WriterTalk #32: Fast Writing – Ayo Menulis dengan Cepat!
Assalamu’alaikum warahmatullah wabaarakatuh! Besok sudah mulai menginjak tanggal 1 Ramadhan 1438 H nih, bagaimana persiapan #30daysramadhanwriting yang akan kamu lakukan? Sudahkah menemukan tema dan menentukan waktu untuk menuliskannya? Beberapa hari yang lalu, ada yang bertanya kepada saya, katanya,
“Kak, aku bingung nih, pengen banget ikutan nulis 30 hari di Ramadhan, tapi aku takut waktuku jadi habis untuk menulis daripada melakukan ibadah yang lain, apalagi aku masih pemula. Gimana ya, kak?”
Hmm, apakah ada diantaramu yang sebenarnya juga ingin menanyakan pertanyaan yang sama? Tenang, ini bisa diatasi, kok!
Beberapa tahun yang lalu, guru menulis saya mengajarkan tentang salah satu teknis menulis yang bernama Fast Writing. Seperti yang langsung bissa kita ketahui dari namanya, teknik menulis ini sangat memungkinkan kita untuk bisa menulis dengan cepat (atau bahkan sangat cepat). Selain itu, teknik menulis ini juga bisa menstimulasi ide-ide baru untuk muncul. Waaah, sekali dayung dua tiga pulau terlewati, nih! Tapi, apakah teknik ini cocok untuk penulis pemula?
Setelah mempelajarinya dalam waktu yang cukup lama, mencobanya sendiri, dan seringkali pula membawakannya ketika mengisi workshop atau pelatihan menulis, saya mengambil kesimpulan bahwa teknik menulis ini sangat cocok dilakukan oleh pemula. Betapa tidak, teknik ini sangat mudah, efektif, dan efisien untuk dilakukan. Setidaknya, kita tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk berada di depan laptop dan menyelesaikan satu tulisan. Iya dong, checklist harian kita di Ramadhan ini kan banyak, jangan sampai semua kacau hanya karena kita terlalu sibuk menulis. Kalau begitu, bagaimana caranya?
Pertama, bersiaplah terlebih dahulu. Siapkan diri, hati, dan fisikmu untuk menulis. Fokuskan pikiranmu untuk menulis, jangan dulu pikirkan hal yang lain. Beberapa orang suka untuk mencari tempat yang nyaman dalam menulis, tapi beberapa yang lain juga bisa menulis dimana saja. Dimana pun, yang terpenting adalah bersiap dan fokus. Oleh karena itu, jangan lupa juga untuk meminimalisir distraksi atau gangguan yang mungkin muncul ketika kita menulis. Matikan koneksi internet, non-aktifkan paket data, dan singkirkanlah hal lain yang bisa menganggumu ketika menulis.
Kedua, ambillah selembar kertas dan alat tulis (jika kamu lebih nyaman untuk menulis di kertas sebelum mengetikkannya di laptop) atau aktifkanlah software yang biasa kamu gunakan untuk menulis. Jika kamu terbiasa menulis di handphone, tidak masalah, lakukan saja, asalkan kamu sudah memastikan bahwa paket data dan wifinya non-aktif.
Ketiga, pikirkanlah sebuah tema untuk ditulis dan set waktu selama 15 menit untuk kemudian menulislah secepat-cepatnya dalam waktu 15 menit itu. Tuangkanlah secara langsung dan spontan apa yang ada dalam pikiranmu tanpa berpikir panjang. Ya, jangan dulu berpikir tulisanmu akan bagus atau jelek, diksinya oke atau tidak, antarkalimatnya bersambungan atau tidak, atau yang lainnya. Sebab, rules dari teknik ini adalah jangan terlalu banyak berpikir dan jangan mengedit di tengah jalan. Biarkanlah tanganmu mengeksekusi apa yang diperintahkan otak untuk dituliskan, tanpa harus mengeditnya jika memang belum selesai. Percaya deh, mengedit di tengah jalan itulah yang seringkali membuat tulisanmu lama sekali selesainya.
Keempat, setelah 15 menit itu selesai, berhentilah. Jika dirasa tulisanmu belum cukup, ulangilah langkah ketiga sekali lagi. Ingat ya, menulislah dengan cepat, sangat cepat! Jangan menginterupsi ide apapun yang tiba-tiba muncul, biarkan saja itu dieksekusi oleh jemari. Jika sudah selesai, periksalah kembali keseluruhan tulisanmu. Biasanya, kamu akan tertawa-tawa ketika membacanya karena kamu akan mendapati banyak hal random disana. Tak masalah, karena sekarang saatnya mengedit seluruh tulisanmu agar menjadi lebih cantik, bahasanya halus, dan juga sarat akan makna. Tambahkanlah hal-hal yang perlu ditambahkan, hapus yang dirasa kurang sesuai, pindahkan atau tukar posisi paragraf, dan lain-lain.
Begitu, sesimple itu, sesederhana itu. Mungkin ini tidak akan begitu berhasil dengan baik pada percobaan pertama, kedua, atau ketiga. Namanya juga belajar dan latihan, kalau langsung jadi jagoan dimana dong esensi berjuangnya? Hehe. Lama-kelamaan kamu juga akan mulai terbiasa, asal meluruskan niat, memperbanyak kuantitas menulis, konsisten, dan persisten. Semangat yaaa, semoga menulis bisa menjadi cara yang menyenangkan bagimu untuk mengajak orang lain berbuat benar dengan cara yang baik.
Bagaimana, apakah ini cukup membantu? Kalau masih bingung, silahkan bertanya, ya! ;)
Untuk membaca tips atau tulisan lain tentang menulis, bacalah series WriterTalk dalam tautan berikut ini.