Ada hal yang ga bisa aku sampein secara langsung ke kamu. Kalau aku bilang langsung ke kamu, pasti kepalaku berkasus. Lalu, komunikasi kita mendadak canggung dan aku jadi insecure + overthinking.
Gapapa kamu mau hilang-hilangan, asal kasih tau. Gapapa kok kalau ga kasih tau juga, asal keliatan yang kamu lakukan. Memang bukan eranya mesti ngabarin setiap detik. Hanya saja, kali ini aku merasa sudah kelewat batas.
Ada orang lain yang mau merhatiin, aku ga mau, aku maunya kamu doang.
Aku cuma mau ditanyain seharian ini ngapain aja, di-notice, didengerin ceritanya, ditanggepin obrolannya. Tapi, kamu ga melakukan itu. Sampai aku kecewa di level: sudah senang banget denger bunyi notif, tapi ternyata bukan dari kamu. Aku tau kamu banyak kegiatannya, aku ga ngambek, aku ga badmood-in kamu juga, aku tetap tungguin walaupun aku harus kehilangan rasa excited untuk cerita hal yang keburu basi itu.
Aku juga mau chat-chat-an tanpa jeda yang ga usah nunggu balasan lama-lama dari kamu, karena aku se-senang itu lho ngobrol sama kamu. Tapi, harapan itu ketinggian ya? Dan dengan segala pengertianku terhadap capekmu, aku ngalah. Aku ga marah. Ga mau bikin kamu marah juga. Jalan tengahnya adalah aku diam saja, cuma ternyata aku juga ingin kamu tau apa isi kepalaku, dan aku cuma bisa nulis ini. Maaf, ya.
Aku berusaha untuk jadi partner yang menyenangkan buat kamu. Dan hanya itu yang aku perlukan sekarang; kamu bisa ngertiin aku sama seperti aku ngertiin kamu.
Kamu...











