Kamu. Hanya membuang-buang waktu tuk dapatkan kabar darinya. Sebegitu istimewa nya kah dia di hatimu?lalu,bagaimana ikrar “Laa ilaahaillallaah” di setiap hari mu?. Mengaku Tuhan 1,tapi prioritasmu adalah dirinya.
Wanitaberbajuputih
official daine visual archive
Phantogram Three
TMBGareOK. The Official They Might Be Giants tumblr
No title available
h
cherry valley forever

titsay
Keni

oozey mess
🩵 avery cochrane 🩵
RMH
Cookie Run:Kingdom Official!
YOU ARE THE REASON
I'd rather be in outer space 🛸
todays bird

Kiana Khansmith
No title available
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

Jimmy Eat World
The Bright Sessions
seen from Argentina

seen from Canada

seen from Singapore

seen from Brazil
seen from Vietnam

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States

seen from France

seen from Saudi Arabia

seen from Saudi Arabia
seen from India
seen from Germany
seen from United States
seen from Türkiye

seen from United States
seen from China
@catatankapten-blog
Kamu. Hanya membuang-buang waktu tuk dapatkan kabar darinya. Sebegitu istimewa nya kah dia di hatimu?lalu,bagaimana ikrar “Laa ilaahaillallaah” di setiap hari mu?. Mengaku Tuhan 1,tapi prioritasmu adalah dirinya.
Wanitaberbajuputih
Bisakah Kita Menahan Diri Untuk Tidak Sembarang Percaya?
Tanggal 10 Oktober adalah Hari Kesehatan Mental Sedunia. Biasanya, tanggal ini tepat sekali jika dijadikan momen untuk spreading awareness ke masyarakat tentang kesehatan mental. Soal serba-serbi kesehatan mental, saya sudah pernah menuliskannya di tahun sebelumnya dan masih bisa dibaca di halaman ini. Sekarang, meskipun sudah terlambat satu hari, saya ingin berbagi mengenai topik yang lain, yang sejujurnya muncul pertama kali dari keresahan pribadi, yang mungkin juga dirasakan oleh teman-teman yang lain. Tentang apa, sih?
Jadi, saya seringkali bertemu dengan orang-orang yang berasumsi pribadi tentang kondisi dirinya atau orang di sekitarnya hanya karena membaca beberapa artikel yang ditemukannya di internet. Artikel-artikel tersebut, yang seringnya berasal dari situs yang dipertanyakan kebenarannya, sedikit banyak telah membuat mereka menerka-nerka diagnosa yang mungkin teralami. Labeling kondisi menjadi sederhana sekali. Padahal, semua ada tata laksananya, panduan diagnosanya, dan perlu dibicarakan dulu dengan ahlinya.
“Nov, akhir-akhir ini aku tuh suka sedih banget, tapi terus kalau ada sesuatu tiba-tiba aku bisa jadi bahagia. Kata artikel yang aku temuin di xyz (menyebutkan alamat situs) itu tuh ciri-ciri bipolar disorder. Ya ampun, Nov, aku bipolar!”
Tunggu! Apakah benar bipolar disorder? Sudah berapa lama itu terjadi? Dari sekian simptom atau ciri gejala bipolar, ada berapa memangnya yang muncul? Apakah memang sudah mengganggu sedemikian rupa? Bukankah secara umum akan wajar jika sedih membuat menangis dan bahagia membuat tertawa? Memangnya, menurutmu bipolar disorder itu apa?
“Kamu tau engga, aku tuh phobia sama ular. Pokoknya kalau ngeliat ular tuh rasanya pengen lari jauh banget! Eh aku perlu ngapain sih, Nov, supaya engga phobia? Kalau aku baca di internet, katanya perlu terapi gitu, ya?”
