Sebenarnya sudah lama saya ingin berbagi pengalaman untuk semua orang, atau paling tidak orang yang tertarik dengan dunia broadcast. 3 tahun kerja di media televisi membuat saya belajar banyak hal terutama dalam hal teknis. Ya, karena saya memilih untuk mengambil jobdesk sebagai Production Assistant di awal karir penyiaran saya. Apa itu production assistant? Kalau dalam bahasa saya production assistant atau PA adalah jabatan dalam opersional produksi yang bertanggung jawab penuh dalam hal teknis sebuah project produksi, aspek lain yaitu konten, ini tanggung jawabnya tim kreatif. Tugas kita sebagai PA adalah bagaimana caranya membuat ide "kreatif" dari tim kreatif bisa direalisasikan sampai akhirnya jadi sebuah tayangan televisi yang bisa dinikmati penonton. Nah apa aja spesifikasi tugas PA? Menurut pengalaman saya, ada 4 jenis spesifikasi tugas PA : 1. Teknis. Teknis disini artinya adalah lebih kepada hal hal berbau equipment, pembangunan set, peralatan teknik (kamera, audio, lighting, dll), GA (kursi, meja, ruangan, dll), dan semacamnya. PA yang ditugasnya sebagai PIC teknis keseringan laki laki, bahkan sampai 3 tahun bekerja di televisi saya hampir belum pernah ditugaskan sebagai PIC teknis. Kenapa keseringan laki laki? Karena pembangunan set, set up lighting, dan sebagainya dalam dunia produksi televisi pasti dilakukan hingga tengah malam bahkan dini hari membuat semua elemen harus menginap di venue dan kebanyakan pekerjanya pun laki laki jadi mungkin, sekali lagi ini menurut pendapat dan pengalaman saya pribadi ya yang alangkah lebih baik untuk mengerjakan tugas ini adalah laki laki juga. Bukan berarti PA perempuan gabisa ya. Tugas PA teknis disini ngapain? Kita harus mengawasi detail demi detail set up yang dikerjakan oleh berbagai divisi agar sesuai dengan keinginan tim dan mereport kalau kalau ada trouble atau kekurangan sesuatu dan yang paling penting sebagai PA kita harus bisa menjadi penyambung lidah antara tim produksi dan divisi terkait lainnya agar apa yang dikerjakan sesuai plan. Bahasa gampangnya PL lah ya. 2. Materi. Materi disini artinya adalah berhubungan dengan semua hal yang akan sampai sudah dikerjakan di post production. Mulai dari hasil syuting berupa VT, hasil syuting on air / taping sebuah project produksi, grafis, audio, dan sebagainya. Ini yang keseringan saya kerjakan. Tugasnya ngapain? Sama seperti teknis, "mengawasi". Mengawasi bagaimana caranya materi syuting kita terekam dengan benar, filling materi, menjadi penyambung lidah lagi agar materi syuting tadi bisa diedit dengan baik, agar hasil syuting, grafis, dan audio yang diinginkan tim produksi bisa dikerjakan dengan baik oleh tim post production dan menjadi materi tayang yang baik, sesuai standar, dan bisa dinikmati penonton. Nanti jobdesknya akan lebih spesifik lagi saya jelaskan di cerita selanjutnya. 3. Admin. Dengar kata admin kayaknya udah rumit ya? Benar sekali. Kalau PIC teknis keseringan laki laki, nah kebalikannya, PIC admin lebih sering ditugaskan pada PA perempuan karena dibutuhkan ketelitian yang tinggi, bukan berarti laki laki ga teliti ya. Sekali lagi ini menurut pendapat dan pengalaman saya. Apa aja spesifikasi tugas PIC admin? Tentu saja mengerjakan semua hal berbau administrasi, mulai dari request kendaraan saat syuting dilakukan diluar kantor, request ATK, akomodasi dan transportasi kalau sedang produksi yang berhubungan dengan talent atau kegiatan luar kota, reques pembayaran fee talent, hadiah pemenang kuis, dan masih banyak lagi, tanpa ketelitian, budget produksi bisa ambyar. 4. ENG. ENG adalah kegiatan produksi dengan menggunakan kamera, audio, dan lighting portable (tanpa sistem) dan biasanya dilakukan diluar studio untuk produksi VT. Apa tugas PIC ENG ? Sekali lagi "mengawasi". Mengawasi jalannya syuting VT agar hasil rekamannya sesuai dengan keinginan tim. Mulai dari pengambilan alat di camstore, proses syuting, sampai loading materi di postproduction. Sulit jadi PA? Banyak orang bilang PA adalah jobdesk tersibuk di dunia televisi, hobi lembur, pergi pagi pulang pagi, seolah olah hidupnya cuma untuk televisi. Kembali lagi ke pribadi kita masing masing. Ketika kita bisa menikmatinya, maka apa yang kita kerjakan pasti akan terasa mudah. Tapi bagi kita yang tidak menikmatinya, maka apa yang kita kerjakan ga akan pernah ada artinya. Kunci jadi PA itu gampang, pertama, bisa mengerti keinginan tim. Kedua, bisa menjelaskan dengan baik pada berbagai divisi terkait apa yang dimau tim. Ketiga, yang terpenting adalah bisa menjaga mood berbagai divisi terkait agar proses produksi berjalan dengan baik. Kenapa itu penting? Karena untuk satu project program even program kecil sekalipun, kita ga hanya akan bertemu 10 atau 11 orang, tapi puluhan bahkan ratusan, mulai dari campers, audioman, lightingman, tim set, properti, marketing, talent, wardrobe, PU, driver, sampai cleaning service yang tanpa mereka, ide dan keinginan kita sebagai tim operasional ga akan bisa jadi sebuah tayangan dengan look yang berkualitas. Ada lagi yang bilang, PA itu semacam babu di dunia broadcast. Awal masuk dengar istilah itu kok "taik" ya? Tapi setelah dijalani, kalau dipikir setengah otak ya emang begitu adanya, tugas kita menjalankan perintah atasan untuk gimana caranya orang orang dari berbagai divisi mau ngerjain ide itu. Ga jarang, divisi lain itu nyuruh kita ini itu juga supaya mereka mau ngerjain apa mau tim kita. Ya jajanin mereka lah, nitip kopi lah, dan sebagainya. Jobdesk yang pasti pernah dirasa serba salah apalagi saat tim kita bentrok dengan divisi lain dan kita harus bisa menjadi penengah yang baik. (Agak sulit dimengerti bahasanya? Mau ngerti? Cobain deh 😊) Ada lagi statement lebih "nyelekit" tentang PA yaitu "pengen jadi PA biar ga mikir konten ya?" Ini adalah statement ter"as*" yang saya dengar dari seorang pemegang jabatan agak tinggi di operasional produksi kepada saya saat saya memilih menjadi PA dibanding menjadi kreatif. Awal menjalani jobdesk ini mungkin kesannya begitu, tugas kita ga akan bersentuhan dengan konten, tapi semakin kesini apalagi saat PIC materi sering diberikan kepada saya, saya bisa pastikan Menjadi PA ga cuma akan pandai dalam aspek teknis tapi juga konten (lebih spesifikasi akan saya ceritakan di cerita selanjutnya) Jadi, setelah membaca ini, ada yang mau atau masih ada yang minat mengawali karir broadcastnya untuk jadi PA? Atau diotak kalian, tim produksi keren itu ya jadi tim kreatif? Hmm you wanna see the truth till u dare to be.