aku tidak akan menjadi seperti ini kalau bukan campur tangan Tuhan". Ku lihat beberapa fotoku dengan seragam kerja pertamaku saat itu. Sungguh tidak menyangka aku bisa mengenakan seragam itu. Pekerjaan resmi pertamaku sebagai guru. Begitu banyak hal yang ku pelajari di tempat pertamaku itu. Sekolah itu adalah tempat aku melatih diri untuk melatih komunikasi, untuk mengatur kelas, memahami setiap karakter siswa, membuat soal, mengecek latihan dan ulangan, mengikuti MGMP, menemani siswa pelayanan di gereja, mendampingi siswa dalam program IAYP, dan lain sebagainya. Pengalaman di luar tugasku sebagai guru pun juga banyak. Tiada terasa, cukup sudah 2 tahun aku bekerja di sana. Aku meninggalkan tempat itu dengan membawa banyak pelajaran dan pesan yang berharga. Sangat-sangat berharga. 🥺
Keputusanmu sendiri yang membuatmu menyesal. Berhati-hati sangat diperlukan untuk membuat keputusan sebelum melangkah jauh ke depan.
ch
Bukan kehadiran lalu kepergian yang kuinginkan. Kepergian dan kehilangan adalah dua hal yang tak kusuka. Dan aku tak berharap hal itu datang lagi untukku. Sekadar sapaan perpisahanpun, tak kuharapkan. Terima kasih untuk kau yang telah hadir, pergi, dan hilang.
Kukira, aku tak akan bisa menjalani hari tanpanya. Kukira, aku tak akan bisa lagi tersenyum tanpanya. Tak kusangka, bukan sebuah rangkaian rencana jika aku menemukan penggantimu. Bukan sebuah rencana pula jika kumemilikinya, menjadikannya sebagai kekasihku.
Bukan kesalahanku pun kesalahannya jika kami bersatu sekarang. Segalanya berjalan tanpa rencana – tanpa seorang dari kami mengharapkan hal itu. Terima kasih telah datang sebagai teman cerita. Semoga bukan hanya sebagai teman cerita sementara.
Pegang dan gandeng tanganku. Jangan sembunyikan aku dari duniamu.
Ajak aku untuk melangkah di duniamu.
Terima Kasih Telah Pergi.
Tak ada satu manusia pun yang menginginkan kehilangan, termasuk aku. Kepergian kadang menjadi cara untuk menghajar diri sendiri dengan pemikiran bahwa bersamaku dulu, kau tidak bahagia.
Namun jika kepergianmu yang sekarang adalah karena kau telah menemukan yang lebih baik dari aku. Maka pergilah. Aku sepenuh hati rela. Aku tak akan berjuang untuk membuktikan pada dirimu bahwa aku lebih baik dari dia. Tidak.
Karena tanpa kau sadari, kepergianmu telah lebih dulu membuktikan kepadaku bahwa kau bukanlah yang baik untuk masa depanku. Kau bukanlah orang baik yang tepat untuk diajak hidup lebih baik.
Terima kasih telah pergi. Terima kasih telah mengosongkan tempat yang akan diisi oleh orang yang lebih baik. Bahagialah. Semoga dia yang kau pilih sekarang, nanti tidak pergi meninggalkanmu sebagaimana kau pergi meninggalkanku dulu.
(peras)aan
Perasaan, aku baru saja sembuh.
Perasaan, belum lama ini aku merasakan bahagia.
Perasaan ...
Perasaan tidak pernah salah. Mungkin aku yang terlalu menganggap ini menjadi suatu hal yang serius. Akhirnya, aku harus masuk ke dalam rasa itu lebih dalam dari yang aku kira.
Namun satu hal perlu kau tahu, bahwa rasaku ini bukan main-main. Aku tidak pernah bermain dengan perasaan. Jadi, saat kukatakan aku sayang, maka aku akan benar-benar sayang. Jika aku mengatakan biasa saja, maka rasa yang kupunya memang biasa saja.
Mungkin kamu tidak tahu bagaimana rasanya tahu dengan keputusan itu. Aku sakit. Sakit lagi. Tapi aku tidak menyesal telah memiliki dan memberikan rasa itu untukmu.
Semoga kau tidak sakit seperti yang aku rasakan. Semoga, dengan kau mengatakan keputusan itu, kau bisa lega.
Akhirnya aku sendiri lagi.
Aku masih ingat janji itu. Janji kita.
Terima kasih, penyapa favoritku.
terkadang, salah satu penyesalan dalam tugasnya sebagai manusia adalah tidak dapat menjadi seperti yang orang lain inginkan. orang lain di sini yang dimaksud adalah orang yang (mungkin) menaruh rasa perhatian dan rasa lebih pada diri kita. sungguh, rasa dalam diri sangat tidak nyaman. kalau dapat, hati ini berteriak dan menangis karena penyesalan yang diciptakannya sendiri. sungguh, sangat ingin hati ini dapat menangis dan berteriak agar pemilik hati ini dapat dengan lega untuk bernafas. maaf, telah berulang kali mengecewakanmu. mungkinkah aku bukan orang yang tepat untuk kau sebut sebagai teman?
hei.
