Butuh waktu > 1 tahun untuk menemukan yang sejiwa dalam satu hobi. Kalo kata hati; "Pasti ketemu kok. Entah sekarang atau nanti." Lalu, semesta menjawabnya hari ini.
Misplaced Lens Cap
One Nice Bug Per Day

❣ Chile in a Photography ❣
Claire Keane
h

oozey mess
Cookie Run:Kingdom Official!

No title available
official daine visual archive
Color Me Curious
$LAYYYTER
TMBGareOK. The Official They Might Be Giants tumblr

shark vs the universe
RMH

Discoholic 🪩
taylor price
hello vonnie
tumblr dot com

Origami Around

Product Placement

seen from Ukraine
seen from Romania

seen from India

seen from Germany
seen from Argentina
seen from France

seen from Saudi Arabia

seen from United States
seen from T1

seen from Germany
seen from Türkiye
seen from China
seen from Türkiye
seen from Côte d’Ivoire

seen from United States
seen from United States
seen from Bangladesh

seen from Malaysia
seen from Venezuela
seen from Chile
@ceritaanti
Butuh waktu > 1 tahun untuk menemukan yang sejiwa dalam satu hobi. Kalo kata hati; "Pasti ketemu kok. Entah sekarang atau nanti." Lalu, semesta menjawabnya hari ini.
97 Hari Menuju Ramadan
Setiap kali kita mau melakukan apa-pun, pergi kemana-pun, semua – muanya kita dianjurkan untuk mengawali dengan “Bismillahirohmanirohim” yang artinya (dibaca dengan penuh penghayatan) adalah Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Ini menunjukkan, bahwa, setiap melakukan aktivitas apapun di semesta ini, “Ada” kasih dan sayang Nya buat kita. Nyatanya Allah memiliki begitu banyaaakkk sekali kelembutan-Nya bukan ?
Ketika kita ingin makan, di awali dengan “Bismillahirohmanirohim”
Mau berpergian, “Bismillahirohmanirohim.” Ketika ingin belajar, bekerja, apapun itu. Yaa, bisa jadi, jutaan kali lho kita mengucap basmallah, dalam sehari.
(Mungkin) kita tau, Allah memperkenalkan sifat – sifatNya, adalah 99 asmaul husna. Sedangkan yang sering kali kita ucapkan, Dia Yang Maha Pengasih dan Penyanyang.
Sempat aku mempertanyakan hal kepada diri, “Allah kan penuh kelembutan dengan Kasih dan Sayang tak terhingga, sedang aku, saat ini sedang “tidak percaya diri”. Adakah makhluk semesta yang memiliki kasih sayang dan itu menuju-ku, Allah..hehe
Aku saat ini tidak percaya diri, Engkau menguasai setiap hati.
Aku menerima, Engkau memberi.
98 Hari Menuju Ramadan
GENAP
Sayang, suatu hari kamu pernah menanyakan tentang suatu hal kepadaku “seberapa pentingkah aku buat kamu ?” Ini lucu, sebab-sungguh, kau sudah tahu jawabannya. Kamu tidak percaya atau kamu ingin dikuatkan. Semoga kamu pilih yang kedua, ya sayang.
Sayang, jika aku sudah memilih sesuatu, bersama denganmu, misalnya. “Apakah kamu masih ingin mengetahui sebabnya ?” Baiklah, ini semuaaa karena “aku percaya denganmu.” Bagaimana pun, jika aku sudah meyakini sesuatu, jika benar nantinya, jika benar ini takdirnya, kamu adalah imam : aku menerima.
Sayang, tak usah khawatir, selama denganmu aku belajar banyak hal. Jika suatu saat nyatanya kita tidak bersama, ucapan terimakasih tak terhingga selalu jadi doa yang seharusnya. Aku pernah berpikir kemungkinan seperti itu. Entah kepada siapa pun nanti (semoga denganku), semoga kita belajar sesuatu : sayang, salah satu musuh terbesar manusia adalah kekhawatiran di dalam dirinya. Sesungguhnya yang mampu mengalahkan adalah keteguhan hati, mau menerima apapun atas setiap keputusannya sekarang atau nanti.
