Tepat di saat hari buruk menyerang, ada banyak hari baik yang menunggu giliran.
(via palawija)
YOU ARE THE REASON
trying on a metaphor
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

Andulka
I'd rather be in outer space 🛸
hello vonnie

Discoholic 🪩

❣ Chile in a Photography ❣
almost home

★

Janaina Medeiros
will byers stan first human second

Origami Around
ojovivo
Game of Thrones Daily
wallacepolsom
Claire Keane
DEAR READER

Kiana Khansmith
Xuebing Du

seen from Australia
seen from United States

seen from United States

seen from Colombia
seen from Chile

seen from Malaysia
seen from Lithuania

seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States

seen from Australia

seen from Netherlands
seen from Italy
seen from Mexico

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from Italy
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@chi-ra
Tepat di saat hari buruk menyerang, ada banyak hari baik yang menunggu giliran.
(via palawija)
Kapan Bapak Pulang?
Kapan Bapak pulang?. Kami sudah menurunkan hujan dari mata, agar jejak kaki kami terbaca Bapak. Sehingga tidak sesat menuju jalan pulang ke rumah. Kapan Bapak Pulang?. Kami sudah menggerakkan bibir membaca kalimat-kalimat indah dari buku suci, agar Bapak mendengarnya. Sehingga tahu rumah mana yang terdengar suara anak dan istrinya. Kapan Bapak pulang?. Sudah bahagiakah di rumah barunya yang paling terang? Kapan Bapak pulang?. Karena rumah kami tidak ada daun pintu, menunggu Bapak membawanya? Kapan Bapak pulang?. Karena tiang rumah sudah patah satu, kami berdiri di atas rumah pincang.
Bapak.. Ini tahun kedua Tya harus melanjutkan hidup tanpa Bapak.. Harus mandiri dan bertahan dengan kehidupan tanpa Bapak..
19 Desember 2015
Kami harus melewati hari ini. Tanggal ini. 19 desember 2016. Mengingat kembali tangisan kami belajar ikhlas. Kehilangan yang belum sempat kami bayangkan dibalik masih gagahnya badan sang imam. Selamat jalan Bapak tercinta. Insyallah semua amanat sudah terlaksana. Doa kami tidak akan terhenti seperti nafasmu. Kami sayang bapak.
Ghibah (yang katanya) Tetangga
Sering saya ngomong dalam hati seandainya Bapak masih ada, fitnah yang mereka katakan mungkin : Bapak korupsi. Makanya bisa beli mobil renov rumah. Setelah melihat kenyataan bahwa bapak ga ada, mobil dibeli rumah dibangun karena memfoya-foyakan warisan beliau. Aduh, kami merasa jadi keluarga kaya sekali atas kalimat ini. Makasih loh.. jadi merasa keluarga nagita slavina yang tajir melintir. Kasian bapak, udah terbaring tenang pun keluarganya masih difitnah. Nyanyik lagu Ugly nya sugababes ah. Sambil baca quotes: cibiran kalian hanya gambaran dari keinginan kalian untuk memiliki tapi terbatas ketidakmampuan. Yuk kerja.. kerja.. kerja.. kayak motto nya Presiden Jokowi. Biar duitnya banyak juga. Jadi ga nyinyirin orang kaya(?). Salam. Anak Pak Djahir yang dapat warisan(?).
49 : 12
Roda dua di rumah renta itu sudah terganti kuda Eropa. Di lahan bekas rumah yang jelek dibandingkan tetangga, sekarang berdiri kokoh rumah baru dengan kekuatan beton atap baja. Rumah seorang janda belom setahun. Mata tetangga jelalatan. Mulut tetangga panas ingin teriak ke tukang sayur : “janda baru itu menghabiskan warisan suami!”.
Tetangga pertama yang teriak. Ternyata orang betawi yang PERNAH kaya. Merasa sedih dalam hati karena tidak sekaya dulu.
Tetangga kedua yang teriak. Ibu rumah tangga yang rajin mengaji. Telapak tangan mulus hasil kebaikan suami yang mengerjakan semua urusan dapur. Hidup mengandalkan kiriman anak.
