“I loved to sleep with the window open. Rainy nights were the best of all: I would open the window and put my head on the pillow and close my eyes and feel the wind on my face and listen to the trees sway and creak.”
— Neil Gaiman

No title available

tannertan36
Game of Thrones Daily
occasionally subtle
Fai_Ryy

Kiana Khansmith
art blog(derogatory)
Mike Driver
Stranger Things

roma★
🪼
Peter Solarz
Monterey Bay Aquarium
untitled
Cosmic Funnies
KIROKAZE
Jules of Nature
Sade Olutola
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
Lint Roller? I Barely Know Her

seen from Canada
seen from Australia
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Türkiye

seen from United States
seen from United States

seen from Netherlands

seen from Canada

seen from Sweden

seen from Tunisia
seen from United States

seen from Sweden
seen from Canada
seen from United States
seen from Italy

seen from Malaysia
seen from Greece
seen from Germany
@bulan-amina
“I loved to sleep with the window open. Rainy nights were the best of all: I would open the window and put my head on the pillow and close my eyes and feel the wind on my face and listen to the trees sway and creak.”
— Neil Gaiman
Jika aku adalah semesta yang mesti kau baca, masihkah mau mengalah?
22 Des 19 2141
ANGKUTAN KOTA
Tarifmu murah
Namun perjalananku panjang
Kenangan kita banyak
20 Des 19 1323
Bagiku semesta sudah cukup, tanpa harus merasa sepi dan ramai.. Namun tak banyak yang memahami, bahwa kamu adalah bagian dari semesta😆
19 Des 19 1432
Bagi yang sudah menguasai, teori-teori yang ada itu saling berkaitan
17 Des 19 0807
Banyak sekali kemungkinan namun hanya ada satu kepastian.
15 Des 19 2106
LIMA RIBU
Lima ribu dapat apa?
Lima ribu dapat membeli tiket nonton kisah kita.
15 Des 19 1849
Betapa, imajinasiku banyak melihat semesta menjelma kamu
Sunday 15 12 19 1819
Pada awalnya, aku sangat mengkhawatirkan perasaan.. Namun, "terlalu" sangat membuang waktu dan menguras pikiran.. Soal cinta, akan tiba pada waktunya..
15 Des 19 09 17
PENGAMEN
Setidaknya jika recehan sedikit kau dapatkan,
petikan gitar dapat memerdekakan jiwamu,
air hujan dapat membasuh lukamu.
Bulan tampak samar-samar..
Bintang pun tak ada yang berani menampakkan wajahnya..
Bolehkah kupinjam matamu?
😋
Aku telah bertemu banyak orang.
Beberapa berhasil menarik perhatianku. Beberapa masih berusaha menarik perhatianku. Beberapa terlewatkan. Beberapa dilewatkanku. Beberapa memilih pergi dariku. Beberapa kubiarkan pergi. Beberapa hanya memenuhi kontak di ponselku. Beberapa telah kuhapus kontaknya. Beberapa masih tertinggal di pikiranku. Beberapa sengaja kulenyapkan dan kulupakan.
Namun, untuk kali ini, kamu berbeda.
Ujian Perasaan
Kita semakin tumbuh dari hal-hal yang membuat kita patah. Kita semakin bijaksana dari apa-apa yang membuat kita kecewa. Dan kita semakin kuat dari kejadian yang membuat kita lemah. Bersabarlah, kita diuji untuk menjadi lebih baik.
Setiap sedih dan kecewamu tidak meminta untuk dipahami saat ini. Terkadang ia hanya ingin diakui dan diterima keadaannya.
Bersabarlah, meski bebanmu sekarang terasa sangat berat. Jangan dulu menyerah meski kamu sudah tidak mengerti apa yang harus kamu lakukan.
Bertahanlah sejenak, meski menahan perasaan membuat dadamu terasa semakin sesak. Teruslah berjalan meski langkahmu sudah terasa sangat perih.
Kelak suatu hari nanti kamu mampu melihat jalan ceritamu dengan utuh dan lebih jernih. Bersama rasa syukurmu terhadap setiap rencanaNya menyelamatkanmu.
—ibnufir
