When there is an attractive guy talks really nice, has good charm, and apparently is sholeh++. Me be like...

bliss lane
Show & Tell
Cosimo Galluzzi

izzy's playlists!
Doug Jones
𓃗
Misplaced Lens Cap
★
No title available
tumblr dot com
Cosmic Funnies
The Bowery Presents

shark vs the universe
No title available

Andulka

ellievsbear

❣ Chile in a Photography ❣
Color Me Curious
untitled

No title available

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Congo - Kinshasa
seen from Türkiye

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Czechia

seen from United Kingdom
seen from Iraq

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Malaysia

seen from Ecuador

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States

seen from Germany
seen from United States
seen from United States
@cheesyandnutty-blog
When there is an attractive guy talks really nice, has good charm, and apparently is sholeh++. Me be like...
Ke-akuan
Izinkan aku sedikit egois Sejenak saja Bukan aku lelah juga menyerah Ku hanya kesal pada diri ini Yang tak sanggup berkata tidak Bukan aku jenuh juga mengeluh Ku hanya kesal pada diri ini Yang tak sanggup berkata tunggu Biarkan aku Di sini Sendiri Bersama diriku Dan kali ini Izinkan aku sedikit egois
Danus Bijak dengan Beli yang Baik
Berawal dari fenomena danus-an (dana usaha) yang marak di kampus, ditambah dengan hobi masak yang ingin tersalurkan, akhirnya saya mulai coba-coba untuk bisnis kecil-kecilan di kampus. Pada awalnya hanya sebuah keisengan untuk ikut berjualan makanan kecil, sembari mengisi waktu luang dengan hal yang bermanfaat. Kebetulan, teman-teman di kelas sebagian besar adalah ‘anak kost’ yang kalau pagi berangkat ke kampus tidak sempat sarapan. Sehingga, dengan berjualan makanan kecil, bisa jadi peluang yang lumayan untuk menambah uang jajan saya. Dengan modal pas-pasan, mencoba membuat produk yang ringan dan mudah dibuat, namun dari bahan-bahan berkualitas. Karena keterbatasan ide, jadi hanya membuat produk sosis bakar. Sosis bakar saat itu belum ada danus-an yang menjualnya, jadi saya mengambil inisiatif sebelum didahului orang lain. Beragam makanan lainnya sudah banyak didanuskan, seperti sosis goreng, donat, dan makanan lainnya yang umumnya dimasak dengan proses penggorengan. Semakin lama, produk sosis bakar tidak begitu banyak peminatnya karena harganya yang cukup tinggi. Akhirnya, karena teman-teman lebih suka makanan yang digoreng dengan harga yang terjangkau, saya membuat produk omelet dari bahan mie dan telur. Untungnya, saat itu saya hanya menjadi supplier danusan, jadi tidak usah berjualan sendiri. Namun, seiring kesibukan kuliah yang semakin padat, akhirnya tidak sempat lagi untuk membuat makanan untuk didanuskan. Sekarang, sudah di tahun ketiga saya kuliah, kesibukan tidak lagi terlalu padat. Kebetulan sekali ada teman yang mengajak kerjasama untuk memulai bisnis skala kecil. Kami memulai usaha dengan membuat produk makanan kecil dengan ide Korean dishes. Produk pertama yang kami buat adalah mandu, yakni sejenis dim sum a la Korea. Kami berkomitment untuk membuat produk yang sehat dan terjangkau. Kami mengusahakan untuk membuat produk yang bebas MSG, pengawet, pewarna dan bahan kimia lainnya, serta menggunakan kemasan yang ramah lingkungan. Dengan alasan yang cukup subyektif, saya tidak mau membuat produk yang digoreng, karena saya sendiri kurang suka untuk membuat makanan yang berminyak. Selain itu, saya juga ingin mengajak teman-teman untuk bergaya hidup dietary, yakni dengan mengurangi konsumsi makanan-makanan yang digoreng. Maka dari itu, produk yang kami buat merupakan produk non-gorengan. Makanan lainnya yang kami buat untuk menghindari kebosanan pelanggan diantaranya adalah Korean barbeque dan sosis rebus dengan saus kreasi sendiri. Setelah beberapa waktu, banyak bermunculan komplain