Tunggu! Phobia itu sama sekali berbeda dengan takut (yang berlebihan). Kalau takut sama ular wajar dong, toh secara umum semua orang juga serem kalau lihat ular. Kata siapa kamu phobia? Memangnya itu sudah berapa lama terjadinya? Kapan reaksi pertamanya muncul? Apa yang dirasakan ketika bertemu dengan sumber atau objek yang ditakutkan? Phobia itu melibatkan keterbangkitan reaksi fisik, waktu kamu takut itu, reaksi fisik apa memangnya yang muncul? Ada pusing, mual, muntah, gatal, atau lainnya?
“Noooov, Ibuku kayaknya depresi, deh. Dari kemarin ngurung diri terus di kamar, engga mau makan, nangis terus, kalau jalan nunduk-nunduk, gitu deh pokoknya. Aku sampai pusing harus gimana, terus aku cari-cari deh di internet, eh ternyataaaa itu masuk ciri-ciri diagnosa depresi. Parah banget, masa? Menurutmu, boleh engga kalau Ibu minum anti depresan?”
Anti depresan? Tunggu! Depresi berbeda dengan stress. Sebenarnya kamu sudah tahu belum apa itu depresi? Dari sekian ciri-ciri yang kamu baca itu, berapa persen memangnya yang muncul di perilaku yang kamu lihat? Bagaimana memangnya perilakunya, pola sikapnya, pola pikirnya, makannya, tidurnya, dan seterusnya? Sudah terjadi selama dua minggu berturut-turut selalu begitu?
dan seterusnya.
Menghadapi hal-hal seperti itu, terkadang saya ingin tertawa geli karena pertanyaan-pertanyaan yang muncul seolah berbuah menjadi ketakutan yang dibuat-buat sendiri; tapi saya juga sedih melihat sebegitu cepatnya seseorang bisa melakukan premature judgement terhadap dirinya sendiri hanya karena membaca artikel-artikel di internet, atau bahkan di sosial media.
Kemudahan akses informasi memang membuat kita latah untuk langsung mencari apa yang ingin kita ketahui melalui mesin pencari di internet. Tapi, itu tentu tidak selalu bisa menjadi solusi yang tepat. Saya pun merasakannya. Saat ini saya belum profesi sehingga pengetahuan dan kewenangannya juga terbatas. Itulah mengapa saya sendiri pun ketika ingin memecahkan sesuatu atau ketika ada yang menanyakan sesuatu, sebisa mungkin menghindari artikel-artikel tidak jelas yang berhamburan di internet dan lebih memilih untuk kembali mengecek text book/catatan, diskusi dengan sejawat, atau bertanya kepada psikolog senior.
Belajar dari pengalaman, hal yang sama juga semestinya berlaku untuk kasus-kasus kesehatan fisik, yang sebaiknya kita tanyakan pada ahli atau sumber yang terpercaya. Saya pernah sangat penasaran tentang mengapa siklus menstruasi saya mendadak berubah menjadi siklus panjang. Sebagai perempuan, saya panik dan waktu itu impulsively langsung mencari info di internet. Hasilnya, informasi yang didapat malah semakin membingungkan. Akhirnya, saya pun segera menghubungi teman yang memang dokter dan bidan. Jawaban mereka lebih menenangkan, jelas, dan bisa dipercaya. Sejak saat itu, saya prefer untuk langsung bertanya pada orang yang tepat alih-alih mengetikkan pertanyaan di mesin pencari.
Kalau begitu, bisakah kita menahan diri untuk tidak sembarang percaya?
Yuk! Jangan biarkan informasi-informasi yang samar membuatmu berasumsi ini dan itu terhadap dirimu sendiri, ya! Jangan juga jadi takut dan khawatir berlebihan hanya karena sesuatu yang boleh jadi belum tentu terjadi pada dirimu. Tanyakan pada ahlinya, diskusikan dengan orang yang tepat, dan tetaplah berprasangka baik terhadap dirimu sendiri. Selamat Hari Kesehatan Mental Sedunia!
langgeng
“Bagai sang surya menyinari dunia”
Bukan satu-dua kali saya membaca, “forever daddy’s little girl” tertera di kolom bio media sosial sebagian teman perempuan. Maknanya, jelas tidak perlu disangsikan karena saya melihat bahwa perempuan yang sudah beranjak dewasa akan selalu dipandang sebagai “tuan putri kecil” oleh ayahnya sampai kapanpun. Di sisi sebaliknya, laki-laki dewasa sebetulnya boleh menuliskan, “forever mommy’s little boy” di kolom bio mereka andai tak dikalahkan oleh rasa gengsinya.