Sayaang, aku juga pernah berpikir kemungkinan lain “bagaimana jika hidupku tanpa adanya dirimu ?” separuh dari diri hilang-sirna. Ada tapi tidak ada isi sayang, me-lom-pong. separuh itu besar sayang, jumlahnya menggenapkan. Seperti aksara “kita.” Sayang, semoga kita belajar suatu hal lagi : jumlah kita mungkin sudah genap, bagaimanapun, jika menurutNya jumlah kita tetap separuh. Separuhnya lagi kita mesti isi dengan bertaqwa kepadaNya. Sesungguhnya untuk menggenapkan seluruhnya; kita mesti ridhoi, menerima atas apapun takdirNya.
Akhirnya. Semoga Allah mempermudah jalanmu menuju-ku. Aku menerima, bertumbuh bersama, menggenapkan jumlah, denganmu sayang.
Saat tulisan ini tercipta, ternyata aku sadari kau begitu bermakna.
Di #Yogyakarta dan beberapa daerah jawa tengah ada Tradisi yg namanya padusan, yaitu berendam disungai atau sumber mata air ditempat-tempat kramat. Nah tujuannya tuh untuk membersihkan diri kita sebelum menunaikan ibadah puasa #Ramadhan. (CMIW yak)
Di tempat lain pun ada tradisi yg berkaitan ama Ramadhan, kaya’ Dugderannya semarang, Nyorognya betawi, balimaunya padang, sumatera barat dan nyekarnya Madura.
gitu.. 😁
Btw, boleh loh ngedit dan nambahin pengetahuan tentang kata ini dikomentar ato DMin, ntar ku edit captionnya.
Emmm…, any idea for next word? 😁
#30hariposterramadhan #Ramadhan #typography
Kalo di bandung tradisi nya Munggahan dek @congferi jadi biasanya beberapa hari sebelum puasa org2 sunda biasanya botram (makan bareng gitu). Kalo filosofinya sih munggahan itu dari kata munggah -> pindah. Read : kalo jawa munggah = naik. Artiannya sih kita akan naik / ber-pindah ke bulan yang lebih suci, yaitu ramadhan. Fyi, efek tinggal di bandung. 😅 biasanya kalo di rumah (jogja) Nyadran sama padusan. Kita punya cara yg beda untuk rayainnya ya, tapi tetep dengan kemenangan yang sama 😊 Selamat Ramadhan
Menulis hal – hal yang baik bukan berarti bahwa orang-nya itu baik. Menjadi baik adalah sebuah kata kerja yang akan terus diupayakan sampai akhir hayat. Semangat
Ramadhan 04
Bagaimanapun, Allah selalu punya cara untuk mencintai semua mahklukNya. Seperti kita, punya cara sendiri untuk mencintaiNya. Cara Allah mencintai kita beda dengan cara kita mencintai Allah. Kalau ini (Al-Quran), wujud cinta-Nya kepada kita. Setujuuu kan ? Naah..sudah baca #suratcinta dari Allah hari ini ?? 😊😊 (di Wisata Religi Al-qur'an Akbar)
Menjadi makna. Januari 2017
Isi kepala saya sangat berisik, saya sering kali kewalahan (hahaha). Beberapa kali saya mencoba me-nahan-an “sesuatu-sesuatu” yang menjadi pangkal keberisikan. Tadi sore, waktu meeting, saya di sadarkan oleh sebuah obrolan. Ya, nyatanya otak saya memang tidak bisa diam. Jika saya menahan, saya akan terlihat seperti orang linglung (hahaa).
Saya mengalami kelinglungan minggu – minggu ini. Hiks. Sampai – sampai atasan saya comment, “Banyak ide dalam otak kamu, mesti disalurkan, kamu butuh teman sharing tuh. Yang aku liat sekarang ini, kayaknya kamu mulai bosan dengan pekerjaan yang monoton..hahaa.”
30.01.2017
Pukul 20.33 WIB. saya memutuskan untuk menyalurkan keberisikan ini lewat tulisan.
Mau berbagi apa, Ani !?
Januari 2017
Keluarga. Hari lahir. Langkah awal (merantau). Bertumbuh. Merenung
Keluarga
Hari pertama di januari 2017 berjalan penuh bahagia, lengkap dengan sedih juga. Untuk mengingat moment ini, saya mesti scroll postingan instagram.
Keluarga dan tempat saya untuk kembali.
Allah Maha Baik.Saya yang sampai lemas karna tidak bisa pulang, nyatanya, bagi sepupu, hadirnya saya menjadi kabar gembira. Ya, tidak semua orang bisa kita bahagiakan, bukan ?
