Jalan-jalan Sama CEO: Day 5
Disclaimer: Apa yang akan teman-teman baca di sini, tidak sepenuhnya merupakan terjemahan dari event Through the Season. Karenanya, saya perlu memberi sedikit pembeda:
Yang ditulis dengan huruf tebal merupakan terjemahan langsung dari event.
Yang ditulis dengan huruf biasa merupakan hasil dari ke-halu-an saya. ^_^
Terima kasih sudah mampir, dan selamat menikmati!
Saat berjalan-jalan, tanpa sadar, kami sudah tiba di sebuah gang yang sangat cantik. Lampion bergantungan di antara bangunan tua, menjadi satu-satunya penerangan di gang yang mungkin hanya muat untuk dua motor bersilangan.
Kugamit tangan Victor dan kurapatkan badan ke hangat tubuhnya. "Cantik sekali, ya, tempatnya?"
"Ehm, pemilihan kata yang bagus."
"Dummy," gumamnya lirih, menggamit pinggangku agar lebih merapat lagi karena sebuah sepeda terlihat akan lewat dari ujung gang.
"Eh, kita foto-foto di sini, yuk?"
"Tapi ini gang yang cantik. Ayolah," bujukku.
"Childish," balas Victor, tetapi dia tetap berpose untukku.
"Cukup, sekarang, aku mau berfoto denganmu," katanya.
"Ah, rambutku acak-acakan, seharian jalan-jalan."
Kurapikan rambutku sambil kucari alasan untuk menghindar. Victor menghentikan gerakan tanganku dan menggantikanku merapikan rambut dengan tangannya yang bergerak lembut. "Sudah," katanya, tanpa mengalihkan pandangan dari ubun-ubunku.
"Eh." Tiba-tiba, aku mencium aroma yang familiar. "Bau apa ini?"
"Arak," jawab Victor, tenang.
Victor sedikit mengembus napas pasrah. "Kuperingatkan, aku tidak akan menggendongmu kalau kamu mabuk."
Aku tertawa kecil. "Janji, satu cangkir saja. Ya? Ya?" Kurangkul tangannya dengan kedua tanganku.
Dia tak menjawab, hanya mendesah pasrah.
Aku menepati janjiku, maksudku, Victor memastikanku menepati janjiku. Aku hanya minum secangkir, lalu ketika menuang cangkir kedua, dia langsung mengambil cangkirku dan meminumnya sekali teguk. Tentu, aku protes, dan terus menuang ke cangkirku. Dia pun terus mengambil cangkirku.
"Sudah, ayo, kita pulang," katanya, langsung menggandeng tanganku, setelah entah cangkir ke berapa.
Aku kesal karena hanya minum secangkir, tetapi aku bisa melihat Victor jadi agak mabuk. Benar-benar pemandangan langka. Dia masih bisa berjalan, mungkin hanya sedikit pusing.
Dia juga masih cukup tegak ketika kuminta berpose lagi.
Maaf, ya, aku sedikit mengambil kesempatan.
Akhirnya, aku melihat Victor sedikit mabuk hari ini. Wajahnya terasa hangat sekali.
Ini adalah saat-saat yang ingin kukenang selamanya.
... Beberapa orang terlihat sempurna begitu saja di foto!