Kata “forever” yang tersemat di kalimat tersebut sejalan dengan bunyi pepatah klasik, kasih orang tua sepanjang masa, kasih anak sepanjang galah. Kasih sayang orang tua langgeng membersamai perjalanan kita bertumbuh dewasa hingga tutup usia. Biarpun kelak usia kita menembus angka 30 atau 40 tahun, perhatian mereka akan tetap tercurah utuh seolah kita adalah anak yang baru bisa mengikatkan tali sepatu sendiri.
Lalui masa-masa dewasa seperti biasa dan temukan kenyataan bahwa ayah & ibu masih saja memendam kecemasan yang sama setiap kali kita pulang terlambat. Setiap kali kita jatuh sakit setelah dewasa pun, kita tidak cemas sendirian. Bahkan kecemasan mereka sering melampaui kecemasan kita terhadap diri sendiri. Ada saran berobat yang tetap disampaikan dengan penuh perhatian walau mereka yakin kita pun bisa memutuskannya sendiri.
Lalui masa-masa dewasa seperti biasa dan temukan kenyataan bahwa ayah & ibu masih membelikan barang-barang kecil yang mengingatkan mereka kepada kita. Baik berupa bacaan, aksesori atau cemilan kesukaan. Semua tetap dilakukan oleh keduanya walau mereka tahu kita pun bisa membelinya sendiri. Semua tetap dilakukan secara tulus karena kita yang telah bertumbuh setangguh ini, sampai kapanpun akan selalu menjadi tuan putri dan pangeran kecil di benak mereka.
Tapi, bukan rahasia umum lagi kalau wujud kasih sayang orang tua yang sedemikian berlimpah itu rentan disikapi dengan tidak semestinya oleh kita sebagai anak. Nyatanya, kita begitu akrab dengan peribahasa “air susu dibalas dengan air tuba”. Mungkin secara tidak sadar kita pernah menjadi pelaku isi peribahasa tersebut dengan berlaku buruk terhadap orang tua di banyak kesempatan.
Seorang sahabat yang telah menjadi ayah dari sepasang putra-putri pernah bercerita bahwa masa efektif bagi para orang tua untuk membangun pondasi hubungan dengan anak-anak mereka sebetulnya tidak lebih dari 12 tahun. Karena setelah anak berusia 12 tahun lebih, secara naluriah ia akan dihadapkan pada pilihan untuk “menyusun” daftar prioritas hubungan sesuai dengan lingkungannya. Mungkin ia menomorsatukan gengnya, menomorduakan lawan jenis yang ia anggap segalanya atau menomortigakan teman-teman ekskulnya.
Lalu di urutan berapa mereka menempatkan hubungan dengan orang tua? Sahabat saya berujar, “Kalau beruntung, 12 tahun masa yang sudah diinvestasikan oleh para orang tua akan membuahkan hasil manis berupa penempatan peringkat satu untuk hubungan keluarga pada daftar yang disusun oleh anak-anaknya. Kalau enggak, artinya sang anak akan menempatkan hubungan keluarga entah di nomor berapa”
Saya sedih waktu mendengar bentuk ketidakadilan tersebut. Ironis. Saat orang tua mengerahkan hampir semua hal yang dimiliki dalam kurun waktu yang dibatasi ajal, ternyata “forever daddy’s little girl” dan “forever mommy’s little boy” mereka masih mungkin mengesampingkan keduanya demi hal-hal lain begitu sementara. Mungkin persahabatan, asmara atau prestasi. Saat kasih sayang mereka terhadap kita selanggeng itu, namun kasih sayang kita terhadap mereka sesingkat itu.