*Ket: Foto sepupu, devi namanya. Sekarang duduk di kelas 3 SD. Waktu saya ajak piknik di alun – alun Bandung, dia bahagia sekali, katanya begitu. Sepulang kita maen bareng, aku dapet surat isinya ungkapan isi hati. Manissnyaa
Hari lahir. sebelas januari
Sudah 23 tahun, sudah (tidak) tambah muda lagi. Terimakasih, terimakasih, terimakasih. Untuk hujan doa dari keluarga, terutama ibu dan keluarga, sahabat tersayang khansa, triyan dan devi, teman – teman kerja, dan semuanyaa. Selamat sebelas januari, kali ini bertambah spesial ada yang kasih surprise. Surprise dari keluarga, sahabat dan teman kerja. Bukan tentang kadonya, bukan pula hadiahnya, namun, sebuah pelukan doa tulus, itu-kado yang teramat membahagiakan.
Langkah awal.
Bukan langkah pertama, memang. Tapi ini awal bagi saya, kepada tanah pasundan. Ini ber-awal
Jobs.
Bukan literally pertama, sebab, sebelumnya saya sudah pernah parttime, magang, dan kerja di beberapa tempat. Jadi marketing, freelance tester, fasilitator, community activator, sampai kerja yang duduk aja di depan komputer selama 8 jam. Jujur, saya tidak begitu suka kerja-an yang monoton. Sampai suatu ketika saya ketemu jobs ini, yang awalnya saya apply acak lewat portal lowongan online. Alhamdulillah.
Betapa skenario Allah mengejutkan, ya ?
Saya (cukup) klik dengan jobs yang sekarang. Salah satu alasannya; ada dinas luar kota yang cukup sering, itu artinya jalan – jalaaan. Tidak monoton. Hehee
yang bikin saya happy di bulan ini;
1. 07 Januari 2017. Awalnya salah satu temenku di jogja minta tolong buat bantu2 di acara workshop kuliah ke luar negeri. Namun, dapet bonus; sekamar sama pembicara, masuk (sebentar) ikut workshopnya, nginep di hotel and dapet bonus uang saku..hehee
2. Ngebantu dr William ngisi training motivasi di salah satu SMA/SMK di bandung. Tepatnya 19 januari 2017; akhirnyaa target jadi fasilitator di-kota-nya orang pecah telur. Alhamdulillah, dikasih keberuntungan.
Bandung.
Kota ini, tepat. dipilihkan Tuhan untuk aku tinggali. Kota yang akan mendominasi kisahku dalam 1 tahun ke depan. Setelah semuanya, setelah melakukan perdebatan dengan diri sendiri yang begitu hebat. Setelah mendapat restu dari orang tua meski prosesnya cukup alot. Setelah memikirkan semuanya; akan tinggal dimana, makan apa, pergi kerja pakai apa, serta detail – detail kecil lain. Yang gak mungkin jika semua di jabarkan disini. Tanah Pasundan, kisahku akan aku mulai di kota ini. Yeayy..
Relationship.
Semesta dan Pertemuan.
Semesta, lagi - lagi, belum mengijinkan saya bertemu. Meski saya sudah penuh kesal, menyesakkan dada, bagaimanapun, jika belum takdir, tidak akan terjadi. “Tidak jadi”, selalu bukan hal yang menyenangkan bagi seseorang yang me-$%^&$. Mungkin, harus ada salah satu yang mesti mengalah, berhenti, menanggalkan ego.
Bertumbuh.
Kalau mengingat – ingat bagaimana semua hal itu bisa terjadi, yang kemudian membawa kita pada titik yang sekarang, semua prosesnya memang harus mengorbankan banyak hal. Untuk bertumbuh.
Merenung.
Setiap yang akan dan sudah terjadi perlu perenungan, perlu direnungkan. Butuh merenung. Mengenai niat, proses, maupun tujuannya. Mungkin kita akan menemui diri yang goyah (langkah) ditengah perjalanan. Untuk meng-awal-i dan meng-akhir-i langkah, aku butuh merenung.
Yang belum menemukan rumah-nya, di Bandung.
Januari.2017
Welcome to my second.blog 🙋
Perasaan perempuan memang tidak mudah dimengerti, dengan cara yang tidak mudah dimengerti. Seperti ibu, salah satunya. Cinta perempuan itu penuh perhatian (dan kekhawatiran), seperti ibu, misalnya. Ya, melogikainya, memang tak akan pernah sampai.
