Beberapa hari yang lalu, BuDir Meika Hazim dan Pabos Wednes Aria Yuda sempat mengunjungi satu even besar di Singapur yang berjudul Food and Hospitality Asia. Even ini adalah even dua tahunan yang selalu di selenggarakan pada bulan April di Singapur. Acara ini merupakan sebuah pameran industri makanan dan keramah-tamahan (hospitality) yang banyak dijadikan sebagai rujukan industri makanan dan perhotelan. Dan biasanya diadakan di Singapore Expo, salah satu tempat pameran dengan kapasitas terbesar di Singapur.
Banyak sekali informasi tentang perkembangan terbaru dunia kuliner dan industri makanan yang dibeberkan di FHA ini. Ada 10 Hall yang setiap Hallnya berukuran seluas lapangan bola. Setiap Hall mempunyai tema sendiri dan komoditas yang dipamerkan. Contohnya pada Hall 1 kita akan menemukan Cokelat. Semua industri yang berkaitan dengan Cokelat dipamerkan disini. Tidak cuma dipamerkan, disini kita juga bisa mencicipi cokelat-cokelat terbaik yang hadir.
Tak hanya pameran, dalam FHA ini juga ada terdapat banyak even seperti seminar, lomba barista dan latte art untuk di Hall Kopi & Teh, Lomba masak dari berbagai negara di Hall 10 bagian Daging & Olahannya, demo masak, dan masih banyak lagi lainnya.
Terus, kenapa ya Cokelat nDalem perlu untuk datang ke acara ini ? FHA ini adalah tempat ngumpulnya cerita dan perkembangan dunia industri kuliner se-dunia. Jadi FHA ini memberikan banyak sekali ide untuk membuat Cokelat nDalem jadi semakin bagus dan ciamik. Tentunya pengembangan produk Cokelat nDalem harus terus dilakukan supaya kekanca nDalem terus mendapatkan yang terbaik dari Cokelat nDalem dong ya.
Di acara ini ada 3 konsep besar dan penting yang Cokelat nDalem dapatkan dari FHA yang bisa nDalem ceritakan . Banyak pembuat cokelat dari luar sudah mulai peduli pada 3 poin ini. Tiga poin ini adalah : single origin (asal daerah penghasil biji kakao), green campaign, dan inovasi. Nah.. Cokelat nDalem jadi pengen juga nih supaya bisa mengangkat Cokelat Indonesia. Karena ada berita menyedihkannya di pameran ini.. Bahwa Cokelat Indonesia belum di kenal di dunia internasional. Sedih sekali, karena sebenarnya Indonesia adalah penghasil biji cokelat terbesar nomer 3 terbesar di dunia. Tapi olahan cokelat kita masih belum di kenal. Jauh sekali dengan tetangga kita Malaysia yang gaung olahan cokelatnya sangat besar. Padahal negara tetangga kita ini tidak memiliki lahan perkebunan cokelat.
Selain kita mengunjungi hall tentang Cokelat, kita juga harus belajar dan mencari ide di hall yang lain dong ya ? Jadilah kita main-main ke hall Kopi dan Teh. Karena Cokelat nDalem sudah memiliki linirasa Kopinesia, maka kita juga belajar tentang kopi dengan serius. Dan ternyata, sekali lagi ada berita menyedihkan.. ternyata kopi Indonesia belum terkenal luas di pameran ini. Haduhh.. Biarpun agak menyedihkan, tapi kita ambil sebagai penambah semangat deh untuk makin mengenalkan kopi Indonesia dalam ragam cokelat.
Mampir dulu nonton lomba Barista level Asia yang diselenggarakan di hall Kopi dan Teh ini. Lomba barista yang di host oleh Speciality Coffee Association of Europe (SCAE) chapter Singapore ini diikuti oleh negara-negara yang tak hanya di sekitar Singapur, bahkan sampai ke Korea. Eh ternyata ada barista dari Indonesia yang ikutan. Hore!! Jadi ada yang bisa menceritakan tentang kopi Indonesia nih. Namanya mas Aji Darius. Mas Aji Darius ini pemenang lomba barista Indonesia IBC tahun 2012. Dan khusus untuk lomba Barista di FHA ini, mas Aji Darius membawa kopi single origin dari Ciwidey, Jawa Barat. Tuh kaann.. kopi Indonesia bisa loh dibawa ke level internasional. Sebentar lagi giliran cokelat Indonesia deh ^_^
Begini nih beberapa foto di FHA.
Cerita dari Singapur : Food and Hospitality Asia Beberapa hari yang lalu, BuDir Meika Hazim dan Pabos Wednes Aria Yuda sempat mengunjungi satu even besar di Singapur yang berjudul…