Mikrokosmos Waktu
Rasa-rasanya aku membaca ini ketika SMA atau kuliah, yang pasti aku membacanya di majalah cewek entah punya siapa kupinjam. Salah satu artikelnya menulis tentang âperlakuan seperti apa yang membuat seorang cowok merasa dicintai?â, dan dijawab oleh beberapa cowok dalam artikel itu. Aku hanya ingat satu jawaban yang kurasa paling âklikâ denganku, karena memang terlintas olehku sesuatu setelah membaca judulnya
âAku merasa dicintai jika istriku membersihkan rumah. Saat aku pulang dan melihat rumah bersih, aku merasa benar-benar dicintaiâ. Begitu katanya.
Aku terpikir sesuatu sekarang; mikrokosmos waktu.
Yah, anggaplah satuan waktu yang paling kecil itu adalah hari, aku tak mungkin membahas pekodetik di sini. Memang tak terlalu sulit menemukan sepasang manusia yang menikah dan memiliki impian bersama, sekian tahun lagi akan membangun yayasan khusus apa misalnya. Tapi pertanyaanku adalah, bisakah kau bayangkan dirimu nanti kau dan orang yang kau cintai melalui satu hari bersama? Satu hari yang berulang-ulang.
Satu hari dimana kau akan melakukan hal yang sama; kau harus membagi tempat tidur dan dengar dengkurannya setiap malam, pulang atau menunggu pulang orang yang itu-itu saja, memasak beberapa menu yang diulang-ulang, membereskan rumah setiap hari yang nanti akan terlihat makin sempitâdan terasa luas kalau sedang mengepel lantai.
Bayangkanlah siapapun yang kau cintai, dan bayangkan kau harus melakukan hal-hal repeatable seperti itu di tiap mikrokosmos waktu yang kau punya. Apakah kau bosan? Apakah kau menyukainya? Atau menginginkannya?
Mikrokosmos. Bukankah kita tak ada jika tak ada mikrokosmos? Maka impian sebesar dan secanggih apapun juga diantara dua orang, akan selalu dimulai dari satu hari pertama, dan satu hari selanjutnya. Kalau kau bisa membayangkannya dan merasa tenang atau bahkan menyukai, kurasa sepuluh atau seratus tahun bukan masalah.
**Aku tiba-tiba terpikir, cowok yang menjawab âmerasa dicintai kalau istrinya membersihkan rumahâ adalah seseorang yang kebahagiaannya paling sulit dipatahkan jika dia sudah mendapatkannya, malah karena kebahagiaannya bersumber dari hal yang sangat sederhana.
Satu hari yang berhargaâŠyang akan dikalikan dengan ribuan hari selanjutnyaâŠ
Semoga kita menemukan bahagia dalam âsatu hariâ yang repeatable dengan pasangan kita masing-masingâŠ