Hasil percakapan malam ini dengan ibu.
Dari sekitar seribuan inspirator yang ikut breafing, kemarin. Bisa ya, ujungnya, ketemu sama teteh yg satu ini, satu kelompok pula. Tanpa janjian, tanpa ada komunikasian sebelumnya juga. Mungkin ini yg namanya ber-jodoh..hahaa bukan soal ketemu, bertemu, pertemuan, tapi "dipertemukan." Eaaaa.. #menebarmanfaat #KI5BDG
Cinta bapak adalah cinta yang paling aman. Cinta ibu adalah cinta yang penuh perhatian (dan kekhawatiran).
..setelah lelah - lelah mencari, pergi sejauh mungkin agar merindu. Setelah berekspetasi terlalu tinggi, pada akhirnya tempatmu kembali ke sini juga.
My first post in this year 😊
Ps: setelah sekian lama absen dari mosting di tumblr.
Tulisan : Pada akhirnya, cantik itu adalah tentang tiadanya ketakutan.
Mungkin berbeda dengan yang biasanya, saya adalah laki-laki yang takut dengan perempuan. Berada di kerumunan perempuan yang asing selalu berhasil membuat saya tidak nyaman. Seperti ada ancaman, padahal mereka tidak melakukan apapun dan tidak berniat jahat.
Ketakutan yang membuat saya tidak berani menatap, meski harus diakui bagi laki-laki memandang kecantikan perempuan adalah hal yang menyenangkan. Tapi, hati saya tidak pernah tentram untuk melakukan hal bodoh semacam itu. Dan tentu dalam sudut pandang saya, betapa mengherankannya mengapa perempuan bersedia tampil cantik untuk dinikmati sembarang laki-laki? Yang kata teman saya yang kuliah di psikologi, perempuan tampil cantik bukan untuk menarik perhatian laki-laki, tapi kadang itu persaingan antar kaumnya sendiri-sesama perempuan, atau demi kepuasan pribadi. Sama sekali tidak ada kaitannya dengan keinginan untuk menarik perhatian laki-laki. Meski pada kenyataannya, laki-laki “diuntungkan” dengan hal itu.
Ketakutan yang seringkali membuat saya merenung. Akankah selamanya kecantikan itu menjadi ujian bagi saya untuk menentukan pasangan hidup. Disaat kecantikan begitu menggoda dan melemahkan iman, bagaimana saya bisa menemukan yang baik hatinya di antara yang sibuk berias diri? Dimana saya bisa menemukan yang benar-benar baik hatinya tanpa harus menghaluskan pipi dengan bedak dan menebalkan alisnya dengan pensil?
Ketakutan yang seringkali membuat saya khawatir. Khawatir bila saya nanti memilih seorang perempuan karena kecantikannya. Bukan kebaikan hati yang ada pada dirinya. Padahal saya sangat tahu bahwa kecantikan itu tidak pernah abadi, paling hanya bertahan hingga usia kepala 3. Selebihnya perempuan akan berperang dengan dirinya sendiri, melawan penuaan sel-sel di wajahnya dan segala kekhawatirannya terhadap usia. Saya khawatir, kecantikan itu membelokkan niat yang utama sebagaimana kata baginda rasul tentang bagaimana kita memilih pasangan untuk dinikahi.
Lalu, ketika definisi kecantikan di standarkan pada pakaian, saya adalah laki-laki yang menempatkannya tidak pernah pada urutan pertama. Karena saya meletakkan pada karakter, sesuatu yang menggerakkan perilaku seseorang ke dalam gerak-gerak kebermanfaatan yang mempesona.
Dan ketika definisi kecantikan dijabarkan sebagai riasan kosmetik, saya justru memalingkan pandangan ke alam semesta. Bahwa yang hutan tentu tampak lebih menenangkan daripada taman kota, bahwa lautan tentu lebih mempesona dari kolam. Analogi yang aneh memang, tapi saya ingin menegaskan bahwa campur tangan riasan manusia dalam hal-hal ciptaan-Nya bagi saya adalah sesuatu yang fana.
