Siapa?
A : Siapa yang dulu suka berbicara tentang bulan?
B : Kamu.
A : Aku?
B : Kita.
AnasAbdin
Mike Driver
Cosimo Galluzzi

⁂

blake kathryn

JVL

Discoholic 🪩

祝日 / Permanent Vacation

Kaledo Art
todays bird

No title available
Three Goblin Art
No title available
RMH

PR's Tumblrdome
Keni
Not today Justin

Origami Around
dirt enthusiast
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from Senegal
seen from United States

seen from Bahrain
seen from United States
seen from Bahrain
seen from Bahrain

seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@bluisha
Siapa?
A : Siapa yang dulu suka berbicara tentang bulan?
B : Kamu.
A : Aku?
B : Kita.
Maaf
Maaf, aku harus melakukan ini
Maaf, aku tak mampu lagi
Maaf, empat hampir lima tahun itu sudah tak berarti lagi
Maaf, memoriku sudah merengek menangisi diri sendiri
Maaf, karena aku tahu kamu tak akan berbalik lagi
Maka,maaf untuk malam ini
Aku putuskan untuk melepas kamu dari memoriku ini.
Semoga selalu sehat, Kamu.
Saya sadar rencana saya bukan apa-apa dibanding rencanaNya. Sepandai apa saya merancang, jika tidak diizinkan ya tidak akan terlaksana. Seluput apa saya menyusun, jika harus terjadi ya terjadilah. Saya percaya, apa pun itu pastilah yang terbaik. Jika tak terasa kini, nanti adalah pasti.
(via aksarannyta)
Bagaimana bisa membuktikan jika tidak pernah diberi kesempatan? Bagaimana bisa berkembang jika di percobaan yang pertama saja sudah tidak dipercaya? Bagaimana bisa tumbuh jika selalu dikecilkan dan dianggap tidak bisa? Bagaimana bisa hebat jika tidak diperbolehkan mencoba sesuatu yang baru? Bagaimana bisa sukses jika gagal sekali saja langsung dikritik seakan-akan tidak akan pernah bisa berhasil? Lantas ketika dia tidak berkembang, tidak tumbuh, tidak menjadi hebat, dan tidak sukses, kau tetap menyalahkannya dengan alasan dia tidak berani mencoba.
Terkadang, yang membunuh calon-calon kebesaran dalam diri kita sendiri adalah orang-orang terdekat yang bahkan sosoknya sangat kita percaya.
‘yang membencimu tidak bisa melukaimu, yang bisa melukaimu hanya orang-orang yang kau cintai.’
(via mbeeer)
:“”
(via kotak-nasi)
Bersabarlah Sedikit Lagi
Hari-hari kemarin (ramadhan) adalah tentang melepaskan. Melepaskan ego, melepaskan ambisi, melepaskan kekhawatiran, juga melepaskan kesedihan. Untuk bisa merasakan bagaimana lapangnya hati sendiri. Merasakan betapa kesabaran itu benar-benar manis buahnya.
Betapa mengosongkan hati dari segala hal itu memang perlu. Kemudian menyiapkannya untuk diisi kembali dengan hal-hal baru.
Begitu banyak orang yang kehilangan sabar, kemudian kehilangan lebih banyak lagi. Orang yang dicintainya, pekerjaan yang ditunggu-tunggu, kesempatan yang hanya datang sekali, semuanya ikut hilang beserta hilangnya sabar.
Bukankah kebaikan-kebaikan itu hidup karena kesabaran? Bagaimana mungkin kebaikan bisa bertahan lama bila kesabaran itu hilang di tengah masa perjuangan? Kesabaran menyempurnakan kebaikan itu, sebab kesabaran adalah nafasnya.
Betapa banyak niat baik berhenti ditengah jalan karena hilangnya sabar. Betapa banyak orang yang sudah lelah menunggu kemudian menjadi kehilangan karena hilangnya sabar. Betapa banyak penyesalan yang lahir karena ketidaksabaran.
Waktu dan kesabaran adalah sepasang ujian. Kesabaran itu pasti memerlukan waktu. Dan aku memahami bahwa kesabaran itulah yang membuatku bisa merasakan bahwa Allah benar-benar menyertai orang-orang yang bersabar.
Bersabarlah, sedikit lagi. Atau kita akan kehilangan.
©Kurniawan Gunadi
Kalau ada hal yang Allah rahasiakan, itu tidak berarti kamu diminta hanya menebak-nebak saja. Melainkan kamu diminta untuk berjuang.
Rezeki - Jodoh - dan Kematian. Selamat berjuang.
KG
(via kurniawangunadi)
Kita semua bergerak. Mau cepat, mau lambat kita pasti berubah–tidak di posisi semula, tidak lagi di kondisi semula. Lalu kenapa harus kesal jika mendapati seseorang berubah? Memangnya hidupmu tak juga bergerak? Memangnya hidupmu jalan di tempat, diam tak bergeming?
(via aksarannyta)
Ramadhan #25 : Ridha Allah
Tulisan ini adalah bagian dari proyek 30 Hari menulis selama bulan Ramadhan 1437 H. Tulisan ini dibuat oleh ©kurniawangunadi dan akan dimuat pada pukul 03.25 setiap hari sepanjang bulan ramadhan. Semoga tulisan ini bisa memberi banyak pemahaman baik.
