Kadang saya berpikir mungkin Allah memang sedang menyiapkan lelaki terbaik untuk menemani sisa hidup saya kelak, menjadi pemimpin rumah tangga saya, membawa saya ke jalan yang lebih baik, menutupi semua kekurangan saya, baik untuk masa depan saya, keluarga saya, dan agama kami berdua. Tapi saya juga kadang berpikir, kenapa Allah menakdirkan saya untuk jatuh hingga 2 kali dalamnya pada laki laki yang sama. Laki laki yang sejak awal bertemu dengan saya sudah menggetarkan hati saya. Laki laki yang ketika akhirnya Allah dekatkan membuat saya benar benar lebih bersyukur atas apa yang Dia berikan pada saya. Laki laki yang ketika meninggalkan saya untuk pencariannya yang lain bahkan tidak pernah membuat saya membencinya malah justru menantikannya kembali sembari bersabar dan memperbaiki hati saya yang sempat patah. Laki laki yang membuat saya menunggu hingga 3 tahun lamanya sampai akhirnya Allah dekatkan kami lagi untuk kedua kalinya. Laki laki yang untuk kedua kalinya pula membuat saya lebih bersyukur dan ceria menghadapi hari hari sulit saya. Laki laki yang untuk kedua kalinya pula meninggalkan saya untuk pencariannya yang lain. Laki laki yang untuk kedua kalinya pula tidak membuat saya mebencinya bahkan ketika dia menunjukkan kebahagiannya bersama yang lain. Dan laki laki yang untuk kedua kalinya pula dalam hati kecil saya membuat saya berharap agar ia kembali pada saya untuk pencariannya yang terakhir. Mungkin Allah hanya menguji saya agar saya belajar setia untuk jawaban indah saya di masa depan nanti. Belajar untuk terus berusaha menjadi lebih baik untuk setiap orang, lebih bermanfaat bagi sesama, dan lebih bersyukur atas apa yang dianugerahkan-Nya untuk hidup saya Saya tau, daripada baiknya, apa yang ada dalam diri saya jauh lebih banyak buruknya. Tapi siapapun yang akan dipertemukan pada saya nanti, ya Allah, jangan sampai hati ini dipatahkan lagi. Jadikan ia sejati, setia, dan selamanya. Amiin