Manusia berubah. Seiring dengan kebutuhan hidup yang sedang ia jalani. Kadang menjadi sangat excited kadang menjadi tampak tidak peduli. Semua tergantung sebutuh dan seperlu apa manusia tersebut akan kebutuhan hidup yang sedang ia jalani.
Katanya, itu bukan sebuah perubahan. Justru itu adalah kondisi ketika manusia benar benar menampakkan jati diri sesungguhnya. Itu adalah moment ketika manusia benar benar menjadi manusia. Sisi egois dan cueknya bisa kita nilai dengan mudah tanpa ada yang mereka tutupi sedikitpun.
Nikmati saja. Sampai kapan manusia itu tetap bisa bertahan dengan keterbatasan yang dimiliki oleh kebutuhan hidup yang sedang ia jalani. Sejauh mana kebutuhan hidup itu mampu menarik sang manusia untuk tetap tinggal, menetap dan bahkan menghargai kehadiran dirinya.
Jika batas waktunya habis, dan mereka saling menjauh satu sama lain, bukan tidak mungkin bahkan waktu, kesempatan, pikiran dan semesta tidak akan berpihak lagi kepada mereka. Dan jika hari itu tiba, entah siapa yang akan menyesali atau bahkan menangisi kehampaan yang datang dalam hari hari berikutnya.