Hari ini aku bermimpi melihat Fatiha.
Setelah dua minggu dia pergi. Jangkar-jangkar masa lalu yang ia ciptakan, keluar semua di dalamnya.
Di mimpi itu tentu saja, bersama teman-teman smw, kami sedang bersenang-senang.. tapi bukan di Mesir. Di tempat air, berenang-renang. Haha apasih dasar mimpi. Mungkin gara-gara dulu kalau lagi pada cerita rihlah pasti ke tempat air, meskipun ga pernah bareng. Hurgada lah, matruh Siwa lah, Alex lah.
Itulah anehnya, di mimpi itu kami lagi di Indonesia. Padahal kami sampai saat ini belum pernah keluar Mesir bersama-sama. Kalaupun suatu saat kami berkumpul di Indonesia, sudah pasti dan tidak lain itu adalah di Jepara, mengunjungi dirinya di rumah terakhirnya.
Aku tidak pernah, sampai saat ini, merasa dia hilang. Suaranya dan bayangnya masih terlalu jelas kuingat. Di mimpi tadipun aku gak ingat sama sekali kalau dia udah pergi. Baru pas bangun keingetan.
Dan aku tidak suka orang mengaitkan segala sesuatu dengan kematian. Ciri baiklah, kabar gembiralah, apalah. Semua orang yang mencintainya tanpa diberi tanda apapun akan selalu mengharapkan dan mendoakan yang terbaik untuknya. Jadi mimpi itu bukan pertanda apa-apa. Hanya kenangan lewat saja.
Kenapa aku cerita di tumblr? Karena sosmedku yang lain ada teman smw nya. Aku tak mau menambah kesedihan mereka. Ya, kami masih berduka hingga saat ini. Masih menitik air mata tanpa kami sadari.
Sesuatu yang dhoruri kalau dikasih dalil, bukan jadi pembenaran, melainkan penguatan. Aku tahu aku menyayangi kalian, baik satu persatu maupun sebagai satu tubuh. Dengan tak sengaja bermimpi ini, jadi terasa sekali hubungan kita, yang sering tidak kita sadari.
Kurasa aku tahu pemicu kenapa aku bisa mimpi begini jelas. Kemarin ada momen kami hampir berdekatan, setelah beberapa minggu terpisah karena cuti ujian. Tidak bertemu padahal hanya kebetulan beririsan di telepon. Aku, Silma, Hamid, dan Pak Kiki. Juga Anas yang akan kutemui besok.
Mendengar Pak Kiki yang bisa berseloroh lagi membuatku senang sekali. Soalnya dua minggu ini kalau ngobrol serius mulu, serius bersedih, yang sangat membuatku serba salah omong. Tadi malam aku tahu, ia rindu kami semua. Persis tebakanku setahun yang lalu, waktu ia iri kami berkumpul di Hadiqah Orman tanpanya.
Selamat move on, pak.. za.. dan seluruh teman-teman. Kita pasti bisa melalui ini semua dan kembali bersama.
Fat, sering-sering datangi kami ya. Sebelum kami datang ke tempatmu setahun lagi.