Aku putuskan untuk pulang ba'da lebaran saja, setelah menimbang tentang padatnya transportasi para pemudik. ah, aku tak mau berlama-lama di perjalanan, dan lebih baik aku selesaikan urusan organisasi dan kuliah sebelum pulang. Mencoba mencari wadah memberikan tenaga dan waktuku untuk sesuatu yang bermanfaat pada sisa Ramadhan di tanah kelahiran, Ibukota negara.
💞
Aneh memang, tapi memang kenyataannya, aku punya banyak tempat untuk pulang kampung. haha. *cukup ya info pribadinya.
💞
Ternyata Allah berpihak padaku, keinginanku mengisi hari-hari akhir ramadhan diijabah. seorang kawan dari pergerakan kampus yang kuikuti mengajak menjaga stand zakat di suatu masjid. Hari ini 24 Ramadhan 1438H, hari pertamaku bertugas.
Aku kira pengisian data pemberi zakat masih dengan pulpen dan kertas, ternyata sistem aplikasi. Yess, asik nih. Aku menikmati proses belajarku dan alhamdulillah lancar. menjelang siang aku mulai bosan juga karena mulai sepi. sampai datanglah seorang kakek bernama Syarbaini. Kakek berusia 75 tahun tersebut berkata kalau ruangan kami terlalu dingin. kami hanya tersenyum dan berkata, “nanti pintunya di buka supaya hangat kek”.
💥
Sang Kakek lantas berkata kalau dirinya ingin membayar fidyah selama 11 hari. Kami sebutkan nominalnya, dan kakek tersebut mengambil uang dari kantong bajunya. Uang kertas lima ribuan sebanyak setengah dari jumlah yang kami sebutkan dan sisanya uang lima puluh ribuan.
“terus, zakatnya berapa nak?”, lanjut kakek Syarbaini.
“39.500, kek”, jawab teman saya.
“aduh, zakatnya nanti dulu ya, kalau kakek sudah punya uang lagi nanti kakek kembali”, kata beliau sambil merogoh kantong bajunya lagi dan ternyata menemukan uang sejumlah empat puluh lima ribu rupiah.
“alhamdulillah, ini cukup nak”, katanya sambil menyodorkan uang empat puluh ribu. “yang lima ratus perak masukin ke infaq aja ya”, lanjutnya.
💥
Seketika ruangan hening. Ada gemuruh di dadaku. pakaiannya yang lusuh, tutur kata sang kakek yang halus, tangannya yang gemetaran. uangnya tinggal 45.000 beliau sisihkan 40.000 untuk zakat dan infaq. sisa 5.000 rupiah saja di kantongnya.
Aku lantas melihat alamat si Kakek. Masha Allah, bertambah lagi benturan di hati ini. Satu komplek denganku hanya beda jalan. jarak dari masjid komplek ini ke komplek kami kurang lebih 2km. cuaca siang ini di Jakarta sangat terik dan beliau berjalan kaki untuk memenuhi sesuatu yang beliau anggap kewajibannya.
“Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya)“. (QS. Ar-Rum :39)
.
“Ajarakallahu fiimaa a'thoita wabaroka fiimaa abqoita waja'alahulaka thohuro”
.
🍁Jangan lupa tunaikan zakat🍁
-Elvina Laela Mahmudah-