dari pelanggan. Mereka mengatakan bahwa produk kami terlalu mahal bagi ukuran mahasiswa, menunya itu-itu saja (Korean dishes), dan yang paling banyak adalah permintaan dari mereka untuk kami membuat produk makanan yang digoreng. Karena memang pada dasarnya orang Indonesia tidak bisa lepas dari makanan yang digoreng. Kami akhirnya berusaha untuk mewujudkan keinginan pelanggan dengan membuat produk yang sama, tetapi dengan harga yang lebih terjangkau. Namun, hingga saat ini, kami belum sempat mewujudkan keinginan pelanggan untuk membuat produk makanan yang digoreng. Salah satu alasannya adalah bahwa kami sendiri belum berani untuk membuat produk makanan yang digoreng. Seperti yang kita ketahui bahwa saat ini banyak diperbincangkan isu lingkungan yang berkaitan dengan perkebunan kelapa sawit yang merupakan penghasil produk minyak kelapa sawit. Sebagai konsumen sekaligus produsen bijak, kami khawatir apabila produk kami menggunakan minyak kelapa sawit, maka kami kami berkontribusi pada semakin buruknya kondisi lingkungan dan ekologi. Untuk menggunakan produk minyak lain selain minyak kelapa sawit, rasanya tidak memungkinkan karena harganya yang lebih tinggi, sehingga produk kami pun nantinya harus dijual dengan harga yang tinggi. Harapan muncul setelah saya browsing di internet, bahwa terdapat produk minyak yang penanaman pohon kelapa sawitnya tidak merusak lingkungan karena menggunakan sistem berkelanjutan. Produk minyak tersebut adalah produk minyak berlabel RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil). Menggunakan minyak kelapa sawit yang berlabel RSPO menjadi langkah yang solutif, karena kami tetap dapat membuat produk makanan yang digoreng, namun tetap mendukung kelestarian alam dan habitat ekosistem di tempat yang terancam dibangun perkebunan kelapa sawit baru. Akan tetapi, sayangnya, dari sekian banyak produk minyak kelapa sawit yang tersedia, hanya sedikit yang sudah berlabel RSPO di Indonesia. Hal tersebut membuat saya harus lebih selektif dan teliti ketika membeli produk minyak kelapa sawit maupun produk kelapa sawit lainnya untuk saya konsumsi sendiri maupun untuk saya gunakan dalam membuat makanan yang akan saya jual. Dan terakhir, untuk teman-teman, mari kita menjadi #konsumenbijak untuk #beliyangbaik, yakni dengan membeli produk-produk yang ramah lingkungan dan mendukung kelestarian alam. :)
Do you get it? XD
Jadi Orang Gak Sabaran
A: "Eh ayo dong buruan!" B: "Iya bentar, gak sabaran banget sih!"
Dialog di atas pasti sering banget kejadian di kehidupan sehari-hari kita. Hmm orang gak sabaran tuh kadang emang ribet dan ngeselin. Apalagi kalau mereka ngeburu-buruin kerjaan yang sebenernya bisa dikerjain dengan santai. Yang nulis juga kadang-kadang (padahal sering) sih gak sabaran, kadang juga jadi korban orang yang gak sabaran. Yaa namanya juga idup, kadang punya peran antagonis kadang protagonis (kek sinetron bet dah).
Yang diperdebatin disini, 'salah gak sih jadi orang gak sabaran?'. Justru disini yang nulis mau ngajakin yang baca buat jadi orang gak sabaran. 'Lho kok gitu? Katanya orang gak sabaran tuh nyebelin'. Haha emang iya, yang nulis tuh orangnya beda sendiri. Orang lain berusaha menjadi orang yang disukai banyak orang, dan itu gak berlaku buat yang nulis. Be different, be yourself! Gak pernah ingin ikut-ikutan sama kayak orang lain.
'Gak sabaran gimana sih yang dimaksud sama yang nulis?' Jadi gini, karena yang nulis sendiri sering ngalamin dikatain gak sabaran, hal itu bikin yang nulis berpikir kalo ternyata kadang gak sabaran itu ada positifnya meskipun bikin orang sebel. Kadang yang nulis bertanya-tanya 'Kenapa sih orang-orang protes sama sikap gua yang gak sabaran?'. Tapi penulis sadar, mungkin cara yang nulis aja kali yak yang salah, gak sabarannya sih wajar-wajar aja.
