Duka.
Sangat banyak yang ingin disampaikan.
Aku tidak begitu tahu bagaimana harus mengungkapkannya, memulai dari mana, karena aku tahu aku tidak bisa mengatakannya dengan baik dan benar.
Hari ini, sejak dini hari, begitu banyak emosi menemaniku. Kembali aku dibawa pada berbagai suka dan duka yang pernah aku rasakan dan hampir dengan jelas mengingatnya. Aku terdiam dengan suka, aku menangis dengan duka. Semua ini yang pernah dilalui bersama, dengan kamu.
Satu hal yang jelas aku tahu, aku selalu menari dengan indah bersamamu selama ini. Suka menjadi duka, di saat kamu dan aku hening seakan tidak mengetahui hadir, padahal dengan jelas kita bersama di sisi yang sama, berdampingan.
Benar, aku mengerti bahwa tidak semua yang dilalui akan hanya terjadi indah. Meskipun aku sangat ingin selalu bersama indahmu, aku saat ini di sini, merasa indahmu tidak ada, menghilang.
Mungkin ini hanya dalam benakku, kamu tidak mau lagi berbagi indahmu denganku. Apakah benar? Jika tidak, mengapa yang kurasakan hanya duka yang berisikan indah dan suka yang dilalui bersama dengan kita? Mungkin, ini hanya benakku.
Bisakah, malam ini, atau jika terlalu lama, saat ini mungkin, kamu kembali hadir membawa indahmu untuk bisa mengisi waktuku. Terlalu duka yang kurasakan saat ini, benar yang aku tahu hanya duka.
Bolehkah aku bermain dengan jarimu? Mencium kening, pipimu dengan sesukaku saja. Ah, suka ini menjadi duka jika benar-benar aku kenang saat ini. Aku membiarkan air mataku mengalir sempurna.
Terlalu banyak suka yang aku temukan jika kita bersama dalam indah. Membayangkannya saja membuatku tidak dapat melihat dengan sempurna, terhalang air mata.
Aku melalui malam terburuk, tidak diperbolehkan untuk menyentuhmu oleh egoku. Bahkan hingga saat ini, ketika aku mengungkapkan semua.
Jika kamu menemukan ini, ketahuilah bahwa, aku sangat merasa utuh saat berada dalam indahmu, indah kita. Ketahuilah bahwa aku, benar-benar ingin selalu merasakan indah. Ketahuilah bahwa aku begitu tidak diketahui oleh aku sendiri, bahwa aku menyayangimu.








