Oleh @langitawaan dan @kkiakia
Di titik paling berserah, seringkali keajaiban takdir-Nya bekerja, pernahkah kau merasakannya?
Di titik paling pasrah, seringkali secercah cahaya tiba-tiba pijar menyala, pernahkah kau menyaksikannya?
Di titik kau tidak ingin lagi mencari, disitulah seringkali kau ditemukan oleh seseorang yang paling kau nanti.
Pertemuan lelaki dan perempuan kali ini begitu unik, sebab mereka pernah saling melewatkan begitu jauh. Sejauh jarak yang mustahil bagi mereka untuk meniadakannya.
Waktu dan jeda yang panjang, lika-liku kehidupan, terjal lalu jatuhnya perasaan, patah dan tumbuhnya harapan—pernah membuat mereka saling memunggungi dan tak pernah menyadari, bahwa; sebelum waktu mengenal detik, diam mengenal gerak, udara mengenal nafas dan hidup belum mengenal lahir— sebenarnya mereka sudah saling terikat benang takdir.
Mereka berjalan di atas jalan yang jika dinalarkan mungkin tak akan pernah lagi bersinggungan sebab terlampau jauh untuk bisa saling meraih dan kembali menemukan.
Namun begitulah takdir menuntun suatu pertemuan, tidak pernah ada yang namanya kebetulan, bukan?
Segala sesuatu memang sudah tertuliskan. Hanya saja bagi perempuan dan lelaki itu, semua ini masih seperti suatu titik temu yang mengejutkan sekaligus mengharukan.
Entah bagaimana seharusnya mereka bersikap, terhadap Maha baiknya Allah yang menuntun mereka untuk bertemu—usai pengembaraan mencari dan menanti yang seakan tampak mustahil mencapai tujuan dan jawaban.
Semoga ucap dan lirih syukur tak pernah putus keluar dari bibir mereka, sebab Allah telah menunjukkan bahwa kuasa dan skenario-Nya selalu membuat hamba-Nya jatuh cinta, sejatuh-jatuhnya pada-Nya.
Bagaimana begitu mudahnya bagi Allah, membuat hati ini tergerak setelah cukup lama keras dan menolak.
Bagaimana begitu mudahnya bagi Allah, membuat hati ini mengatakan ya, setelah seringkali mengatakan tidak.
Bagaimana begitu mudahnya bagi Allah, meyakinkan hati ini, padahal sebelumnya selalu ragu yang bersuara.
Bagaimana begitu mudahnya bagi Allah, meneguhkan hati ini untuk berani melangkah searah setelah selama ini selalu terpenjara takut dan gundah.
Tanpa campur tangan-Nya cerita ini tidak akan pernah ada. Sungguh, Allah Maha Baik.
Ruang Cerita Kina, 10.50 | 02 Juni 2022.