Nah sekarang yang nulis mau jelasin apa yang dimaksud gak sabaran positif. Gak sabaran yang positif, yaitu gak sabaran buat inisiatif, gak sabaran buat gerak. Di umuran yang nulis sekarang ini, lagi sering-seringnya kerja dalam tim, di mana kita dipaksa masuk di kelompok yang belum tentu orang-orangnya sepemikiran sama kita. Lebih parah lagi, makin banyak orang-orang mager (males gerak) bertebaran di muka bumi ini. Tuhh kan.... gimana yang nulis gak sabaran, kalo kerjasama sama orang mager.
Semenjak itu, yang nulis jadi sering nunjukin kata-kata "ayo dong!" "buruuu!" "buruan!" "cepetan!" "cepet dikit napa!" Emang sih itu sedikit annoying (mungkin banget bagi sebagian orang). Tapi itu cara yang nulis buat ngajakin orang buat gerak (bukan sok, cuma gamau gerak sendiri aja). What the hell are you gonna do, if the time's running faster than you? Pasti ngerasa ngos-ngosan kan, ngejar waktu. So, let's hand in hand with time, hold it tight!
Kalo waktu bisa kita gandeng, yakin deh semua bakal berjalan dengan baik. Yang nulis juga belum bener banget sih, karena kadang-kadang masih jadi deadliner, wkwk. Ya itu manusiawi as long as not in every occasion being a deadliner. Jangan mager, inisitif dikit lah, dan inisitaifnya yang positif. Jangan lupa, ajak orang lain juga buat gerak. Kalo gamau bikin orang annoyed, ya mungkin bisa dengan cara yang lebih halus, gak kayak yang nulis hehe.
Keep being in time, guys, and don't ruin everything by being an idle person! :)
Cie… cie… yang dicie-ciein
Siapa yang gak pernah dicie-ciein? Yakin deh gak bakal ada. Mungkin yang sekarang udah nenek kakek juga pernah ngalamin dicie-ciein, atau dengan istilah yang beda. Kenapa sih orang suka banget cie-ciein orang lain, heran deh! Yang nulis ini jadi salah satu korban yang sering dicie-ciein. Ngobrol sama temen lawan jenis, dicie-ciein. Beli barang baru, dicie-ciein. Jalan-jalan pas liburan, dicie-ciein. What on earth made the word of cie-cie exists???
Tulisan ini nyambung sih sama yang sebelumnya. Yups cinta-cintaan lagi. Emang bener sih, the thing’s most attached with the cie-cie term tuh ya itulah tadi (males nyebutnya). Kan bener kan, pasti bacanya sambil senyum-senyum (sotoy aja). Dari mulai anak baru lahir, gak deng, dari mulai anak TK sampe yang udah gede, dikit-dikit liat yang berbau merah jambu langsung dicie-ciein.
Yang nulis, sebenernya udah e to the nek banget denger yang namanya cie-cie. Kenapa? Ya risih aja dengernya. Mungkin untuk situasi beyond cinta-cintaan masih tolerable kali yak. Tapi kalo udah yang berhubungan sama lawan jenis tuh bikin males, males banget. Kalo masih inget tulisan sebelumnya, ngebiarin rasa suka tumbuh itu bagian dari penyebab zina hati. Lah ini, gimana gak benih itu tumbuh kalo tiap hari dicie-ciein mulu.
Berdasarkan pengalaman yang nulis, dicie-ciein tuh malah bakal bikin penasaran sama orang yang dicie-cieinnya (duh kalimatnya belibet). Jadi gini, kalo kita dicie-cieinnya sama temen sendiri yang emang udah deket, yak gak akan masalah karena itu cuma jadi bahan bercandaan, tapi tetep gak boleh dibiasaan sih. Apalagi kalau dicie-cieinnya sama orang yang gak deket, kebayang gak gimana risihnya yang nulis? (yaa mungkin bagi kalian biasa aja, karena dunia kalian sama yang nulis beda. Anyway yang nulis datang dari Galaksi Ursa Minor Dwarf, wkwk). Kok jadi ngaco, lanjut dah.
Karena alasan subyektif yang nulis, pokoknya jangan keseringan cie-ciein orang terkait masalah yang ujung-ujungnya cinta-cintaan. Soalnya penyebab dari galau, sedih, sakit hati, terutama BAPER dan teman-temannya itu bisa diawali dari cie-cie yang kalian anggap ringan. Mungkin bisa jadi sih yang nulis terlalu baper dengan cie-cie. Terlepas dari itu semua, percaya deh kalo cie-cie bukan hal yang positif buat dijadiin kebiasaan. Gitu aja sih.
Cie cie bacanya udah kelar.
Salam cie dari yang nulis XD
Hari ini, 23 tahun yang lalu