Bekerja vs Berkarya
(dari buku ‘Kenapa Kita Rela Tertinggal’ karya Irja Nasrullah)
1. Bekerja identik dengna kegiatan mengharapkan gaji, meskipun terkadang hati tak begitu menikmati kegiatan tadi. Meskipun terpaksa, tetap dijalani. Berbeda dengan orang yang berkarya, ia rela menginventasikan waktu, tenaga, bahkan uangnya sendiri untuk memenuhi “panggilan hati”. Ia melakukan kegiatannya dengan penuh cinta. Orang berkarya selalu fokus pada hasil yang memuaskan hati, bukan karena diiming-imingi gaji atau takut karena terkena sanksi.
2. Berkarya menjadi ciri khusus manusia, sedangkan bekerja bersifat umum, manusia dan lainnya. Binatang juga bekerja mencari rezeki/makanan. Buya Hamka berkata yang kurang lebib berbunyi, “kalau kerja sekadar bekerja, kera juga bekerja”.
3. Dalam konteks bekerja, seseorang hanya memerlukan kecakapn atau keahlian saja. Namun, dalam berkarya, seseorang perlu “melibatkan hati” untum melakukannya.
4. Bekerja identik dengan menyelesaikan apa yang sudah menjadi tugas. Adapun berkarya identik dengan menciptakan sesuatu baru, berguna dan “bernyawa”.
5. Bekerja-utamanya bagi karyawan-pada akhirnya untuk kepuasan serta kebahagiaan atasan. Adapun berkarya, diri kita sendirilah yang merasakan kebahagiaan. Bahagia karena bisa menemukan hal baru serta mampu menggapai kemanfaatan, baik untuk diri sendiri maupun sesama.
6. Secara umum, bekerja tidak melatik seseorang untuk bersikap kritis, aedangkan berkarua mengasah selera dan pikiran jadi lebih kritis.
7.Secara umum, bekerja identik dengan tujuan materi semata dan kurang mendukung manusia menjadi manusia yang berbudaya. Adapun berkarya, membentuk kita menjadi manusia berbudaya.
8. Bekerja sekadar menjalankan rutinitas, sedangkan berkarya meleburkan diri ke dalam realitas yang sewaktu-waktu berubah, tidak menentu.
9. Para pekerja tidak selalu dituntut untuk meningkatkan daya kreativitas-karena sekadar menjalankan tugas yang sudah ditetapkan secara jelas. Adapun kreator atau pekarya dituntut untuk meningkatkan daya kreativitas, berinovasi meningkatkan kualitas.
10. Pekerja cenderung terpaku pada hal-hal yang “sudah biasa”, sedangkan kreator atau pekarya melampaui hal-hal biasa, bahkan tak terduga.
Overthinking
Ada momen-momen tertentu yang membuat pikiran seseorang menjadi begitu rumit, dan kadang menjadi terlalu berlebihan.
Meski ia sudah berusaha menenangkan dirinya, tetap saja ia tidak dapat mengurai kerumitan di kepalanya.
Kadang ia merasa begitu sedih, merasa begitu takut, merasa begitu murung, merasa tak bertenaga dan tak berdaya.
Baginya itu adalah kondisi yang sulit untuk dijelaskan.
Bahkan seringkali ia tidak menemukan alasannya, ia tidak menemukan penyebab dan pemicunya.
Seringkali ia dibuat kebingungan dengan kondisinya sendiri. Merasa tidak enak badan, merasa lemas, padahal tubuhnya baik-baik saja.
Hingga akhirnya ia mulai mengerti, bahwa setiap hal yang dicemaskannya tidak nyata. Bahwa semua yang berlebihan dipikirkannya hanyalah asumsi.
Ia baik-baik saja. Hanya saja kecemasannya sedang perlu waktu yang lebih banyak untuk dipahami.
—ibnufir
Repost.. @moonfrau310 #moonfrau310 @moonfrau310 #moonfrau310 @moonfrau310 #moonfrau310 @moonfrau310 #moonfrau310 @moonfrau310 #moonfrau310 @moonfrau310 #moonfrau310 https://www.instagram.com/bulan.amina/p/ByJolChjYo8/?igshid=1rnnaxfek94bt
Hanya sekedar meniup gelembung ini, aku bisa berjalan-jalan ke masa lalu 😎 https://www.instagram.com/p/Bv_HGi4DRDI/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=lzuaixvljch4