Kalau ternyata kita memang searah setujuan gimana? Semoga kita bisa dipertemukan lagi.
- Ferhanni Hafshah & Gilang
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

izzy's playlists!
Monterey Bay Aquarium
RMH
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

No title available

祝日 / Permanent Vacation
Cosimo Galluzzi

JBB: An Artblog!
KIROKAZE
$LAYYYTER

Kiana Khansmith
he wasn't even looking at me and he found me
No title available

❣ Chile in a Photography ❣
cherry valley forever

Love Begins

oozey mess
Peter Solarz
tumblr dot com
seen from Germany
seen from United States

seen from Australia
seen from Singapore

seen from Türkiye

seen from United States

seen from Australia
seen from Netherlands

seen from United States
seen from Denmark
seen from Belgium

seen from Türkiye
seen from Australia
seen from France

seen from Canada

seen from Türkiye

seen from Japan
seen from Germany
seen from Australia

seen from United States
@ceritanyahanni
Kalau ternyata kita memang searah setujuan gimana? Semoga kita bisa dipertemukan lagi.
- Ferhanni Hafshah & Gilang
Hobiku sekarang adalah berkebun. Aku tanam tomat, cabe yang katanya “apa-apa mahal“
Aku juga mencoba menanam bunga matahari, katanya kuaci snack kesukaanmu.
Oke ku coba semua sirami tp aku lupa beri pupuk, yang tumbuh lebat malah ekspektasi.
Dari semua yang aku lalui bersamamu, ada sesuatu yang aku ingat.
Aku mendapati cara merapal doa sederhana.
Semoga apa yang kita lakukan diberkahi Tuhan.
Tapi entah apakah pisah denganmu memang berkah Tuhan?
„Memang kalau kita kira kenapa hal ini terjadi dan merasa belum siap tetapi tolak ukur Allah berbeda. Jika Allah sudah mengatakan ini waktu yang tepat, maka akan benar-benar tidak salah.
Apa yang baik menurut manusia belum tentu baik menurut Allah dan sebaliknya“
Biasanya kalimat ini sudah sering mendengar juga dan hanya meng-iya-kan. Kali ini agak berbeda. Kalimat itu terngiang di kepala.
Even if i were a worm
“Do you love me?”
“Yes”
“Even kalau aku jadi ulat?”
“What kind of question it is? Begini, kalau kamu jadi burger, aku akan memilih kamu dan menghabiskanmu, jika kamu bunga aku akan merawatmu, jika kamu jadi ulat, aku akan merawatmu hingga kamu jadi kupu-kupu. Jika kamu jadi debu sekalipun, kita akan terbang bersama.”
Bisa enggak sih sama kamu aja endingnya?
Kok bisa ada yang merasa iri sama aku?
Nih kalo aib-aib aku dibuka, jijik kalian kenal aku :(
Sayangnya kita tidak pernah berani mengatakan
Diam-diam jatuh
Diam-diam kecewa
Tanpa tahu sama lain tentang perasaan
Aku yakin suatu hari kita akan bersama, tidak hanya dalam satu hari.
Jika aku menjadi bunga, aku ingin jadi bunga matahari. Sebab ia selalu tahu kemana harus menghadap. Tak harus kebingungan mencari arah, mencari tujuan, mencari petunjuk. Hanya ada satu. Dan satu benda menakjubkan itu tak pernah mengingkari janji—selalu datang dari timur.
Jika aku diminta menyebutkan bunga yang lain, aku tetap ingin jadi bunga matahari. Tersusun darinya ratusan bahkan ribuan bunga kecil dalam satu bongkol. Sebab kuyakini, ada banyak pengalaman, kebaikan, kesedihan, penderitaan, kesyukuran, kebahagiaan dari masa lalu dan masa kini yang menyatu membentuk utuh diri seseorang.