Padahal, sehancur apapun kondisi kita atau sebrengsek apapun perilaku kita, sepasang tangan mereka selalu terulur untuk memeluk dan menenangkan kita saat diminta. Lisan mereka selalu siap dibasahi kapanpun kita minta didoakan. Bibir mereka selalu ada untuk mengecup ubun-ubun kapanpun kita minta disayangi. Semua dapat dilakukan dengan satu catatan penting: selama mereka masih ada.
Durasi kasih sayang yang tidak masuk akal tersebut bisa bertahan sedemikian rupa karena ibu-ayah kita dianugerahkan-Nya kekuatan hati yang luar biasa untuk melakukan satu hal sederhana: hanya memberi, tak harap kembali. Maka, selama mereka masih ada, mari kerahkan sebaik-baiknya bakti. Sebelum terlambat. Sebelum kita dihantui rasa sesal yang pedihnya begitu langgeng.
Cinta dan kasih sayang orangtua itu hanya memberi tak harap kembali. Ku rasa itulah yang dinamakan ketulusan. Sementara yang datang dari gejolak asmara, meski bertahan untuk hanya memberi pun pasti akan runtuh juga dengan kecemburuan.
Seberapa prioritaskah bakti sebagai anak kepada orangtua untuk membalas ketulusan mereka? Dan, saya entah dinomer berapa bakti kepada mereka.
Sekarang kabar band ini ke mana, ya?
Apa Sebab?
Apa sebab orang bisa menyukaimu, bahkan jatuh hati? Padahal engkau tidak cantik seperti yang lain, bukankah itu perasaanmu? Kamu merasa tidak juga lebih pintar, lebih baik, bahkan lebih salehah. Tapi mengapa ada yang bisa menyukaimu? Bahkan rela jauh-jauh datang ke rumahmu, rela bekerja lebih keras untuk mempersiapkan hari-hari baik kemudian hari denganmu.
Apa sebab orang bisa menyukaimu? Sekalipun menurutmu, dirimu begini dan begitu?
Apa hendak dikata. Bukankah berulang kali kamu dengar bahwa cantik itu relatif, berdasarkan perasaan. Bukan berdasarkan standar iklan di televisi. Bahkan, sejauh mana ukuran kebaikan seseorang itu juga relatif. Baginya, kamu itu baik, dan itu lebih dari cukup untuk mengalahkan pikiranmu tentang dirimu sendiri yang merasa kamu belum cukup baik.
Apa sebab orang bisa menyukaimu, bahkan jatuh hati? Barangkali itulah sisi yang tidak bisa kamu lihat. Ada orang yang bisa melihat sesuatu yang tidak bisa kamu lihat dari dirimu sendiri. Dan memang, kita tidak bisa menilai diri sendiri dengan baik.
Boleh jadi, masa lalumu amat buruk, tapi baginya itu tidak berarti. Boleh jadi, kulit wajahmu kusam dan gelap, tapi baginya itu tidak berarti. Boleh jadi kepandaianmu tidak seberapa, tapi baginya itu tidak berarti.
Lalu kira-kira apa yang berarti darimu baginya? Barangkali kamu akan menemukan jawaban itu nanti di tatapan matanya, juga bagaimana setiap kata-kata yang keluar darinya, juga bagaimana ia memperlakukanmu. Barangkali juga kamu tidak akan menemukan jawaban itu segera. Butuh bertahun-tahun untuk mengerti dan memahami, mengapa ada orang yang bisa menyukaimu, bahkan jatuh hati.
Yogyakarta, 5 Oktober 2017 | ©kurniawangunadi
Super sekali ini!!! Bener banget. Butuh bertahun-tahun untuk saling memahami dan mengerti. Baik yang memiliki hubungan berjarak dekat, juga yang berhubungan jauh pun perlu ekstra dari itu. Dan, dengan pertemuan tata mata menjadi salah satu awal menemukan jawabannya.