Ada hal yang tak akan pernah bisa dikalahkan, pun dimenangkan. Untuk yang demikian, ujian terberatnya adalah tentang keikhlasan. Ada hal yang tak pernah bisa dimiliki, ada juga yang justru selalu diambil. Untuk yang demikian, ujian terbesarnya adalah tentang kesabaran.
Kalau ada air mata yang jatuh karena bersedih, barangkali kita terlalu erat menggenggam keinginan dan tak kuasa untuk merelakan sesuatu. Semoga semakin hari, hati kita semakin lapang untuk menerima bahwa kenyataan tidak selalu sama dengan keinginan. Semoga perasaan kita semakin hari semakin peka untuk melihat bahwa banyak orang yang tidak lebih beruntung dari kita.
Kalau kita tidak pernah mendapatkan apa yang selama ini kita inginkan, jangan-jangan kita lupa untuk bersyukur atas apa yang sudah dimiliki. Rasa-rasanya, kalau kita bisa menghitung segala kebaikan-Nya, niscaya kita akan menangis tersedu karena mengetahui betapa cinta-Nya begitu besar.
Ujian-ujian kita selalu tentang kesabaran dan keikhlasan. Betapa tidak, kita yang tidak pernah meminta untuk diciptakan tapi Allah menciptakan kita di dunia ini. Kemudian di dunia ini kita diuji dengan berbagai hal yang nantinya akan menjadi pertimbangan apakah kita masuk ke surga-Nya ataukah neraka-Nya. Dan betapa surga dan neraka itu adalah tentang keridhaan-Nya, semoga Allah ridho atas apa yang kita kerjakan, hingga Dia memberikan keridhaan-Nya untuk kita bisa masuk ke surga-Nya. Semoga kita bisa semakin ikhlas menjadi hamba.
©kurniawangunadi
[sumber gambar]
Kenapa sekarang ini, banyak orang yang pesimis dan sinis sama hal-hal baik?
Ada orang jujur, dibilang, “Jujur zaman sekarang lo mau makan apa?”
Ada orang setia, bilangnya, “Modal setia doang lo bisa apa?”
Ada orang buru-buru karena pengen tepat waktu, reaksinya, “Buru-buru banget, santai kali, telat dikit gak apa-apa.”
Kenapa kita gak bisa memaknai hal-hal yang baik, murni sebagai hal-hal baik? Di luar ternyata hal-hal yg udah baik itu di zaman sekarang kadang masih tetep kurang, hal baik tetep hal baik. Sekecil apa pun, sesepele apa pun, berlian harganya mahal.
Gini ya, kamu mau baik atau enggak, terserah. Urusan kamu pisan itu mah! Tapi gak usah repot pesimis sama kebaikan yg orang lain buat. Biarin orang lain sama kebaikannya. Biarin orang lain berbuat kebaikan selagi bisa, selagi mampu, selagi mau.
Bagus kalau kamu mau ngikutin, kalau gak, maunya masih gitu aja, gak usah gerecokin. Kamu kalau mau telat, telat sendiri aja, mau gak jjujur, ya gak jujur sendiri aja, kamu mau selingkuh tiap applikasi chatting ada, juga terserah. Bodo amat. Tapi jangan pernah memandang rendah sama kebaikan sekecil apa pun.
BBHHAY!
But he’s not the sun, you are.
- Cristina Yang to Meredith Grey
#same
There’s this person inside my head. She’s brilliant, capable. She’s me, only so much better. And I’m afraid I’ll never become this person.
Meredith grey (via everything-studyblr)
If you’re an introvert or want to learn more about introverts, check out this page:
https://www.facebook.com/Introvert-Problems-1049503415116099/?fref=ts
yeah…me, all of this
EYE CONTACT thats the biggie for me
Menunggu itu menyebalkan, apalagi yang sampai sekian lama. Itu pilihan mereka yang menjalani, kamu berhak mengingatkan tapi tak berhak menghakimi apalagi membodoh-bodohkan tindakannya. Kamu tahu namanya, tapi tak tahu kisahnya. Kamu tahu kisahnya, tapi tak tahu jalan ceritanya, manusia hidup dengan pilihan masing-masing.
(via bulangerimis)
Perhaps we’ll meet again when we’re better for each other.
(via extramadness)
Sebab, percakapan kita tentang senja dan bulan kala itu sebenarnya tak pernah berhenti hingga detik ini. Hanya saja medianya yang berubah. Sekarang, kita lebih senang membicarakannya melalui radar-radar telepati seadanya dalam doa-doa yang terantai pada lamanya sujud terakhir yang sebenarnya dipersembahkan kepada-Nya.
Jakarta, 10 April 2016
Menjadi jahat bagiku, takperlu membuat siapa pun berdarah parah. Cukuplah aku tidak lagi mau tahu tentang kabarmu, maka simsalabim, jahatlah aku hingga ke tulang dan kuku.
(via kotak-nasi)