Bagaimana caranya menghindar dari kenangan? Bagaimana caranya membunuh kenangan? Ajari aku agar aku dapat sepertimu, yang nampaknya kuat untuk ini. Ajari aku agar aku dapat sepertimu, yang nampaknya kamu berhasil. Sungguh, aku tak ada maksud untuk mengingat-ingatnya. Tapi di setiap ruang dan sudut, tertinggal roh kenangan kita. Kenangan sedih dan kenangan bahagia. Sangat aku sayangkan jika kupaksakan untuk kuhapus. Dan takdir berkata bahwa aku masih diizinkan untuk menikmati kenangan itu dengan bayang-bayangmu. Apakah kau merasakan hal yang sama sepertiku? Katakan padaku jika kau telah mampu dan berhasil untuk ini. Berikan aku kabar jika kau benar-benar sudah melupakan ini. Nyanyikanlah tembang bahagia jika kau dapat terlepas dari belenggu ini. Aku belum sanggup, bahkan sampai detik di mana aku mengetik ini.
sedih dan pilu rasanya bila rindu itu tak bersambut. aku rindu.
menghilang dari peredaran dunia maya untuk beberapa waktu mungkin akan lebih baik. dapat kukatakan ini sebagai detox media sosial(?)
sedang tak tentu apa yang aku pikirkan.emosi yang lari ke sana dan ke sini tanpa tujuan yang jelas - hanya akan menambah luka bagi manusia tak berdosa di sekitarku.
ya… setidaknya aku akan mati suri di beberapa dimensi. iya, hanya beberapa saja. setidaknya aku sedang berusaha untuk meluluskan rencanaku.
maaf jika dengan sengaja aku tak memberikan kabar atau lain hal dengan terang. aku rasa manusia di luar sana akan memahami. mungkin juga ada yang tidak memahami dan menganggapku aneh atau eksklusif? hahaha…
hanya satu atau dua perantara yang mungkin dapat kalian jangkau. tak perlu susah-susah mencari aku. karena sesungguhnya, aku masih berada di sini - hanya saja berusaha untuk menjadi sedikit misterius.
selamat hari minggu.
Persoalan hidup tidak akan pernah selesai. Tidak ada manusia yang tidak memiliki persoalan dalam hidupnya. Seolah, persoalan selalu setia mengiringi langkah kita. Seolah, persoalan ingin selalu dekat dengan kita. Seringkali saat persoalan berkembang, kita merasa bahwa tidak ada siapapun yang menemani kita. Seringkali juga, kita merasa lemah dan entah harus bagaimana. Dan terkadang, secara tidak langsung kita menyalahkan Tuhan. Kita mengaduh. Mengeluh. Kita merasa benar-benar hampa dan mati - walau keadaan sekitar mendukung kita untuk hidup kembali. Merasa kita berjalan dalam sebuah dunia yang gelap dan tidak menemukan titik terang. Merasa benar-benar terpuruk. Namun Tuhan itu baik. Sungguh. Kita tidak akan pernah tahu bagaimana cara Tuhan memberikan semangat, tawa dan canda. Terkadang, melalui hal yang tak pernah kita sadari sekalipun dapat membuat jiwa yang hampa dan mati itu hidup kembali. Tanpa disadari, mereka yang datang - yang tanpa sengaja dapat membuat tertawa, setidaknya, itu adalah cara Tuhan menghadirkannya di tengah persoalan yang ada. Yang diperlukan hanya kesabaran dan ketabahan dalam menjalani hidup dengan persoalan. Semesta mengetahuinya dan Tuhan tidak tidur. Terima kasih untuk yang datang dan pergi dalam cerita ini.
pagi tadi.
hai.
sudah lama nampaknya tidak saya lukiskan peristiwa yang terjadi dalam hari-hari saya belakangan ini. banyak hal yang terjadi sebenarnya, tapi entah kenapa saya merasa alot untuk mencernanya menjadi sebuah tulisan.
ada hal yang biasa saja. ada hal yang menyenangkan. ada hal yang membuat kecewa. semuanya itu masih saya simpan rapat-rapat di pikiran saya.
mungkin aku membutuhkan sebuah penyemangat agar aku dapat menuliskan dan berbagi dengan kalian. ehm, maaf... maaf, bukan maksud saya agar kalian menjadi pemikir. ehm, saya hanya ingin berbagi saja.
tunggu. mungkin jika waktu berbaik hati dan memberikan kesempatan, saya bisa menuliskannya. satu persatu bahkan.
selamat malam, orang-orang yang hadir di kehidupanku, semoga basahnya tanah malam ini karena hujan tidak merambat ke hatimu.
Rumahku masih belum bersih. Rumahku masih sedikit berantakan. Bisakah kau membantu untuk membersihkan dan merapikannya kembali? Sebelum masuk ke rumah, ada baiknya jika kau membasuh diri. Pergi keluar dari rumah lalu kembali lagi ke rumah akan membawa debu dan itu membuat kotor. Basuhlah dahulu, agar rumahku yang belum bersih ini tidak bertambah kotor. Rumahku sedikit rapuh.
menyoal tentang cinta
Cinta itu soal mengejar dan dikejar. Cinta itu soal memberi pelajaran dan belajar. Cinta itu soal disakiti dan menyakiti. Cinta itu soal bertanya dan menjawab. Cinta itu soal sedih dan bahagia. Adakalanya kita mengejar cinta – entah cinta yang baru atau cinta yang lama. Adakalanya kita dikejar cinta – entah cinta yang baru atau cinta yang lama. Adakalanya kita saling kejar cinta – aku mengejar kamu, tapi kamu mengejar dia. Dan itu menyakitkan. Adakalanya kita memberi pelajaran mengenai apa itu arti cinta. Adakalanya kita belajar mengenai apa itu cinta. Adakalanya kita saling belajar – bagaimana caranya aku mencintaimu dan bagaimana cara kamu mencintai aku. Dan itu menantang. Adakalanya kita tersakiti – entah seperti apa bentuknya. Adakalanya kita menyakiti – entah bagaimana caranya. Dan itu sangat menyayat.
nice quote!