Tambahan, penilaian cantik dan baik seseorang selain karena pengaruh relatif juga ada subjektifitas.
Fvk pencitraan
Yo wassap mafren. Gw itu orang nya jujur. Nggak pencitraan. An**ing lo semua. Hahaha. Buat elo yang mulutnya sok suci, suka jual ayat, munafik lo semua. Pencitraaan nj**g
Hahahaha
Hahaha
Haha
Ha
H
.
.
H
.
.
.
H
Kalau ukuran pencitraan itu berkata baik didepan umum dan berkata kasar ketika tidak ada yang melihat. Dan tidak pencitraan itu bebas ngomong apa aja didepan umum. Kenapa lu orang masih pake pakaian bagus pas ke mall dan pake kaos kutang doang dirumah. Apa itu juga bukan pencitraan?
Kalau menurut gw , itu bukan pencitraan tp menjaga norma. Karena apa yang lu lakuin di depan publik itu bukan cuman masalah pribadi lu dengan diri lu lg tp sudah masuk tatanan norma. Sama ketika lu kencing itu boleh di kamarmandi tp apa iya lu mau kencing di depan umum. don’t be stupid guys
Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.
Masuk kan, ya, pribahasanya?
" Salah satu sebab orang akan menjadi rajin ialah karena dia menyukai pekerjaannya. Begitu pun ketika menyukai seseorang maka akan menjadi rajin untuk berkomunikasi dengan lawan mainnya.
Jika timbul bosan dalam pekerjaan, itu hal wajar. Perlu istirahat dan rehat sejenak, agar menimbulkan semangat serta rindu untuk melakukan pekerjaannya kembali. Selama tidak meninggalkannya."
— Sehabis baca postingan Choki-İsraqi
Matt McGuire!!! 😍😍😍
Barangkali saya mungkin memang mencintainya, tapi jangan sampai cinta itu melebihi cintaku pada-Mu.
Crazy Stupid Love
Berangkat dari seorang lubangan panutanku, İcha Hairunnisa, yang amat mengagumi Emma Stone. Bahkan dirinya sampai memberikan display name pada akun twitternya dengan Emma Stole. Mungkin dia sengaja typo satu huruf agar supaya folowers yang ingin folow akun Emma Stone tidak tertipu dengan akun fake macam dia. Dan, ternyata stole itu bermakna mencuri. Ya, masuklah, dia itu Emma yang mencuri, mencuri hatiku ~ Nampaknya bukan rahasia lagi kalau İcha terkagum-kagum dengan Emma dari film yang dipasang pada header twitternya.
Dia sangat berapi-api begitu menceritakan Easy A, sebuah film yang menggambarkan dirinya dan salah satu film yang dia sukai sepanjang masa. Dari film itu, lubangan ini mulai menyukai Emma Stone, dan menyebarkan benih-benih betapa dia suka dengan aktris idolanya kepada orang-orang. Dan, saya salah satu korban yang terdoktrin oleh lubangan ini untuk mengikuti sekte pemuja Emma Stone. Saya nonton film Easy A dan saya puas, suka dengan akting Emma Stone saat dirinya tampil dibawah siraman air shower ketika mandi sambil menyanyikan sebuah lagu.
Kemudian saya googling mencari film lainnya yang dibintangi oleh Emma Stone. Dan, ketemulah salah satu film yang dibintangi oleh Emma Stone selain Easy A yaitu; Crazy Stupid Love. Saya pun menonton film itu tanpa tahu review sebelumnya dan memang saya jarang mencari tahu bagaimana review film yang ingin saya tonton. Setelah menontonnya, saya suka sekali dengan filmnya. Tidak sedikit saya dibuat tersenyum tiap kali ada dua konflik yang bersatu, tertawa dengan kejenakaan tokoh-tokohnya, romantisme yang ditampilkan, dan hal-hal manarik lainnya di film Crazy Stupid Love. Berbeza dengan lubangan panutanku, İcha Hairunnisa, dia tidak begitu suka dengan film Crazy Stupid Love.
