Long Time No Text!
Di tengah kepadatan tugas yang tiada akhir dan perasaan rindu ngonten seru bareng bestie, ada fenomena ganjil yang rasanya kok sayang banget ga saya abadikan dalam sebuah tulisan. Agar melatih daya ingat, berharap tetap waras dan waspada. Atau bahkan mungkin ini menjadi sebuah pertanda.
Saya ga menampik bahwa setiap tempat pasti ada penunggunya. Saya tinggal di rumah ini juga hampir seumur hidup, semenjak orang tua saya hijrah dari kota kelahirannya. Semuanya baik saja. Meski dari kecil sudah biasa melihat bayangan sekelebat, seperti ada orang yang berjalan, bahkan barang bergerak dengan sendirinya. Itu saya alamin dan ga bikin saya ngeri, selama ga ada yang tersakiti. Se-la-ma ti-dak a-da yang ter-sa-ki-ti.
Ada belasan kucing di rumah saya. Beberapa diantaranya memang punya kedekatan yang berbeda. Jiji, anak saya yang baru berusia 3 bulanan, adik dari si Jojo ganteng. Dari kecil memang sedikit berbeda dari lainnya. She is special, gorgeous, survivor, kesayangan mama Sopy. I love her! Dan sebagai seorang Ibu dari anak-anak kucing, saya juga ingin melihat anak-anak saya tumbuh sehat dan kuat.
Namun beberapa hari ini, kejadian menyebalkan terjadi. Setelah sebelumnya ada kaca hitam tebal yang remuk tanpa suara (yang harusnya kaca tsb bisa pecah seremuk itu kalau di hammer! Dan pasti suaranya berisik sekali), pintu-pintu tertutup dengan sendirinya, saya dan my mom uring-uringan di rumah, sekarang giliran anabul saya yang mendadak pincang hampir semua. Hhhhhh, hela nafas panjang panjang.
Saya benci harus melihat anabul saya jalan seperti orang pincang. Kalau berpikir nalar, bisa saja mereka habis guyon, lalu jatuh, atau tangan dan kakinya nyangkut di mana, akhirnya terkilir sampai bikin mereka susah jalan. TAPI KENAPA KOMPAK?! KENAPA HAMPIR SEMUA?! Masa karena virus yang bermutasi? Feline Infectious Peritonitis (FIP)? Calicivirus (FCV), Limping syndrome?
Entah kenapa, dibanding menerima alasan-alasan tsb, saya tergelitik dengan argumen bahwa dari sisi metafisik, fenomena kucing mendadak pincang sebelah bisa diartikan sebagai adanya gangguan energi atau entitas di lingkungan rumah. Dalam beberapa keyakinan, hewan dipercaya sensitif terhadap energi halus atau makhluk astral. Pincangnya kucing-kucing mungkin dianggap sebagai tanda bahwa mereka merasakan atau terpengaruh oleh energi negatif atau entitas tertentu yang ada di sekitar rumah.
Beberapa pendekatan metafisik juga mengatakan bahwa hewan dapat berfungsi sebagai pelindung pemiliknya, sehingga mereka mungkin "menyerap" gangguan yang seharusnya ditujukan kepada manusia. Dan kalau itu benar, alangkah jahatnya… :’(
Saya ga yakin itu berasal dari rumah, mengingat kejadian belasan tahun silam yang menyerang ayah saya. Kami sekeluarga pas maghrib harus keluar rumah karena atap seperti di bombardir petasan dan gerbang rumah kami seperti diguncang gempa. Bergetar laksana gempa tsunami skala rikter! Saya yang saat itu masih SMP lagi-lagi harus menyaksikan kejadian ga biasa.
Pagi tadi pun saya bangun dalam keadaan jantung berdebar debar, setelah sebelumnya ternyata mama saya juga mengalami kejadian serupa. Saya minum kopi juga enggak. Mama saya apalagi. Kalaupun harus deg-degan kan harusnya pas saya ketemu gebetan! Bukan bangun-bangun tiba-tiba jantungan.
Menurut kamu, aku terlalu parno disebabkan rentetan kejadian sebelumnya karena harusnya ini bisa dijelaskan secara ilmiah, atau emang bener ada yang ga beres di luar nalar dan logika manusia? Coba kasih tahu aku ya. Yang punya penglihatan juga kindly share your thought! Thanks!