Tetangga ketiga suami istri haji. Pemilik warung penampung manusia pemakan daging saudara. Menjual barang kadaluarsa tak layak konsumsi. Penikmat riba. Tak ada amalan Islam yang mencerminkan gelarnya. Mungkin naik haji balik hari.
Semua kembali pada kesimpulan. Kiriman hinaan dan cacian hanyalah hasil ketidakmampuan melakukan hal yang dilakukan orang lain dan sebenarnya ingin mereka miliki. Pendek kata : I R I.
Sang janda pemilik rumah amanat tersenyum. Setiap hari pahalanya bertambah dari hasil gunjingan tetangga.
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka. Sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Al-Hujurat [49]: 12)
Tahun 2015. Seandainya si tetangga mau bertanya, mungkin dosa mereka tidak seberat beban hidupnya. Sehari sebelum koma, suami sang janda sudah berniat membeli kuda putih. Beberapa bulan sebelum koma, suami sang janda sudah bersalaman dengan kontraktor untuk merakit rumah impian.
Seandainya tetangga tahu, anak dan istri hanya meneruskan amanat beliau. Seandainya tetangga tahu sakitnya mengingat semua dinikmati tanpa orang tercinta. Seandainya tetangga tahu sakitnya mengingat seakan-akan semua diberikan sebagai kado perpisahan terakhir.
Qadarallah. Inilah jalan Allah menaikkan derajat janda dan dua anak yatim. Lewat fitnah pemakan daging saudara.
Chat
Obrolan sejatinya diisi dengan percakapan dua orang tanpa didominasi salah satu. Kalau percakapan diisi dengan anakgue-lakigue-keluargague-dansegalaceritaguelainnya, tandanya kita tau kalo hutan kedatangan satu penghuni lagi
Hijrah
Insomnia semalem membuat saya ikut menyaksikan eksekusi Fredi Budiman lewat tv. Tadi pagi dalam perjalanan pulang dinas, saya cerita ke temen sekantor. Plus nambahin insyallah beliau udah hijrah. Si temen ngerespon , “ah ga akan terampuni tuh orang. Dosanya udah banyak bener. Mualaf ga bisa ngapus deh”. Saya cuman menjawab : “doain aja Allah mengampuni dosa masa lalunya”.
Jujur, saya lebih memilih sifat Fredi daripada temen saya. Lebih baik pernah nakal daripada pernah alim. Bukankah Allah maha pengampun? Merinding saya mendengar teman saya yang sama-sama manusia berani menentukan terampuni atau tidak. Melebihi Allah, luar biasa. Sebenernya bukan itu penyebab saya ga suka dengan pendapat si temen.
Temen saya muslim. Pake hijab (modis dengan rambut kemana-mana leher kadang ngintip). Tapi ga pernah sholat. Ga pernah bayar puasa. Boro-boro kenal puasa sunnah. Fredi mungkin pembunuh, bandar narkoba, banyak dosa. Dulunya. Sekarang hijrah, ibadah diperkaya.
Semoga Allah mengampuni Freddy.
Dad
Dad, I MISS YOU.
Tanpa tanda. Tanpa pesan. Tanpa kata. Tanpa tatapan. Bahkan tanpa sakit parah mu
Allah ambil semua. Kami belum siap. Kami belum sadar ada yang diambil kembali pemilikNYA.
Sebulan kurang seminggu tanpa mu.
🎵Aku harus bagaimana berjalan tanpa kamu. apa dayaku. beri aku kesempatan untuk memelukmu lagi. Sulit teramat sulit jalanku melawan takdir ini sendiri tanpamu 🎵
Nonton Fairuz Rafiq cerita tentang almarhum ayahnya. Saya tau bener gimana rasanya. Kehilangan semangat mo ngapa2in bahkan sampai sekarang.. Masih punya niat berenti jadi PNS (bahkan masih CPNS) karena masih ga punya semangat kerja. Ngantor ditelat2in karena kehilangan semangat. Tiap hari libur di dalam kamar kos aja sampe hari kerja mulai. Fairuz yang 3 bulan ga pegang HP. Saya yang masih suka sedih ke mall, inget Bapak. Ga berani nonton atau karaoke inget Bapak. Yang sedih, Ibu saya ga bisa masuk ke mall di kota kesayangan kami, bahkan sampai lututnya lemes ingat Bapak..
#rain (di Bandar Udara Intenasional Supadio - Pontianak)
Separuh jiwaku pergi... #dad
Sampai hari ini, setiap bangun tidur masih nyari Bapak. Dan cuman bisa nangis karena ga bisa lagi ketemu. #bapak #iloveyoudad