Crazy Stupid Love adalah sebuwa film tentang kisah percintaan dalam 3 latar yang berbeza. Kisah sepasang orang dewasa yang sudah menikah di usia muda tetapi sedang dalam masalah ingin bercerai, kisah seorang remaja awal yang jatuh cinta dan mensangei baby sisternya terpaut 4 tahun lebih tua tetapi baby sisternya menyukai ayahnya, dan kisah seorang badboy yang tobat karena seorang wanita tetapi ayah dari wanita itu adalah teman nongkrongnya.
Film ini dibuka dengan scene Cal dan Emily yang sedang dinner, mereka adalah pasangan muda yang sudah memiliki 3 orang anak. Di tengah obrolan mereka saat ingin memesan makanan tiba-tiba istrinya meminta untuk bercerai. Malam yang diharapkan sebagai malam romantis mereka, malah berujung menjadi pertengkaran rumah tangga. Dan, selama perjalanan pulang si istri berterus terang kepada suaminya alasan dirinya meminta bubaran.
Cal mulai stres, dia tidak menyangka dengan kelaluan istrinya yang main serong dengan teman satu kantor. Dan, Cal curhat kepada orang-orang yang dia temui di dalam bar tentang kekesalannya tapi, dirinya masih sayang dengan istrinya meskipun dia sedang dalam keadaan membenci. Tiap malam Cal selalu pergi ke bar berharap bisa melupakan kesalahan Emily, istrinya, dan menenangkan dirinya. Sampai akhirnya, dia betemu dengan seorang badboy yang telah menjadi teman nongkrongnya. Badboy itu menjadi guru baginya dan diajarkannya untuk balas dendam agar istrinya menyesal telah meminta cerai. Cal pun bertransformasi dari seorang goodboy menjadi badboy. Tiap malam berhasil berkenalan, dan mem-bang satu wanita yang berbeza-beza di setiap kencannya.
Masalah lainnya datang dari anak laki-lakinya Cal, Robbie, yang sedang pubertas. Anaknya ini menyukai baby sisternya, Jessica, yang terpaut 4 tahun lebih tua. Tiap ada kesempatan, Robbie selalu menyatakan cinta kepada Jessica. Bahkan Robbie sampai berani tampil di halaman sekolah saat jam istirahat untuk menyatakan cintanya kepada Jessica. Namun, jawaban perempuan itu tidak sesuai dengan apa yang diimpikannya. Jessica menyukai pria lain yang lebih dewasa, yaitu ayahnya Robbie sendiri. Robbie mulai menyerah untuk mengejar Jessica. Namun, saat ingin menyerah dirinya malah mendapatkan inspirasi dari ayahnya yang masih terus berjuang mempertahankan hubungan dengan istrinya. Dan, Robbie pun mulai mengenali dirinya sendiri dan bersikap lebih baik kepada Jessica.
Kembali kepada masalah Cal yang hendak ingin membangun hubungan baik terhadap istrinya di malam pertemuan wali murid dengan orangtua murid. Namun, malam itu tidak berjalan dengan baik. Bukan kesan goodboy yang didapatkan Cal, melainkan good bye untuk Cal dari Emily. Berbeza dengan Cal yang tertimpa kerugian, Jacob teman nongkrongnya malah tertimpa untung. Saat Jacob ingin merayu salah satu wanita di club malam tiba-tiba dia mendapatkan kecupan panas dari Hanna. Sungguh adegan ini bikin saya iri sampai ke ubun-ubun. Dan, di malam itu Jacob mulai tertarik kepada Hanna. Jacob seperti tersihir oleh kelakuan Hanna yang cerewet dan gugup.