Semakin dewasa, aku berpikir, betapa baiknya Tuhan padaku. Aku bersyukur bahwa akan dalam keluarga 'pesulap', yang ketika aku memiliki keinginan, seketika 'jadi apa prok prok prok' muncullah sesuatu yang aku inginkan tersebut. Orangtuaku memang bukan orangtua yang sempurna, mereka memiliki banyak kekurangan. Tapi entah mengapa rasa sayang ini selalu mengalir deras untuk mereka. Betapa bahagianya memiliki orangtua yang sangat menyayangiku. Rindu selalu menggebu saat aku jauh dari mereka. Orangtuaku, mereka mengajarkanku makna kehidupan. Menjadikan aku seorang yang berdiri di atas kakiku sendiri. Mereka hanya membantu menuntunku kala kakiku ini masih rentan, dan mereka melepaskannya ketika kakiku sudah mampu berdiri tegak. Tak hanya itu, mereka mengajarkanku tentang arti hati yang kaya, bukan materi. Pada dasarnya memang keluarga kami hanyalah keluarga sederhana. Namun kami tidak pernah merasa kekurangan. Meskipun kadang kami ingin memiliki apa yang tidak dapat kami peroleh dengan mudah. Maka dari itu orangtuaku mengajarkan aku untuk menjadi pribadi yang kaya hati. Ketika keluarga kami memiliki kebutuhan mendesak, karena keterbatasan materi maka kami menunda keinginan-keinginan yang tidak kami prioritaskan. Bahkan dalam keadaan terpuruk kami harus bersabar ketika ada suatu kebutuhan yang harus dipenuhi. Dan itu membuat kami menjadi lebih kuat. Kami juga berusaha sebisa mungkin utuk tidak mengandalkan bahu lain, hanya kami meminta kepada-Nya agar bahu kami menjadi lebih kuat dalam memikul semua beban. Dengan bekal makna kekayaan hati yang orangtuaku ajarkan, membuat aku sadar bahwa semua yang aku miliki adalah titipan dari-Nya. Aku berusaha untuk tidak berputus asa ketika dilanda kekurangan, karena aku tahu Tuhan akan selalu memberi kecukupan. Bahkan saat ini, ketika kehidupan keluarga kami menjadi lebih baik, aku tidak ingin mengubah standar kehidupanku. Memang terkadang ingin memiliki ini itu, menikmati kehidupan duniawi, namun aku sadar bahwa percuma hidup tentram apabila tetangga masih kelaparan. Justru dengan bertambahnya rizki, aku ingin menambah kebermanfaatanku bagi orang lain. Aku yakin bahwa selalu ada alasan untuk berbagi dan selalu ada imbalan dari semuanya, yang tidak selalu materi. Mereka yang membutuhkan, terkadang memberikan lebih banyak pelajaran yang berarti yang membuatku lebih mengerti. Teringat kembali kata-kata ayah 'hidup bukan untuk belajar, karena hidup sendiri adalah sebuah pelajaran, maka selama kita hidup kita belajar'. Kata tersebut yang membuatku sangat kagum pada sosok ayah seperti beliau. Ayahku adalah seorang guru sejati yang mendidikku dengan penuh filosofi. Lelaki paruh baya yang selalu semangat berusaha menghidupi keluarganya. Aku tahu bahwa ia pun merasakan sakit dan lelah, tapi ia selalu berhasil menutupinya dengan senyum dan tawa yang mampu menghibur dirinya dan kami semua. Kehebatan ayahku tentu tidak muncul dengan sendirinya. Ada seorang wanita luar biasa yang sangat kuat, ibuku. Aku tahu bahwa ibuku sangat mencintai ayahku, sehingga ia selalu mendukungnya, melalui tangannya, melalui doanya. Pepatah mengatakan bahwa cobaan rumah tangga bagi wanita adalah ketika berada dalam titik terendah, dan ibuku selalu berhasil melewatinya. Ibuku juga sangat cerdas, ia tak pernah kehabisan ide untuk menutupi kekurangan-kekurangan di keluarga kami. Keahlian tangannya dalam mengolah makanan, menjadi senjata utama untuk membuat kami sekeluarga betah di rumah. Ia juga memanfaatkan keahliannya untuk memperoleh sepeser rupiah untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga. Kisah ayah dan ibuku tersebut membuatku bermimpi, kelak aku bisa hidup bersama dengan lelaki yang sebijak ayahku dan aku bisa menjadi ibu yang sekuat ibuku. Aku bersyukur memiliki orangtua yang hebat. Aku bersyukur lahir dalam keluarga yang penuh cinta. Aku bersyukur menjadi pribadi yang apa adanya. Aku mencintai orangtuaku. Aku mencintai keluarga ini. Terimakasih Tuhan. Terimakasih ibu dan ayah. Selamat ulang tahun pernikahan yang ke-23, mama dan papa. Semoga selalu bahagia :)