Dan saya takut dengan yang fana, sesuatu yang tidak nyata dan sementara. Sesuatu yang melenakan dan mengeraskan hati. Benar bila memanjakan mata, tapi tidak pernah sanggup menentramkan hati.
……..
Malang, 30 Agustus 2016 | ©kurniawangunadi
Work at weekend = Enjoy (?) . . . 🎥📹 yang nge video-in Faza 👨👨 yang ngomong dr. Endry 👧👧 yang ngebuat skenario Ani #behindthescenes #behindthescene #syuting #training
[ Fase ] #JikaMenikah diniatkan untuk ibadah, menggenapi separuh agama, insha allah setiap waktu dan apapun itu aktivitas yg dilakukan setiap hari bernilai pahala. #JikamenjadiIstri diniatkan untuk mencari ridho Allah (melewati suami), insha allah semua bakti bernilai ibadah kepada allah. #JikamenjadiIbu diniatkan untuk mencari Ridho Allah, insha allah semua yang engkau berikan kepada Allah membukakan jalanmu menuju syurga. Insha allah. . . Sedang pada fase apapun kita saat ini, nikmatilah. Jika masanya sudah tiba, pasti akan jadi milikmu. Semoga kita menjadi, hamba yang selalu bersyukur. Hamba yang selalu bersyukur. Selamat menikmati fasemu 😊😊
[ Tetap menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah. Mbak Ami, Mas Budi, dan Syifa (keponakan tersayang)]
Stasiun Cimahi,19092016
Hibah Notebook/Netbook/Laptop Yuk!!
Ceritanya, beberapa hari yang lalu saya dititipin seseorang untuk hibahin laptopnya. Dalam waktu kalo ga salah sih satu jam saja (bukan judul lagu dangdut), laptop ala kadarnya itu sudah sold out.
Sedihnya, masih banyak yang PM ke saya menanyakan laptop tersebut karena butuh namun belum mampu membeli. Di antaranya ada yang kalau mengerjakan tugas kuliah harus pinjam sana sini, mengerjakan tugas di sekre UKM, dan semacamnya. Atau yang bikin terharu, banyak juga yang mencarikan buat saudara atau temannya atau bahkan murid ibunya yang dia mungkin ga begitu kenal.
Sayangnya, saya hanya dititipin satu buah laptop, itu pun kondisi fisiknya yaaa gitu deh. Walaupun dia itu seperti janda : fisik sih sudah tua tapi performa masih yahud (ngomong apa sih lu Din).
Oke jadinya, saya kepikiran untuk share info ini ke teman-teman yang mungkin lagi kurang kerjaan mantengin blog saya.
Gini nih, saya pingin deh, kita yang punya laptop berlebih atau gak kepake, dikumpulin untuk disumbangkan ke teman-teman yang membutuhkan namun belum mampu membeli. Saya share ide pengumpulan laptop ini di beberapa grup wasap, dan belum berhasil mengumpulkan satupun. Ada yang mendukung, ada yang punya tapi masih ragu menyerahan, ada yang skeptis karena saya akan memberikannya pada orang-orang yang saya kenal melalui blog, yang tentu saja tidak jelas benar atau tidaknya.
Tapi saya percaya satu hal, ketika niat kita baik, jika ada orang yang berupaya menipu kita, maka Allah yang akan melindungi dengan berbagai cara. Jadi, satu-satunya hal yang bisa saya lakukan untuk menyeleksi (calon) penerimanya adalah husnudzon dan menyerahkan pada Allah.
Bagi teman-teman yang punya laptop/netbook/notebook yang masih berfungsi dan tidak bermanfaat jika di tangan kalian, khususnya area Jakarta; Bandung, ;Jogja; dan Surabaya; silahkan PM saya yak. Kita akan diskusikan mekanisme distribusi laptop hibahan Teman-teman melalui PM.
Dari pada laptop dibuat nonton yang gak gak, buat nge dota, atau skype an sama anuan (yang ini mah elu din), mending dihibahkan untuk yang lebih membutuhkan.
In sya Allah, PASTI AKAN DIGANTI deh sama Allah.
Saya tunggu yak, semoga hati kita digerakkan untuk merelakan benda-benda duniawi demi membantu orang lain.
Line saya di W.dini
warm regards -dini-
*ga minta direblog tapi kalo ada yang nge reblog sih saya hepi* :P