Yang membuatnya selalu mampu tumbuh dan berkembang tanpa ragu-ragu. Seperti bunga matahari yang bisa memiliki tinggi 3 hingga 5 meter. Cukup tinggi untuk ukuran setangkai bunga.
Meski pun aku tahu, aku tak secantik bunga mawar. Lebih dicari, lebih dikagumi. Rona warnanya membuat siapapun jatuh cinta. Tak juga seharum bunga melati. Yang lebih digunakan untuk menyemarakkan rasa dan suasana melalui aromanya. Siapa hati yang tak akan suka.
Apalah bunga matahari? Bagimu mungkin aneh, tapi untukku, Ia membawa keceriaan dan kehangatan bagi siapapun yang melihatnya.
Hmm aku jadi teringat lirik lagunya Shannon Purser, "But I'm a sunflower, a little funny. If I were a rose, maybe you'd want me. If I could, I'd change overnight. I'd turn into something you'd like." Sejujurnya aku tidak sependapat dengannya. Mengapa harus menjadi sesuatu yang orang lain inginkan hanya karena ingin diterima, dicintai dan dimiliki seseorang?
Biarlah mereka yang lebih menyukai mawar ketimbang bunga matahari. Ada jutaan milyar penduduk bumi saat ini, pasti salah satunya ada yang menyukai bunga matahari. Jangan khawatir.
🌻🌻
Apapun yang terjadi pada kita; lanjut atau berpisah; aku senang kita pernah bertemu.
Topeng
Sepertinya kita mahir dalam berpura-pura.
Aku berpura-pura sibuk agar tak terlihat menyayangimu. Kamu berpura-pura sayang ternyata memberiku luka yang amat pilu.
Memangnya kita sedang bermain apa?
Saat kamu pergi tak ada yang bisa aku lihat lagi, selain kehilangan.
Berawal dari entah berapa tahun lalu, kakak yang bertemu di usia tidak muda bilang „aku mau dibuatin puisi“.
Puisi macam apa pula. Aku tidak bisa menerima request-an sebenarnya.
Entah terbentur apa aku menulis puisi dengan namanya setelah bertahun-tahun aku lupa. Oke, this is for you, Kak. Kita akan bertemu di lain waktu kan?
Aku titip ya hilangku ke kamu.
Mungkin memang aku terlalu jauh jatuh dan tersesat. Lupa bahwa ada selain aku yang mencari. Ternyata bukan aku pemenangnya.
Aku terlambat sedikit, mungkin.
Hanya sedih sedikit saja. Tidak banyak ekspektasi dariku. Aku cuma kasian dengan penonton yang mengira aku menang.
Tidak apa-apa.
Aku mencari di lain saja. Tapi jika kamu menyadari kamu butuh aku. Kamu masih tahu aku berada di mana.
rasanya aku ingin menjadi jaket denimmu saja yang kau pakai setiap foto di story instagram. atau menjadi kopi ekspresso yang tiap pagi kau teriakkan pada barista. lalu kau teguk hingga tak tersisa. mengalir ke jantung hingga kau membuka mata.
Jika dipikir-pikir kita itu lucu, kita cuma saling menanyakan kabar lewat media sosial. Benar-benar cuma “hai, apa kabar?” “Take care di sana”.
Mungkin beberapa orang bahkan sulit untuk mengirim kata “hai” ke gebetan atau seseorang yang dulu dekat. Tapi kalau kita, sulit untuk meneruskan apa percakapan setelah menanyakan kabar. Masih canggung.
Kita dulu itu teman dekat. Entah mungkin karena aku pindah ke pulau dan kita lupa saja. Setelah kita bertemu lagi dan bertukar kontak, ternyata semesta ingin kita jauh lagi. Benar-benar beda ruang dan waktu. Seperti kamu di bagian atas bumi, aku di bagian bawah bumi. Aku masih berada di alam mimpi, kamu sudah mau makan siang aja.
Aku juga enggak tau, apakah ada perasaan kamu ke aku atau tidak. Pertanyaan itu juga aku tujukan ke diri sendiri. Apakah kita ditakdirkan bersama hanya sebatas teman atau menjadi sepasang kekasih?