Di film ini bagi saya cukup banyak adegan memorable yang menurutku kocak-kocak. Mulai dari Robbie yang ke-gap oleh Jesicca saat melakukan olah jemari di bawah selimut tidur. Robbie yang mengumpat di kelas ketika pelajaran berlangsung. Robbie yang malah curhat disaat pemberian pidato pelepasannya. Tamparan-tamparan Jacob kepada Cal yang akhinya Cal bisa membalas tamparan Jacob. Cal untuk pertama kalinya berhasil mem-bang wanita selain istrinya. Nostalgia Cal dan Emily yang kacau balau dihadapan anak-anaknya. Hanna yang beranggapan akan dilamar oleh pacarnya, tapi berujung romantis bersama Jacob.
Dan, ending film ini berakhir dengan damai. Orangtua Robbie tidak jadi berpisah, Jacob berhasil mendapatkan restu dari orangtua Hanna, lalu Robbie belajar untuk mengenali dirinya dan tetap memercayai bahwa ada cinta sejati untuk setiap orang. Keyakinannya ini dia dapatkan dari orangtuanya. Dia sangat mengagumi ayahnya sebagai inspirator. Apa yang bisa saya dapat dari film ini adalah quote Robbie dipidatonya, perjuangan Cal mempertahankan hubungan dengan istrinya, dan tips-tips mengencani wanita dari Jacob.
Iyaps itu semua spoiler dari film yang saya baru tonton di minggu ini. Untuk kamu yang tidak suka dengan spoiler silakan marah dan jangan baca ulasan saya lagi. Untuk kamu yang tidak ingin menghabisi waktu dan khawatir filmnya tidak sesuai selera, silakan baca. Dan, untuk kamu yang sudah menonton ada rekomendasi film lainnya?
"Semakin sering menebar kebaikan, semakin besar pula kesempatan berbalasnya. Maka jangan pernah ragu untuk berbuat kebaikan."
— Choqi İsyraqi
Mengawali pagi hari dengan mengunjungi para kurcaci dari Negeri Dongeng. Dan, tak lupa berkenalan, berjabat tangan dengan putri salju (Snow White). #pagisehat
orang-orang yang bertumbuh
ciri-ciri orang yang bertumbuh: 1. bangun pagi, sebab dia memiliki cita-cita untuk dicapai setiap hari. 2. fokus pada tujuan hidupnya, bukan pada jalannya, melainkan pada bagaimana cara menjalaninya. 3. tidak iri dengan pertumbuhan hidup orang lain. alih-alih, ikut senang dan bahagia apabila ada orang lain yang meraih keberhasilan (dan justru terinspirasi untuk menjadi versi diri yang lebih baik). 4. banyak bersedekah, sebab semakin menyadari bahwa apa yang dimiliki (harta, waktu, energi) bukan milik sendiri. 5. semakin bertambah keimanan, ketakwaan, dan semakin bersyukur.
kamu tahu, apa yang paling menarik sekaligus melegakan dari sebuah perjalanan bertumbuh? kamu tidak sendirian. kita merasakan keresahan yang sama meskipun pada waktu yang beda. kita merayakan kelelahan yang sama meskipun pada bahagia yang beda.
kami: Mutia Prawitasari, Novie Ocktavia, Kurniawan Gunadi, Satria Maulana, Iqbal Hariadi–punya cerita tentang pengalaman dan pelajaran menjadi baik. untukmu, karena kamu tidak sendirian–meskipun kadang sendiri.
Kalau berlalunya waktu merupakan keniscayaan maka pertumbuhan merupakan sebuah pilihan. Kita terus menua di setiap detiknya, namun belum tentu menjadi lebih baik pada detik-detik yang telah berlalu tersebut. Semoga kumpulan pengalaman sederhana yang kami abadikan lewat media berupa kolaborasi bisa menjadi suplemen pertumbuhan jiwa bagi siapapun yang kelak menikmatinya.
Bertumbuh menjadi pribadi yang lebih oke adalah pilihan.