Sudah, tunasnya jangan dibiarkan tumbuh!
Sis ngobrol yuks! Bro juga ikutan gapapa :D
Kebayang gak sih, kalo mau nanem benih pohon tapi tanahnya gak subur dan belum siap buat ditanami. Mungkin pohonnya tumbuh sih, tapi bakal gak sehat. Kenapa? Ya jelas karena kurang nutrisi lah. Atau bisa tumbuh sehat, tapi dengan menyerap nutrisi dari tanaman lain. Itu lebih parah, ekosistem bisa rusak nantinya (lebay sih).
Sama halnya dengan masalah hati. Manusia…manusia… emang lemah banget ya. Gampang banget hatinya ketusuk panah sama cupid. Ya wajar sih suka sama orang, wajar banget malah, itu manusiawi banget. Apalagi di umur-umur tertentu, yang kalau kata orang Sunda ‘keur beger’ haha. Secara biologis, psikologis, sosiologis juga mendukung kalo emang manusia tuh mungkin dan wajar suka (tertarik)sama lawan jenis. Ya kalo enggak, dari dulu udah punah kali yang namanya manusia.
Tapi salah gak sih jatuh cinta itu? GAK SAMA SEKALI!!! Inget, jatuh cinta itu kodrat dan bahkan sunatullah. Yang salah itu kalau……kalau apa yaaa? Kalau dibiarkan rasa cinta itu tumbuh makin besar. Lho kok salah? Gini ya kalo menurut yang nulis, semakin dikasih ruang untuk tumbuh, semakin besar pula rasa kecewa yang mungkin didapat. Ya kecuali menumbuhkan rasa cintanya kalo udah nikah hehe.
Sadar sih, yang nulis juga masih labil. Cuma.. yaa namanya orang lagi belajar ya nabrak-nabrak dikit gak akan kena tilang (belajar nyetir keles). Jadi gini ya teman-teman, percaya atau tidak kalo suka sama orang tuh pasti kebayang-bayang orang yang disukai. Dan tau gak sih, kalo menurut yang nulis, itu bagian dari zina hati. Yaa disini yang nulis gak akan bawa dalil sih, kan udah bilang kalo masih belajar hehe. Yang namanya zina itu kan dosa, terlepas dari kecil atau besarnya. Kalo gak takut dosa sih terserah, yang nulis cuma menyampaikan pendapat.
Nah, nyinggung lagi ke masalah bikin kecewa. Coba deh kalo liat sosmed, udah gak keitung kan orang yang bikin status galau gara-gara perkara cinta. Hmm kenapa bisa gitu ya? Ya iya lah, cinta tuh bikin galau emang. Kenapa? Karena berharapnya sama manusia, sama orang yang disuka. Cinta sih boleh aja, boleh banget, dan gak ada yang ngelarang. Tapi cintanya yang sehat dong. Yang sehat yang gimana ya? Menurut yang nulis sih kayak gini, (aduh takut dikira sok bijak) cinta yang sehat itu yang didasari iman, menyadari bahwa ada Yang Maha Menentukan. Tapi tetep aja, kalo emang belum mau sungguh-sungguh (rumah tangga), mendingan jangan dulu deh cinta-cintaan (meskipun diam-diam). Ya gak salah sih, cuma ya kayak gimana aja gitu (berdasarkan pengalaman tuh gak enak).
Masa-masa kosong (lagi gak suka sama siapa-siapa) itu jadi best freedom in life. Kenapa? Karena bisa makin deket sama Allah, berserah pada-Nya, meminta yang terbaik pada-Nya. Jadi berdoa tuh bukan buat orang yang kita penengen, tapi berdoa buat orang yang Allah pilih untuk kita (ngerti kan yak? Kalo gak ngerti kebangetan). Kan orangnya bisa siapa aja tuh. Kalo kita berdoanya udah ditujuin ke ‘siapa’ ternyata bukan jodoh kan nyesek juga. Intinya, Allah yang Maha Tahu, Allah yang Maha Memiliki. Biar gak kecewa, ya berharapnya sama Allah.
Wallahu a’lam. Yang benar datangnya dari Allah. Yang salah datangnya dari yang baca… eh dari yang nulis.
Salam chantiq dari yang nulis (maapkan kealayan ini) XD
Intro
Hi everyone! Halooo semua :) Sebenernya iseng aja sih bikin tumblr. Awalnya gegara ngurusin punya kepanitiaan. Eeh jadi kepengen bikin buat sendiri deh. Oke mulai kenalan yaa... Nama : yang nulis Domisili : cyber space Udah ya segitu dulu aja. Makin lama juga bisa makin kenal sama yang nulis hehe